Menkeu Sri Mulyani Klaim Angka Pengangguran dan Kemiskinan Turun, Kabar Gembira untuk Masyarakat?

4 weeks ago 20
Menteri Keuangan, Sri Mulyani | Instagram

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Ada kabar cukup menggembirakan dari Menteri Keuangan Sri Mulyani. Namun kabar baik ini apakah benar-benar dirasakan masyarakat akar rumput, ataukah hanya fakta di atas kertas?

Dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) III 2025, Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan adanya perbaikan pada sejumlah indikator kesejahteraan masyarakat Indonesia.

“Tren perbaikan dari kesejahteraan, seperti jumlah penduduk miskin per Maret 2025 oleh BPS dinyatakan turun 1,37 juta orang dibandingkan Maret 2024,” ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers di Kantor LPS, Jakarta Selatan, Senin (28/7/2025).

Penurunan angka kemiskinan itu juga disertai dengan berkurangnya jumlah pengangguran. Tingkat pengangguran terbuka disebut mengalami penurunan dari 4,82 persen pada Februari 2024 menjadi 4,76 persen di bulan yang sama tahun ini.

Tak hanya itu, Sri Mulyani yang akrab disapa Bu Ani menyebut bahwa penciptaan lapangan kerja baru turut mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Tercatat ada tambahan 3,59 juta lapangan pekerjaan sepanjang periode Februari 2024 hingga Februari 2025.

Kendati kondisi global tengah dibayangi ketegangan geopolitik dan perang dagang, pemerintah tetap optimistis terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Ani menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia masih mampu bertahan di kisaran lima persen.

“Berbagai perkembangan dan kondisi strategi kebijakan akan terus ditingkatkan untuk mendorong multiplier effect yang lebih besar sehingga ekonomi Indonesia 2025 diproyeksikan masih akan tumbuh di sekitar 5 persen,” ungkapnya.

Menurut dia, dorongan terhadap sektor swasta juga menjadi prioritas dalam strategi penguatan ekonomi nasional. Peran dunia usaha sebagai motor pertumbuhan akan terus dioptimalkan, termasuk melalui percepatan deregulasi dan peran Danantara sebagai instrumen pengungkit investasi.

“Peranan sektor swasta sebagai penggerak pertumbuhan akan terus didorong melalui kebijakan dan percepatan deregulasi, termasuk mendorong peranan Danantara yang makin optimal,” tambahnya.

Sebagai bagian dari antisipasi terhadap perlambatan ekonomi di akhir tahun, pemerintah tengah merancang paket stimulus ekonomi menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2025–2026. Meski belum membeberkan detailnya, Sri Mulyani memastikan bahwa langkah ini ditujukan untuk menjaga daya beli masyarakat serta menjaga ritme pertumbuhan ekonomi.

Ia menyebut bahwa Kementerian Keuangan bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian sedang dalam tahap finalisasi kebijakan tersebut. “Namun Sri Mulyani tak merinci lebih lanjut insentif apa yang sedang digodok pemerintah,” tulis siaran resmi Kemenkeu.

Dengan capaian tersebut, pemerintah berharap efek positif ekonomi makro dapat menyentuh lapisan masyarakat paling bawah, meskipun sebagian kalangan menilai dampaknya belum sepenuhnya terasa di kehidupan sehari-hari rakyat kecil. Apakah angka-angka itu benar-benar mencerminkan realitas, atau justru sebatas statistik yang belum menyentuh kenyataan? Silakan direnungkan. (*) Berbagai sumber

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|