Menteri Kebudayaan Menari Bareng Dhika “Aura Farming” yang Viral lewat Pacu Jalur

1 month ago 29

SUMUTPOS.CO – Pertemuan Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon dengan bocah viral “aura farming” Rayyan Arkan Dikha di Gedung A Kemendikdasmen, Jakarta, Rabu (9/7) sore menghadirkan momen menarik. Dalam pertemuan itu, Rayyan memamerkan gayanya menari “aura farming” yang diikuti Fadli Zon.

SISWA SD 013 Desa Pintu Gobang, Kari, Kuantan Singingi, Riau itu berdiri di depan Fadli Zon dan Bupati Kuantan Singingi Suhardiman Amby. Ia kemudian naik di atas kursi yang diibaratkan sebagai sebuah perahu atau jalur.

Ketika musik dimainkan, ia pun dengan luwes menari dengan berbagai gaya. Mengayunkan tangannya ke kanan dan ke kiri seperti di videonya yang viral. Aksi ini kemudian diikuti Fadli Zon dari belakang. Mereka berpura-pura menjadi tim dayung yang bertugas memacu jalur agar bisa berjalan dengan cepat.

“Adik kita ini, yang luar biasa, Dikha sangat viral di berbagai sosial media. Pertama, tentu kita sangat apresiasi. Kita juga menghargai apa yang telah dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Kuansing dengan Pacu Jalur yang terus menghidupkan budaya Indonesia,” tutur Menbud.

Pacu Jalur ini, kata dia, sejatinya sudah dinobatkan sebagai warisan budaya tak benda Indonesia sejak tahun 2015. Tradisi ini pun sudah ada sejak 100 tahun lalu dan selalu menjadi bagian dari kehidupan masyarakat di Kuansing, termasuk untuk merayakan hari-hari besar agama Islam dan hari Kemerdekaan Indonesia.

Kentalnya nilai-nilai budaya dalam tradisi ini pun membuat dirinya berencana mengusulkan pacu jalur ke UNESCO sebagai intangible cultural heritage of humanity. Fadli Zon menegaskan komitmen Kemenbud yang akan berupaya untuk memperjuangkan Pacu Jalur sebagai WBTb dunia.

“Memang antrean cukup banyak, namun ini merupakan bagian dari tradisi budaya yang panjang ratusan tahun. Kita harapkan bisa kita perjuangkan, kita buatkan kajian, naskah akademik, serta dossier. Dengan informasi yang ada akan lebih mudah untuk kita daftarkan,” ujarnya.

Fadli Zon berharap, tradisi ini dapat terus berlangsung. Sejalan dengan upaya pemajuan kebudayaan yang tak hanya menyasar seni, tetapi juga permainan tradisional, olahraga rakyat, pangan lokal, ritus, manuskrip, sastra, tradisi lisan, dan lain-lain. Lebih lanjut, Fadli Zon juga berharap warisan budaya ini akan terus berlanjut dari generasi ke generasi.

Tak hanya itu, sebagai bentuk apresiasi terhadap keberanian Dhika dan kepiawaiannya dalam menari di ajang pacu jalur ini, Fadli Zon memberikannya beasiswa sebesar Rp20 juta. Dia berharap, Dhika bisa terus belajar dan meneruskan bakatnya dalam menari. “Jadi memang sudah punya bakat lah ya, dan saya lihat memang untuk menari di atas atau di ujung perahu itu ternyata tidak mudah ya,” paparnya.

Bupati Kuantan Singingi, Suhardiman Amby mengapresiasi Menteri Kebudayaan yang telah memberi ruang bagi Pacu Jalur untuk dilestarikan dan dipromosikan lebih luas di kancah global. “Saya mengucapkan terima kasih kepada Pak Menteri yang sudah memberikan ruang kepada kami untuk menyampaikan langsung sebuah budaya yang sudah mentradisi di Provinsi Riau dan ini menjadi milik Indonesia,” tegas Suhardiman.

Suhardiman juga menceritakan perjalanan Pacu Jalur dari masa ke masa. Tahun ini, kata dia, Pacu Jalur mencapai usia 120 tahun dan pertama kali diperkenalkan pada masa penjajahan Belanda tahun 1905.

“Awalnya jalur digunakan untuk mengangkut kebutuhan sehari-hari, kemudian tradisi ini berkembang menjadi perlombaan perahu yang dipersembahkan untuk Ratu Wilhelmina setiap tahunnya pada 31 Agustus. Setelah Indonesia merdeka, Pacu Jalur berubah fungsi menjadi ajang peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI yang rutin diselenggarakan setiap bulan Agustus dan kini menjadi agenda nasional,” bebernya.

Dhika sendiri mengaku tidak menyangka video dirinya di 2024 lalu itu kini viral. Dia bahkan mengetahui hal itu dari kakak sepupunya. “Tahu (kalau viral),” katanya sambil tersenyum malu-malu.

Ia sendiri baru belajar menari ini dua tahun terakhir. Kerennya lagi, dia mempelajari tarian ini secara otodidak.

Dia pun mengaku tak khawatir ketika harus berdiri di atas haluan perahu sambil menari, meski pernah beberapa kali terjatuh. Pasalnya, dirinya sudah belajar berenang. “Pernah, tapi nggak sering,” pungkasnya. (jpc/bbs/adz)

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|