
SUKOHARJO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Suasana sore di Gang 11, RT 06/RW 10 Jetis Permai (Jesper), Gentan, Baki, Sukoharjo pada Minggu (10/8/2025), tampak ramai dan penuh dengan suasana keceriaan. Tak mengherankan, karena panitia menggelar aneka lomba untuk anak-anak dalam rangka memeriahkan HUT ke-80 Kemerdekaan RI.
Lokasi lomba dipilih di sebelah timur gardu ronda karena jalannya sudah diaspal, sehingga halus, bebas debu dan lebih aman bagi anak-anak. Kegiatan lomba dimulai pukul 16.00 WIB dan berlangsung hingga sekitar pukul 17.30 WIB.
Panitia lomba, Arga Fajar Mahendra, menjelaskan bahwa lomba-lomba yang digelar tersebut bersifat menarik, menghibur, sekaligus edukatif. “Selain seru, lomba ini bertujuan melatih kerjasama, konsentrasi, keseimbangan, kreativitas, hingga strategi anak-anak agar bisa meraih kemenangan,” ujarnya.
Ada empat jenis lomba yang dipertandingkan. Untuk kategori kelompok, ada lomba memasukkan pensil atau bolpoin ke dalam galon menggunakan tali, serta lomba estafet air dengan topeng corong/kerucut yang dimainkan oleh tiga hingga empat anak per tim.
Dalam lomba estafet air ini, masing-masing peserta mengenakan topeng berbentuk kerucut. Dengan demikian, pandangan peserta hanya sebatas lobang kecil yang ada di ujung kerucut tersebut.

Dengan sudut pandang yang sempit dan harus berlomba adu cepat mengisi air ke dalam galon, terang saja membuat mereka seperti orang kebingungan, sehingga memancing tawa dan sorak sorai penonton.
Sementara itu untuk kategori individu, panitia menyiapkan lomba “kukuruyuk” atau “kutut manggung” dan lomba berjalan dengan kardus sambil mengisi air. Dalam lomba Kukuruyuk ini, masing-masing peserta mengenakan topi yang ujungnya diberi pengait seperti hanger baju.
Dari garis start, para peserta beradu cepat lari mencapai garis finish dan memasukkan pengait di ujung topinya itu ke dalam gelang-gelang yang tergantung melintang di garus finish.
Permainan ini juga mengundang histeria, karena di tengah nafas peserta yang tersengal-sengal sehabis berlari, masih harus memasukkan pengait diujung topi ke dalam gelang-gelang yang terus bergoyang-goyang.
Tak kalah seru adalah lomba berjalan dengan kardus sambil mengisi air. Namun panitia sedikit mengubah format lomba ini, karena aspal dalam kondisi basah. Sehingga, para peserta cukup dengan berlari adu cepat mengisi galon dengan air, siapa yang paling cepat penuh akan menjadi juaranya.
Sorak sorai penonton, tawa anak-anak, dan semangat bertanding membuat suasana semakin meriah. Kegiatan itu menjadi momen kebersamaan yang tak hanya menghibur, tetapi juga mempererat hubungan antaranakanak dalam satu RT.
“Jenis-jenis lomba ini dimaksudkan untuk melatih anak-anak berkonsentrasi sekaligus mengasah kreativitas mereka dalam menyusun strategi untuk meraih kemenangan. Selaian itu juga untuk mengasah kemampuan kognitif anak, di tengah gempuran gadget di era digital ini,” ujar Arga kepada Joglosemarnews. [*]
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.