Meski Diundur, Fadli Zon Klaim Buku Penulisan Ulang Sejarah Tetap Dirilis Tahun Ini

3 weeks ago 15
Menteri Kebudayaan Fadli Zon | Instagram

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Meskipun peluncuran buku hasil penulisan ulang sejarah Indonesia diundur tidak jadi tanggal 17 Agustus 2025, Menteri Kebudayaan Fadli Zon memastikan buku tersebut tetap akan terbit pada tahun ini.

Menurut Fadli, saat ini proses penyusunan telah memasuki tahapan akhir, yakni penyuntingan dan pembacaan akhir oleh tim penyusun. Ia mengungkapkan bahwa draft buku tersebut sebelumnya telah melalui serangkaian uji publik di berbagai perguruan tinggi, seperti Universitas Indonesia hingga Universitas Negeri Padang.

“Iya tahun ini, rencana mudah-mudahan bisa kita selesaikan segera,” ujar Fadli di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (6/8/2025).

Uji publik itu, lanjutnya, tidak hanya melibatkan akademisi, tetapi juga mahasiswa dan pengamat sejarah. Meski berharap muncul diskusi yang tajam, Fadli menyebut respons publik relatif tenang dan tidak menimbulkan perdebatan besar.

“Jadi kita berharap sebenarnya ada debat, tapi enggak terlalu banyak debat,” kata dia.

Sebelumnya, buku ini dijadwalkan menjadi bagian dari peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia. Namun, belakangan pihak Istana menyatakan bahwa peluncuran kemungkinan tidak bisa dilakukan pada tanggal yang telah direncanakan.

“Ada kemungkinan mundur,” kata Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Istana Kepresidenan, Selasa (5/8/2025), saat dimintai konfirmasi soal peluncuran buku tersebut.

Di sisi lain, Komisi X DPR RI yang turut mengawasi proses penyusunan buku sejarah ini, menyampaikan bahwa naskah yang ada masih memerlukan sejumlah penyempurnaan. Ketua Komisi X, Lalu Hadrian Irfani, menyebut ada banyak masukan yang muncul selama proses uji publik dan telah disampaikan ke tim penyusun.

“Ada beberapa catatan tentunya untuk penyempurnaan berdasarkan masukan dari berbagai pihak. Sudah tersampaikan kepada panitia penulisan sejarah,” kata Lalu, Kamis (7/8/2025).

Ia juga menekankan pentingnya menjaga objektivitas dalam menyusun ulang sejarah nasional, serta menjunjung prinsip kejujuran dan keterbukaan terhadap publik.

“Kami berharap betul-betul penulisan ini untuk kepentingan bangsa dan negara dan dilaksanakan secara objektif, jujur, dan transparan,” tegas politisi dari PKB itu.

Terkait kabar pengunduran jadwal peluncuran buku, Lalu mengaku belum mendapat informasi resmi dari Kementerian Kebudayaan. Ia menyebut Komisi X akan meminta penjelasan resmi dari pemerintah setelah masa sidang kembali dibuka.

“Kami belum dapat update terbaru dari Kemenbud terkait hal ini. Nanti jika sudah masuk masa sidang, tentu kami akan tanyakan progres terbaru,” ujarnya.

Diketahui, proyek penulisan ulang sejarah ini cukup menyedot perhatian karena dilakukan secara besar-besaran dan diklaim akan menjadi narasi baru sejarah nasional. Di sisi lain, sejumlah kalangan mengkritisi pendekatan dan motif di balik proyek ini, bahkan mempertanyakan urgensi revisi sejarah secara menyeluruh.

Fadli sebelumnya sempat menyebut bahwa buku sejarah versi baru ini akan menjadi hadiah untuk ulang tahun kemerdekaan ke-80 Indonesia. Namun, pernyataan itu kini diposisikan lebih fleksibel.

“Mudah-mudahan buku ini bisa menjadi hadiah 80 tahun Indonesia merdeka,” ujarnya dalam sebuah diskusi publik di Universitas Indonesia, Depok, Jumat (25/7/2025).

Meski belum memastikan tanggal pasti peluncuran, Fadli optimistis buku tersebut dapat diterbitkan sebelum tutup tahun. Ia menegaskan bahwa tahapan penyuntingan sudah hampir rampung, dengan progres pengerjaan mencapai sekitar 80 hingga 90 persen. [*] Berbagai sumber

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|