
SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM — Kasus dugaan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur di Kecamatan Banjarsari, Solo, menjadi sorotan setelah viral di media sosial. Terduga pelaku yang berinisial AI, seorang tetangga korban, telah ditangkap oleh pihak kepolisian pada Kamis (14/8/2025).
Dalam akun instagram media sosial @info_solo_utara menceritakan sebuah pelecehan seksual yang dialami salah satu korban.
Tampak salah satu postingan bertuliskan “Knp sii harus adekku ? Knp nggak aku aja yg jadi korban terakhirnya ?
Saat ditelusuri terduga pelaku berinisial AI ternyata sudah ditangkap polisi, Kamis, (14/08/2025) lalu. Pelaku pelecehan seksual merupakan salah seorang tetangga di kampung yang ada di Kecamatan Banjarsari.
Orang tua korban, R, mengatakan informasi dugaan pelecehan seksual itu awalnya dia dapat dari adiknya. Kemudian dia berinisiatif mengumpulkan anaknya dan dua temannya untuk dimintai konfirmasi.
“Saya kumpulkan dan saya dredeg [gemetar] karena hal [dugaan tindakan pelecehan seksual] yang biasanya saya lihat di televisi kok terjadi di anak saya. Setelah saya minta konfirmasi ke anak-anak ternyata benar bahwa si pelaku melakukan pelecehan seksual,” ungkapnya.
Mengetahui informasi tersebut, R kemudian melapor ke Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kelurahan, RT, RW, Lurah, dan Babhinkamtibmas. R mendapatkan pertimbangan agar segera melapor ke kepolisian karena sudah masuk ke ranah kriminalitas.
R lalu melapor ke Polresta Solo pada bagian Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA). Laporan kemudian segera ditindaklanjuti petugas dan dilakukan Berita Acara Pemeriksaan (BAP).
“BAP waktu itu berlangsung mulai pukul 13.00 WIB-18.00 WIB. Kemudian malam harinya selepas Isya dilakukan visum di RSUD dr Moewardi kepada anak-anak,” terang dia.
Hasil visum pada anak R mengonfirmasi telah terjadi dugaan pelecehan seksual pada anak tersebut.
Sementara satu anak lainnya perlu dilakukan visum ulang. R menyebut terduga pelaku sudah ditangkap aparat Polresta Solo pada Kamis (14/08/2025) siang sekira pukul 11.00 WIB
Dilain pihak Walikota Solo, saat dimintai keterangan mengaku sudah mengetahui kejadian tersebut. Namun memang sengaja menutupi.
“Kita sebenarnya sudah mendampingi tapi kalau kita sampaikan takut saya kalau masyarakat ikut mencari. Tapi itu saya tutup supaya korbannya enggak jadi viral,” ujarnya saat ditemui di Solo Grand Mall, Senin, (18/08/2025).
Respati kemudian menyerahkan kepada proses hukum yang saat ini tengah berjalan.
“Proses hukum tetap berjalan. Korbannya saya ga mau mengeksploitasi, tapi kami tetap pendampingan. Itulah kenapa ada Posyandu Plus yang kita hadirkan. Kita anggarkan cukup besar untuk menghadirkan psikolog klinis di setiap kampung. Harapan ke depannya langkah preventif tidak ada lagi kayak begini. Ketika ada perundungan di tingkat awal, langsung bisa lapor atau mengeluh atau bisa sambat, bisa konsultasi langsung di Posyandu,” pungkasnya. Ando
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.