Nekat Terobos Larangan, 2 Remaja Terperosok ke Jurang di Gunung Puntang, Evakuasi Berlangsung Dramatis

1 month ago 17
Ilustrasi pendakian Gunungn RinjaniIlustrasi pendakian gunung. / pixabay

BANDUNG, JOGLOSEMARNEWS.COM Nekat menerobos jalur terlarang yang sudah diberi pagar pembatas, dua remaja pendaki harus mengalami nasib nahas setelah terperosok ke jurang sedalam 50 hingga 100 meter di kawasan Puncak Mega, Gunung Puntang, Desa Pasirmulya, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, Minggu (27/7/2025).

Kedua korban yang diketahui berinisial RS (15) dan FR (16) itu berasal dari daerah Sukajadi, Kota Bandung. Mereka mendaki sejak pagi hari bersama sejumlah teman dan beberapa pendaki lainnya. Namun naas, saat hendak melanjutkan perjalanan dari Puncak Mega menuju Puncak Gunung Sangar, mereka memilih menerobos jalur sempit yang sudah lama ditutup oleh pengelola karena dinilai berbahaya.

Jalur tersebut, yang kerap dijuluki sebagai “Sirotol Mustaqim” oleh para pendaki lokal, memiliki lebar hanya sekitar 50 sentimeter dan diapit jurang dalam di kedua sisinya. Tanah di jalur tersebut juga dikenal labil dan rawan longsor. Ketua Persaudaraan Gunung Puntang Indonesia (PGPI) periode 2023–2025, Ikar Kardiman, membenarkan bahwa jalur tersebut sebenarnya sudah ditutup sebulan terakhir karena pernah menyebabkan sejumlah pendaki tergelincir.

“Jalur terjal itu biasanya kami sebut sebagai Sirotol Mustaqim, ditutup karena berbahaya, kata Ikar, Senin (28/7/2025).

Ikar menjelaskan, sebelum kejadian, kedua remaja itu sempat mengatakan kepada orang tua mereka hendak lari pagi. Namun nyatanya, mereka justru mendaki ke Gunung Puntang. Setelah mencapai puncak utama, mereka mengikuti ajakan dua pendaki lain untuk lanjut ke jalur yang sudah dilarang dilintasi.

Sekitar pukul 13.00 WIB, peristiwa nahas itu terjadi. Korban pertama yang jatuh, FR, ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri. Sedangkan RS sempat pingsan setelah kepalanya terbentur. Ia baru sadar beberapa saat kemudian dan berteriak meminta tolong.

Kabar kecelakaan itu baru sampai ke pos PGPI sekitar tengah hari melalui pendaki lain yang turun terlebih dahulu. Relawan PGPI segera bergerak menuju lokasi kejadian, menyusul kemudian tim gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, dan Damkar Banjaran.

Kapolsek Banjaran, Kompol Sudi Hartono, membenarkan insiden tersebut. “Iya kejadiannya kemarin sekitar jam 13.00 WIB. Pelajar inisial RS (15) dan FR (16) terperosok jatuh di Puncak Mega Gunung Puntang Banjaran, ujarnya.

Tim SAR dan relawan sempat kesulitan menjangkau lokasi korban akibat medan terjal dan kabut tebal yang menghalangi pandangan. FR berhasil dievakuasi lebih dulu meski dalam kondisi tidak sadarkan diri. Sedangkan RS baru bisa diselamatkan beberapa saat kemudian setelah ditemukan dalam keadaan sadar dan mampu berkomunikasi.

“Survivor ditemukan dalam kondisi korban sadar, mengalami cedera kepala ringan, dislokasi bahu kanan dan luka ringan di kaki, kata Mamang Fatmono, Pelaksana Harian Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas.

Menurut Mamang, proses evakuasi berlangsung dramatis dan penuh tantangan. Tim harus menggunakan alat seadanya untuk mengangkat korban dari dalam jurang. Meski begitu, kedua korban akhirnya berhasil dibawa turun dan tiba di pos PGPI sekitar pukul 17.00 WIB, sebelum dilarikan ke rumah sakit menggunakan ambulans.

Insiden ini menjadi pengingat serius bagi para pendaki untuk selalu mematuhi rambu dan larangan yang dipasang demi keselamatan. Ketua PGPI menegaskan bahwa pihaknya selama ini sudah menyampaikan imbauan kepada pendaki agar tidak melewati jalur-jalur berbahaya. Namun masih ada saja yang nekat menyepelekan peringatan.

“Kita sudah antisipasi takutnya ada yang jatuh ke jurang, ujarnya.

Gunung Puntang yang memiliki ketinggian 2.222 mdpl ini memang cukup populer di kalangan pendaki lokal. Pada hari biasa, jumlah pendaki bisa mencapai 20–30 orang, sementara di akhir pekan bisa tembus lebih dari 100 orang. Jalur menuju puncaknya memakan waktu sekitar dua hingga tiga jam, dan umumnya dilintasi kembali saat perjalanan turun.

Kini, usai insiden itu, perhatian terhadap keselamatan pendakian kembali mengemuka. Petugas dan komunitas pegiat lingkungan berharap para pendaki lebih waspada, serta tidak lagi mengabaikan peringatan yang sudah ada demi menghindari kejadian serupa di masa mendatang. [*] Berbagai sumber

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|