
SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Aktivitas produksi pabrik bata ringan Blesscon di Sragen semakin hari semakin ngawur dan tidak memperdulikan lingkungan sekitar, bahkan Kendaraan truk juga parkir sembarangan di pinggir jalan raya Ngawi – Sragen bikin biang kecelakaan maut.
Pabrik raksasa di wilayah Desa Toyogo, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah itu adalah milik PT Superior Prima Sukses Tbk adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang industri manufaktur bata ringan dengan merek BLESSCON.

Kini pabrik bata ringan raksasa di Sragen menjadi sorotan tajam, komentar pedas masyarakat sekitar dan hujatan pengguna media sosial karena semakin hari polusi udara yang dihasilkan semakin parah
Kondisi ini mendesak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sragen untuk turun tangan dan menuntut tindakan nyata dari pihak perusahaan. Menurut pantauan di lapangan, dua persoalan utama yang menjadi keluhan pelanggaran Blesscon. Masyarakat sekitar mengeluhkan debu yang luar biasa dan antrean truk yang memakan bahu jalan.
Ketua Fraksi PDIP Sragen, Sugiyamto, menegaskan bahwa keluhan debu dirasakan langsung oleh warga sekitar, sementara parkir truk di bahu jalan terbukti sering menyebabkan kecelakaan.
Menyikapi permasalahan ini, Sugiyamto memberikan ultimatum kepada Blesscon.
“Perusahaan harus segera menyediakan tempat parkir itu, terserah mau beli atau sewa. Kita kasih waktu sampai seminggu ini. Kalau tidak, kita panggil pengelola atau yang bertanggung jawab, beserta dinas terkait,” kata Sugiyamto di kantor DPRD Sragen (28/7/2025).

Sementara Suyanto, anggota Komisi III DPRD Sragen yang juga merupakan warga Sambungmacan, menggambarkan parahnya polusi debu, terutama saat pabrik beroperasi 24 jam.
“Debu ini bikin trauma. Mobil setelah dicuci, ditaruh di luar, dalam satu jam debu sudah bisa ditulisi,” jelasnya.
Suyanto menambahkan bahwa banyak tokoh masyarakat telah mengeluh, namun keluhan mereka seolah tidak pernah digubris. Dia menyoroti kondisi parkir truk yang “acak-acakan” di bahu jalan, serta minimnya penerangan jalan dari Mahbang hingga Banaran yang baru dibenahi satu titik di dukuh Pondok.
Masyarakat dan anggota dewan berharap, tekanan ini dapat mendorong Blesscon untuk segera bertindak. Sikap ini demi kenyamanan dan keselamatan warga sekitar.
Terpisah, Sugino warga Dukuh Kujon Rt 29, Toyogo, Sambungmacan, Sragen pada JOGLOSOMARNEWS.COM membenarkan polusi udara akibat pabrik herbel bata ringan Blesscon.
“Banyak debu yang dihasilkan oleh pabrik Blesscon berbentuk kristal, dampaknya banyak masuk ke rumah rumah masyarakat sekitar, bahkan warga mengeluhkan bau tak sedap mirip belerang, debu itu keluar setiap hari dari pagi, siang dan paling parah kalau malam hari. Jika terhirup bikin sesak nafas, dan di mata terasa perih, banyak yang nempel.di daun daun hingga pakaian yang di jemur ikut kotor terkena debu,” ujarnya.
Huri Yanto
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.