SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Gelaran Soloraya Great Sale (SGS) 2025 berdampak positif bagi Kabupaten Sragen. Selain menghadirkan diskon besar-besaran untuk produk dan kunjungan wisata di seluruh wilayah Soloraya, ajang ini juga melahirkan ide kreatif berupa patung purba dari bahan jerami.
Gagasan tersebut muncul berkat kolaborasi antara Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sragen, Mualim Sugiyono, dan Bupati Sragen, Sigit Pamungkas. Menariknya, ide itu mendapat apresiasi langsung dari Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi. Ia bahkan mencetuskan lomba kreasi patung jerami se-Jawa Tengah 2025 dengan hadiah utama Trofi Gubernur Jateng, seekor sapi, tujuh ekor kambing, dan berbagai hadiah menarik lainnya.
Kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Ketua Kadin Sragen, Mualim Sugiyono membenarkan bahwa ide lomba patung jerami tingkat provinsi tersebut berasal dari Sragen.
“Berkat koordinasi yang baik antara kami dan Pemkab Sragen, kami berhasil mempromosikan potensi khas Sragen dalam rapat Kadin Soloraya Great Sale. Ketika dipresentasikan ke Pak Gubernur, beliau sangat mengapresiasi. Akhirnya, patung jerami khas Sragen dilombakan se-Jawa Tengah,” ungkap Mualim pada Kamis (31/7/2025).
Ia menyebut Gubernur Jateng mengakui bahwa promosi yang dilakukan telah meningkatkan citra Sragen, dan menjadikan lomba patung jerami sebagai ikon baru Jawa Tengah.
Mualim menegaskan bahwa pihaknya akan terus bersinergi dengan Pemkab Sragen untuk memperkenalkan potensi daerah ke tingkat nasional dan internasional.
“Ketua Kadin dan Bupati Sragen akan terus menyosialisasikan kekayaan daerah serta memberdayakan UMKM agar Sragen dikenal lebih luas secara nasional maupun internasional,” ujarnya.
Sebelumnya, gelaran SGS 2025 juga berhasil mengungkit perputaran ekonomi Kabupaten Sragen. Dalam tiga pekan pertama, nilai transaksi hampir menyentuh Rp1,4 triliun dan optimistis menembus target Rp1,5 triliun.
“SGS benar-benar membawa manfaat nyata. Perputaran ekonomi yang mendekati Rp1,4 triliun menunjukkan geliat positif, terutama di sektor perbankan dan partisipasi dari PT KAI,” beber Mualim.
Ia juga menyoroti potensi pariwisata yang mulai digarap, seperti Sendang Kun Gerit dan Situs Sangiran, yang menunjukkan perkembangan menjanjikan.
“Kami berharap kunjungan wisatawan terus meningkat, seiring laju perputaran ekonomi yang makin pesat,” lanjutnya.
Meski demikian, Mualim mengakui bahwa pelaksanaan SGS masih belum menjangkau seluruh pelaku usaha di Sragen. Ia pun menekankan pentingnya evaluasi dalam hal sosialisasi agar lebih inklusif.
“Kami akan memperbaiki pola sosialisasi. Salah satu ide adalah memberikan insentif kepada sektor pariwisata, seperti bonus atau undian tiket, untuk menarik lebih banyak pengunjung ke Sragen,” paparnya.
Ia optimistis Sragen akan lebih siap dalam menyambut SGS tahun berikutnya, dengan keterlibatan lebih luas dari berbagai pelaku usaha lintas sektor.
“Capaian hingga minggu ketiga mencapai Rp1.388.009.388.504. Ditambah laporan transaksi minggu keempat sebesar Rp190.633.580.000, meski belum seluruhnya masuk. Total sementara sudah mencapai Rp1.578.642.968.504. Target sudah terpenuhi,” tambahnya.
SGS 2025 digelar pada 1–31 Juli dan melibatkan tujuh kabupaten/kota di wilayah Soloraya, termasuk Sragen.
“Sragen menempati peringkat ketiga dalam gelaran SGS Soloraya, di bawah Karanganyar dan Solo,” pungkasnya.
Huri Yanto
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.