WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM — Perayaan HUT ke-80 Republik Indonesia tahun 2025 di Kabupaten Wonogiri akan tampil beda! Tak ada lagi hingar-bingar karnaval pembangunan seperti tahun-tahun sebelumnya. Sebagai gantinya, Pemkab Wonogiri menggelontorkan anggaran Rp25 juta untuk setiap kecamatan guna menggelar pagelaran wayang kulit serentak.
Total ada 25 kecamatan di Wonogiri, yang masing-masing akan menyelenggarakan pertunjukan budaya lokal di kantor kecamatan. Ini artinya, total anggaran Rp625 juta dikucurkan dari APBD untuk menyemarakkan kemerdekaan lewat seni tradisi!
Bupati Wonogiri Setyo Sukarno menegaskan, keputusan untuk meniadakan karnaval didasari oleh kondisi ekonomi yang belum stabil tidak baik baik saja, bahkan mengalami deflasi. Situasi ini membuat pemerintah memilih pendekatan yang lebih bijak dan berakar pada kearifan lokal.
“Tidak ada karnaval pembangunan baik di tingkat kabupaten maupun kecamatan. Tapi, wayangan akan digelar serentak sebagai bentuk pelestarian budaya Wonogiri,” ujar Bupati Setyo Sukarno, Kamis (10/7/2025).
Nama dalang dan konsep acara diserahkan sepenuhnya kepada masing-masing kecamatan.
Selain itu pemerintah kecamatan tetap boleh menyelenggarakan kegiatan 17-an lain seperti lomba dan syukuran. Boleh pula menarik biaya swadaya secara sukarela, tanpa paksaan
Sebagai catatan, kebijakan meniadakan karnaval ini sudah dimulai sejak masa Bupati Joko Sutopo (Mas Jekek) dan kini diteruskan oleh Bupati Setyo Sukarno, menandai dua tahun berturut-turut tanpa karnaval pembangunan.
Meski tanpa parade, Pemkab Wonogiri melalui Bupati Setyo Sukarno yakin semangat kemerdekaan tetap menyala. Dengan sentuhan budaya seperti wayang kulit, nuansa peringatan HUT RI justru terasa lebih sakral dan merakyat. Aris Arianto
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.