Pencairan Bantuan Korban Puting Beliung Diproses

2 days ago 7

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 66 Kepala Keluarga (KK) korban bencana angin puting beliung di Desa Marindal 2 Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deliserdang sudah masuk daftar penerima bantuan perbaikan rumah dari Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Deliserdang, Rabu (27/8).

Kepala Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Deliserdang, Mukti Ali Harahap, menyatakan semenjak terjadi mencana puting beliung, para korban sudah didata dari Desa Marindal 2 kemudian diteruskan Kecamatan Patumbak kemudian ke BPBD Deliserdang.”Data korban sudah masuk. Ini sedang diproses, mudah mudahan bisa segera cair,”jelasnya.

Namun, Mukti tidak bisa menjelaskan kenapa proses pencairan bantuan kepada korban lamban. Bahkan memakan waktu sampai 5 bulan lamanya.

Tepisah Camat Patumbak Huhammad Kenndy mengatakan bahwa pihaknya sudah mengajukan dan melaporkan ke pihak Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Deliserdang karena dana tali asih disalurkan dari BPBD.
“Masih di proses infonya,”jawab Kenndy dengan singkat.

Sementara itu Kepala Desa Marindal 2 Kecamatan Patumbak, Jufri Antono, mengatakan bahwa bantuan kemanusian sudah mereka salurkan sehari pasca bencana angin puting beliung melanda Desa Marindal 2.”Bantuan makanan dan obat obatan sudah kita salurkan pasca bancana terjadi. Untuk bantuan perbaikan rumah korban itu kewenangan BPBD dan sudah dilaporkan,”jelas Jufri.

Ditambahkan Jufri soal proses pencairan bantuan perbaikan rumah korban puting beliung, pihak desa tidak dilibatkan, namun, pencairan melalui rekening masing masing penerima bantuan.”Langsung kerekening korban yang sudah didata,”terang Jufri.

Sebelumnya pada 23 Mei 2025 yang lalu, terjadi bencana angin puting beliung di Desa Marendal 2, Kecamatan Patumbak. Ada sebanyak 66 rumah warga mengalami kerusakan parah.

Seperti yang dialami mengalami warga bernama Poniem (75) alias Bu Kunyil warga Dusun 5 Desa Marindal 2 saat kejadian menjadi korban dengan mengalami luka lecet pada tangan sebelah kanan. Bu Kunyil tertimpa tembok bangunan rumahnya yang rusak diterpah angin kencang.

Karena belum ada bantuan dari pemerintah Bu Kunyil membangun sendiri rumahnya yang rusak diterjang angin puting beliung. Bu Kunyil satu dari 66 warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat.

Warga lainnya Muh Rocky Idris rumahnya mengalami nasib yang sama. Bagian atap rumahnya terangkat akibat diterjang angin puting beliung. Bahkan saat kejadian atap bangunan rumahnya terbang beberapa meter menimpah bangunan rumah warga lainnya.

“Semua perabotan dan peralatan rumah basah diguyur hujan. Sebagian barang barang yang bisa kami selamatkan. Selain itu basah tersiram air hujan,” jelasnya.

Bangunan rumah yang rusak terpaksa diperbaiki sendiri, harapan bantuan dari pemerintah belum kunjung tiba.”Terpaksa pinjam uang ke keluarga agar bisa atap rumahku diperbaki bang. Padahal waktu itu uda didata rumah rumah warga agar mendapat bantuan,”bilangnya. (btr)

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 66 Kepala Keluarga (KK) korban bencana angin puting beliung di Desa Marindal 2 Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deliserdang sudah masuk daftar penerima bantuan perbaikan rumah dari Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Deliserdang, Rabu (27/8).

Kepala Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Deliserdang, Mukti Ali Harahap, menyatakan semenjak terjadi mencana puting beliung, para korban sudah didata dari Desa Marindal 2 kemudian diteruskan Kecamatan Patumbak kemudian ke BPBD Deliserdang.”Data korban sudah masuk. Ini sedang diproses, mudah mudahan bisa segera cair,”jelasnya.

Namun, Mukti tidak bisa menjelaskan kenapa proses pencairan bantuan kepada korban lamban. Bahkan memakan waktu sampai 5 bulan lamanya.

Tepisah Camat Patumbak Huhammad Kenndy mengatakan bahwa pihaknya sudah mengajukan dan melaporkan ke pihak Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Deliserdang karena dana tali asih disalurkan dari BPBD.
“Masih di proses infonya,”jawab Kenndy dengan singkat.

Sementara itu Kepala Desa Marindal 2 Kecamatan Patumbak, Jufri Antono, mengatakan bahwa bantuan kemanusian sudah mereka salurkan sehari pasca bencana angin puting beliung melanda Desa Marindal 2.”Bantuan makanan dan obat obatan sudah kita salurkan pasca bancana terjadi. Untuk bantuan perbaikan rumah korban itu kewenangan BPBD dan sudah dilaporkan,”jelas Jufri.

Ditambahkan Jufri soal proses pencairan bantuan perbaikan rumah korban puting beliung, pihak desa tidak dilibatkan, namun, pencairan melalui rekening masing masing penerima bantuan.”Langsung kerekening korban yang sudah didata,”terang Jufri.

Sebelumnya pada 23 Mei 2025 yang lalu, terjadi bencana angin puting beliung di Desa Marendal 2, Kecamatan Patumbak. Ada sebanyak 66 rumah warga mengalami kerusakan parah.

Seperti yang dialami mengalami warga bernama Poniem (75) alias Bu Kunyil warga Dusun 5 Desa Marindal 2 saat kejadian menjadi korban dengan mengalami luka lecet pada tangan sebelah kanan. Bu Kunyil tertimpa tembok bangunan rumahnya yang rusak diterpah angin kencang.

Karena belum ada bantuan dari pemerintah Bu Kunyil membangun sendiri rumahnya yang rusak diterjang angin puting beliung. Bu Kunyil satu dari 66 warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat.

Warga lainnya Muh Rocky Idris rumahnya mengalami nasib yang sama. Bagian atap rumahnya terangkat akibat diterjang angin puting beliung. Bahkan saat kejadian atap bangunan rumahnya terbang beberapa meter menimpah bangunan rumah warga lainnya.

“Semua perabotan dan peralatan rumah basah diguyur hujan. Sebagian barang barang yang bisa kami selamatkan. Selain itu basah tersiram air hujan,” jelasnya.

Bangunan rumah yang rusak terpaksa diperbaiki sendiri, harapan bantuan dari pemerintah belum kunjung tiba.”Terpaksa pinjam uang ke keluarga agar bisa atap rumahku diperbaki bang. Padahal waktu itu uda didata rumah rumah warga agar mendapat bantuan,”bilangnya. (btr)

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|