Presiden Prabowo Mendadak Kumpulkan Kapolri-Jaksa Agung di Istana Jam 21.00 WIB, Ada Apa?

4 weeks ago 19
Presiden Prabowo saat menggelar rapat mendadak pada Rabu (30/7/2025) pukul 21.00 WIB. Rapat tersebut untuk membahas soal penertiban pasokan beras dan standar mutu beras di pasaran | Sekretariat Kabinet

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM Mendadak sontak, Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah pejabat mulai dari Kapolri Listyo Sigit Prabowo hingga Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Rabu (30/7/2025) pukul sembilan malam. Ada apa?

Pemanggilan tersebut berlangsung di Istana Kepresidenan Jakarta dan melibatkan tokoh-tokoh penting lainnya, seperti Jaksa Agung ST Burhanuddin, Kepala PPATK Ivan Yustiavandana, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, serta Kepala Bappisus Aries Marsudiyanto.

Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya menyatakan, pertemuan yang digelar secara tertutup itu fokus membahas masalah serius yang tengah mencuat di sektor pangan, khususnya menyangkut kualitas beras yang beredar di masyarakat.

Menurut Teddy, Presiden Prabowo menekankan pentingnya penertiban distribusi beras di pasar. Ia meminta seluruh aparat penegak hukum bertindak tegas terhadap pelaku pelanggaran, terutama yang terbukti mengoplos atau menjual beras di bawah standar mutu.

Isu mengenai beras oplosan mencuat setelah temuan di lapangan menunjukkan adanya 212 merek beras kategori premium dan medium yang tidak sesuai dengan standar pemerintah. Hal ini diungkapkan langsung oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam laporan terbarunya.

Amran menyebut bahwa beras-beras tersebut tak hanya tidak memenuhi standar mutu, tetapi juga rawan merugikan konsumen. Ia memastikan, pihaknya akan bersinergi dengan aparat penegak hukum untuk melakukan penindakan terhadap oknum-oknum pelanggar.

Sejalan dengan itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menaikkan status hukum terhadap empat produsen besar beras. Keempatnya yakni PT FS, PT WPI, SY, dan SR, kini tengah menghadapi proses penyidikan lebih lanjut.

Kapolri menjelaskan bahwa langkah tersebut diambil usai Satgas Pangan Polri memeriksa sedikitnya 16 produsen dan menemukan indikasi kuat praktik curang di sektor distribusi beras. Dari hasil penyelidikan, penyidik telah memeriksa 39 orang saksi dan empat ahli.

Tak hanya itu, proses penggeledahan dan penyitaan juga telah dilakukan, termasuk pemasangan garis polisi di sejumlah gudang dan pabrik pengolahan beras milik para produsen yang diduga melakukan pelanggaran tersebut.

Presiden Prabowo menginstruksikan agar proses penegakan hukum dilakukan tanpa pandang bulu. Ia juga menegaskan bahwa persoalan ini menyangkut hajat hidup orang banyak, sehingga penyelesaiannya tak boleh setengah-setengah.

Langkah cepat yang diambil Presiden ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjamin ketersediaan pangan yang aman dan berkualitas bagi masyarakat, serta menindak tegas para pelaku yang mencoba mengambil keuntungan secara curang. [*] Berbagai sumber

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|