Program Prioritas Rektor UMSU: Muktammar Muhammadiyah dan Aisyiyah serta Menuju World Class University

2 hours ago 3

Prof. Dr. Akrim Lubis, M.Pd melantik empat wakil Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Sabtu (25/7). Dr. Marah Doly Nasution, M.Si (wakil rektor bidang Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, pendidikan, pengajaran, dan digitalisasi), Prof. Dr. Muhammad Qorib, M.A (wakil rektor bidang sumber daya dan keuangan), Dr. Faisal, M.Hum (wakil rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni) dan Dr. Rudianto, M.Si (wakil rektor bidang riset, inovasi, pengabdian dan internasionalisasi).

Dalam kesempatan ini, Rektor UMSU Prof. Dr. Akrim Lubis, M.Pd mengungkapkan dua program prioritas rektor yang didukung wakil rektor beserta sivitas akademika UMSU periode 2026-2030. Yakni muktamar ke-49 Muhammadiyah dan Aisyiyah tahun 2027 di Sumut serta UMSU menuju World Class University (WCU).

Kata rektor, UMSU dengan penuh semangat siap menjadi tuan rumah muktamar yang merupakan amanah besar, kehormatan mulia dan kesempatan emas untuk menunjukkan peran mendukung gerakan Islam berkemajuan dan pemberdayaan umat.

Prof. Dr. Akrim Lubis, M.Pd mengajak sivitas akademika untuk secara bersama-sama membangun UMSU menjadi universitas berkelas dunia yang berkemajuan dan memberi manfaat bagi umat dan bangsa. “UMSU unggul, berkemajuan dan berperadaban,” tegasnya.

Visi UMSU, menurut rektor, menjadi perguruan tinggi yang unggul dalam membangun peradaban bangsa dengan mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi dan sumber daya manusia berdasarkan Al-Islam dan Kemuhammadiyah. “Visi kepemimpinan kami ingin menjadikan UMSU sebagai kampus digital berkelas dunia dalam riset dan inovasi berdampak,” urainya.

UMSU, kata Prof. Dr. Akrim Lubis, M.Pd, siap mengembangkan 12 program studi baru yang strategis. Melanjutkan pengembangan STIKes Indah Medan, memperluas infrastruktur kampus dan mempercepat pembangunan UMSU Garden di kawasan kampus terpadu. Rektor juga meminta dukungan para alumni untuk pengembangan UMSU.

Rektor juga menjabarkan delapan fokus program prioritas yakni pengembangan kurikulum berbasis dunia kerja dan masa depan, internasionalisasi aktivitas akademik, peningkatan digitalisasi tata kelola universitas serta peningkatan riset dan publikasi internasional. Kemudian peningkatan sinergitas dengan dunia usaha, dunia industri dan pemerintah, peningkatan kesejahteraan dosen dan tenaga kependidikan, peningkatan layanan kemahasiswaan dan alumni serta peningkatan dan penguatan Al-Islam dan Kemuhammadiyah.

Prof. Dr. Akrim Lubis, M.Pd juga merinci tentang budaya kerja baru yang mempercepat tranformasi, meningkatkan kinerja dan menciptakan dampak nyata. Meliputi: cepat, profesional, inovatif, kolaboratif dan berdampak.

Dalam kesempatan ini, Prof. Dr. Akrim Lubis, M.Pd secara detail menggambarkan sosok empat wakil rektor sebagai merupakan pilar strategis yang saling melengkapi. Empat wakil rektor akan menjadi tim solid dan kompak untuk bersama-sama menjalankan tugas mulia.

Penambahan jumlah wakil rektor, lanjut Prof. Dr. Akrim Lubis, M.Pd, lahir karena perubahan tantangan. Dalam manajemen modern dikenal prinsip structure follow strategy dimana struktur organisasi harus mengikuti yang ingin dicapai. “Struktur organisasi harus menyesuaikan dengan tujuan yang ingin dicapai, terutama dalam transformasi pendidikan, teknologi, riset dan internasionalisasi,” katanya. (dmp)

Prof. Dr. Akrim Lubis, M.Pd melantik empat wakil Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Sabtu (25/7). Dr. Marah Doly Nasution, M.Si (wakil rektor bidang Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, pendidikan, pengajaran, dan digitalisasi), Prof. Dr. Muhammad Qorib, M.A (wakil rektor bidang sumber daya dan keuangan), Dr. Faisal, M.Hum (wakil rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni) dan Dr. Rudianto, M.Si (wakil rektor bidang riset, inovasi, pengabdian dan internasionalisasi).

Dalam kesempatan ini, Rektor UMSU Prof. Dr. Akrim Lubis, M.Pd mengungkapkan dua program prioritas rektor yang didukung wakil rektor beserta sivitas akademika UMSU periode 2026-2030. Yakni muktamar ke-49 Muhammadiyah dan Aisyiyah tahun 2027 di Sumut serta UMSU menuju World Class University (WCU).

Kata rektor, UMSU dengan penuh semangat siap menjadi tuan rumah muktamar yang merupakan amanah besar, kehormatan mulia dan kesempatan emas untuk menunjukkan peran mendukung gerakan Islam berkemajuan dan pemberdayaan umat.

Prof. Dr. Akrim Lubis, M.Pd mengajak sivitas akademika untuk secara bersama-sama membangun UMSU menjadi universitas berkelas dunia yang berkemajuan dan memberi manfaat bagi umat dan bangsa. “UMSU unggul, berkemajuan dan berperadaban,” tegasnya.

Visi UMSU, menurut rektor, menjadi perguruan tinggi yang unggul dalam membangun peradaban bangsa dengan mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi dan sumber daya manusia berdasarkan Al-Islam dan Kemuhammadiyah. “Visi kepemimpinan kami ingin menjadikan UMSU sebagai kampus digital berkelas dunia dalam riset dan inovasi berdampak,” urainya.

UMSU, kata Prof. Dr. Akrim Lubis, M.Pd, siap mengembangkan 12 program studi baru yang strategis. Melanjutkan pengembangan STIKes Indah Medan, memperluas infrastruktur kampus dan mempercepat pembangunan UMSU Garden di kawasan kampus terpadu. Rektor juga meminta dukungan para alumni untuk pengembangan UMSU.

Rektor juga menjabarkan delapan fokus program prioritas yakni pengembangan kurikulum berbasis dunia kerja dan masa depan, internasionalisasi aktivitas akademik, peningkatan digitalisasi tata kelola universitas serta peningkatan riset dan publikasi internasional. Kemudian peningkatan sinergitas dengan dunia usaha, dunia industri dan pemerintah, peningkatan kesejahteraan dosen dan tenaga kependidikan, peningkatan layanan kemahasiswaan dan alumni serta peningkatan dan penguatan Al-Islam dan Kemuhammadiyah.

Prof. Dr. Akrim Lubis, M.Pd juga merinci tentang budaya kerja baru yang mempercepat tranformasi, meningkatkan kinerja dan menciptakan dampak nyata. Meliputi: cepat, profesional, inovatif, kolaboratif dan berdampak.

Dalam kesempatan ini, Prof. Dr. Akrim Lubis, M.Pd secara detail menggambarkan sosok empat wakil rektor sebagai merupakan pilar strategis yang saling melengkapi. Empat wakil rektor akan menjadi tim solid dan kompak untuk bersama-sama menjalankan tugas mulia.

Penambahan jumlah wakil rektor, lanjut Prof. Dr. Akrim Lubis, M.Pd, lahir karena perubahan tantangan. Dalam manajemen modern dikenal prinsip structure follow strategy dimana struktur organisasi harus mengikuti yang ingin dicapai. “Struktur organisasi harus menyesuaikan dengan tujuan yang ingin dicapai, terutama dalam transformasi pendidikan, teknologi, riset dan internasionalisasi,” katanya. (dmp)

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|