Puluhan Tangki Air Bersih Dikirim ke Wonogiri yang Krisis Air, 3 Kecamatan Jadi Sasaran!

5 hours ago 6
KekeringanSalah satu daerah sasaran penyaluran bantuan air bersih dari IPARI dan Jamaah Tilawati Wonogiri. Istimewa

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Krisis air bersih akibat musim kemarau di sejumlah wilayah Kabupaten Wonogiri kembali mendorong gerakan sosial dari berbagai elemen masyarakat. Kali ini, Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kementerian Agama Kabupaten Wonogiri bersama Jamaah Tilawati Wonogiri turun langsung menyalurkan bantuan air bersih.

Sebanyak 20 tangki air bersih dikirim ke tiga kecamatan yang terdampak kekeringan, yakni Giritontro, Giriwoyo, dan Eromoko, Senin (24/8/2026).

Bantuan tersebut merupakan bagian dari Aksi Program Dampak Sosial Khusus (Protas) Kementerian Agama. Distribusi dikoordinasikan para penyuluh agama di masing-masing kecamatan agar bantuan benar-benar sampai ke wilayah yang membutuhkan.

Di Giritontro, menjadi wilayah dengan alokasi terbesar. Sebanyak 10 tangki air bersih disalurkan untuk membantu warga serta fasilitas publik yang menghadapi kesulitan mendapatkan air.

Koordinator IPARI Giritontro, Novi Dwi Sholihah, SHI, memimpin langsung penyaluran tersebut. Bantuan didistribusikan ke sejumlah titik, mulai dari permukiman warga hingga tempat ibadah dan fasilitas pendidikan.

Beberapa lokasi penerima antara lain KB Aster, wilayah Mukus, Wates, Lingkungan Ngatap, Tlogosari, Bergung, Berjo hingga Ngunduk.

Di Kecamatan Giriwoyo, bantuan dialokasikan sebanyak 5 tangki. Pada Senin (24/8), sebanyak tiga tangki terlebih dahulu disalurkan melalui kolaborasi Jamaah Tilawati Wonogiri, IPARI Wonogiri dan Pemerintah Kecamatan Giriwoyo.

Satu tangki dikirim ke penampungan air di Dusun Tangkluk, Desa Tirtosuworo, yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan sekitar 70 kepala keluarga.

Dua tangki lainnya disalurkan ke bak penampungan air di Lingkungan Ngrombo, Kelurahan Girikikis, untuk memenuhi kebutuhan sekitar 78 kepala keluarga.

Sementara di Kecamatan Eromoko, sebanyak 5 tangki air bersih dipusatkan ke Dusun Jalakan, Desa Pucung. Penyaluran dikoordinasikan oleh Dr. Danu Aris Setiyanto, S.Sy.

Bantuan di wilayah tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi rumah tangga. Sebanyak satu tangki dialokasikan untuk masjid dusun, sedangkan empat tangki lainnya disalurkan ke titik penampungan warga.

Kebutuhan air bersih memang tidak berhenti pada konsumsi. Air juga diperlukan warga untuk mandi, mencuci, sanitasi dan berbagai kebutuhan harian lainnya. Karena itu, distribusi langsung ke titik penampungan menjadi penting ketika sumber air warga mulai mengering.

Kolaborasi tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa peran penyuluh agama dapat bergerak lebih luas ketika masyarakat menghadapi persoalan sosial. Tidak hanya menyampaikan pesan keagamaan, para penyuluh ikut hadir dalam aksi kemanusiaan yang menyentuh kebutuhan dasar warga.

“Penyuluhan agama harus hadir di tengah persoalan masyarakat dan memberikan manfaat yang bisa dirasakan secara langsung,” ungkapan menjadi semangat dalam pelaksanaan aksi sosial tersebut.

Bagi warga di wilayah terdampak kekeringan, satu tangki air bukan sekadar kiriman air. Bantuan tersebut menjadi penopang kebutuhan sehari-hari ketika sumber air semakin sulit diperoleh.

Gerakan bersama IPARI dan Jamaah Tilawati Wonogiri ini juga membuka ruang kolaborasi lebih luas. Persoalan kekeringan tidak cukup hanya ditangani satu pihak karena kebutuhan air bersih menyangkut kehidupan masyarakat secara langsung.

Dengan penyaluran 20 tangki ke tiga kecamatan, aksi tersebut diharapkan dapat terus berlanjut selama kondisi kekeringan masih terjadi di sejumlah wilayah Wonogiri. Aris Arianto

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|