Ratusan Siswa SMP di Sleman Tumbang Usai Santap MBG, Diduga Keracunan! Distribusi Disetop Sementara

2 weeks ago 17
Ilustrasi keracunan makanan | kreasi AI

SLEMAN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di tiga SMP wilayah Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman, untuk sementara dihentikan setelah ratusan siswa mengalami gejala keracunan.

Kapolresta Sleman Kombes Pol Edy Setianto Erning Wibowo mengatakan, penghentian ini merupakan hasil koordinasi pihak kepolisian dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai penyelenggara program.

“Tiga SMP tersebut sementara distop dulu distribusi MBG-nya. Untuk sekolah dasar masih tetap berjalan,” ungkap Edy, Kamis (14/8/2025).

Diduga Bersumber dari Satu Dapur Produksi

Tiga sekolah yang terdampak ialah SMP Muhammadiyah 1 Mlati, SMP Muhammadiyah 3 Mlati, dan SMP Pamungkas Mlati. Menurut Edy, seluruh menu MBG untuk sekolah-sekolah ini diproduksi dari dapur kemitraan yang sama.

Dapur tersebut juga menyuplai makanan untuk siswa SD, namun sejauh ini tidak ditemukan laporan gejala serupa di jenjang SD. Dugaan sementara, menu yang disajikan untuk siswa SMP dan SD berbeda.

Pihaknya belum memastikan sampai kapan penghentian akan berlangsung. “Itu kewenangan BGN. Kalau hasil pemeriksaan nanti dinyatakan aman, distribusi bisa dilanjutkan. Kalau tidak, BGN yang akan memutuskan kelanjutan kerja samanya,” kata Edy.

Gejala Massal Usai Santap MBG

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Sleman, total 178 siswa melaporkan gejala mual, pusing, diare, hingga harus mendapatkan penanganan medis.

Rinciannya, di SMP Muhammadiyah 1 Mlati, 58 siswa dari total 526 murid terdata mengalami gejala. Di SMP Muhammadiyah 3 Mlati, 90 siswa terdampak dari total 174 murid. Sementara di SMP Pamungkas Mlati, tercatat 30 siswa dari 263 murid.

Kondisi terparah terjadi di SMP Muhammadiyah 3 Mlati. Kepala sekolahnya, Yulia Rachmawati, mengaku awalnya curiga saat jumlah izin sakit meningkat drastis di pagi hari. Setelah diselidiki, hampir seluruh siswa yang izin mengaku mengalami diare sejak dini hari.

“Setelah kami skrining, ternyata sebagian besar sakitnya sama. Kami langsung koordinasi dengan penyedia MBG, dinas terkait, dan puskesmas untuk penanganan,” jelas Yulia.

Penanganan dan Evaluasi

Sebagian besar siswa yang dibawa ke Puskesmas Mlati I dan II sudah dipulangkan, namun hingga Rabu (13/8/2025) malam, masih ada 19 siswa dirawat di RSUD Sleman dan tiga di RSA UGM. Kondisi mereka dilaporkan membaik.

Pihak sekolah memutuskan menghentikan sementara distribusi MBG selama 1–2 hari ke depan guna memberi waktu bagi evaluasi menyeluruh oleh penyedia dan pihak berwenang.

“Kami akan mengundang wali murid untuk memberikan klarifikasi dan informasi langsung agar tidak terjadi simpang siur,” tambah Yulia.

Program MBG sendiri digulirkan pemerintah untuk meningkatkan asupan gizi siswa, namun insiden di Mlati ini menjadi pengingat bahwa aspek higienitas dan kontrol kualitas menu perlu mendapat pengawasan ketat. [*] Berbagai sumber

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|