JSIT Jateng saat menyerahkan bantuan secara simbolik kepada salah satu sekolah yang terimbas banjir | IstimewaPATI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Di tengah dampak banjir yang meluas di sejumlah wilayah Jawa Tengah, perhatian terhadap keberlangsungan kegiatan belajar mengajar menjadi kebutuhan mendesak. Kondisi inilah yang mendorong JSIT Indonesia Wilayah Jawa Tengah bergerak cepat memberikan dukungan kepada para guru dan lembaga pendidikan yang terdampak bencana.
Hujan deras yang mengguyur kawasan Pati dan Kudus dalam beberapa hari terakhir menyebabkan genangan dan banjir di berbagai titik. Sejumlah sekolah Islam Terpadu turut merasakan dampaknya, baik dari sisi aktivitas pembelajaran maupun kondisi para pendidiknya.
Merespons situasi tersebut, Selasa (20/1/2026), JSIT Indonesia Wilayah Jawa Tengah melalui Dompet Peduli Pendidikan Ummat (DPPU) menyalurkan bantuan langsung ke lapangan. Penyaluran dipimpin Ketua JSIT Jateng Hananto Widhiaksono bersama Ketua Bidang 4, Fathurahman.
Bantuan diserahkan di beberapa satuan pendidikan, di antaranya SDIT Umar Bin Khathab Juwana, TKIT Abu Bakar Pati, SDIT Lentera Hati Gabus, serta SMPIT Al Islam Kudus. Kehadiran pengurus JSIT di lokasi menjadi bentuk solidaritas sekaligus dukungan moral bagi guru dan sekolah yang terdampak.
Hananto Widhiaksono mengatakan, bantuan tersebut merupakan amanah dari para donatur yang disalurkan sebagai wujud kepedulian keluarga besar JSIT terhadap sesama insan pendidikan. Menurutnya, musibah banjir tidak boleh memutus semangat para guru dalam menjalankan peran strategisnya.
Sementara itu, Fathurahman menekankan pentingnya respon cepat dan kolaborasi dalam menghadapi kondisi darurat. Ia menyebut DPPU JSIT Jateng berupaya memastikan bantuan dapat segera diterima oleh pihak yang membutuhkan agar dampaknya terasa langsung.
Secara keseluruhan, bantuan disalurkan kepada 41 guru serta tiga lembaga pendidikan di wilayah Pati dan Kudus. Selain itu, dukungan serupa juga menjangkau Sekolah Islam Terpadu di beberapa daerah lain yang turut terdampak banjir, seperti Kendal, Pekalongan, dan Boyolali.
Apresiasi disampaikan oleh Kepala SDIT Umar Bin Khathab Juwana, Endang Puji Astutik. Ia menilai bantuan tersebut sangat berarti bagi sekolah dan para guru di tengah situasi sulit akibat banjir, sekaligus menjadi penguat semangat untuk segera memulihkan aktivitas pendidikan.
Melalui aksi kemanusiaan ini, JSIT Indonesia Wilayah Jawa Tengah berharap kondisi segera membaik, banjir cepat surut, dan proses pembelajaran dapat kembali berjalan normal. JSIT juga mengajak berbagai pihak untuk terus bergotong royong membantu dunia pendidikan yang terdampak bencana. [*]
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

1 day ago
5

















































