Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Medan menyiapkan langkah permanen untuk mengatasi banjir yang selama belasan tahun menghantui warga Kelurahan Sempakata, Kecamatan Medan Selayang. Tiga program strategis, yakni pemasangan U-Ditch, pembangunan sodetan, dan kolam retensi ditargetkan mulai direalisasikan pada tahun anggaran 2027.
Kepala Dinas SDABMBK Kota Medan Khairul Azmi, mengatakan pihaknya telah turun langsung meninjau lokasi setelah persoalan banjir di Sempakata menjadi perhatian DPRD Kota Medan. Sebagai langkah awal, tim telah melakukan normalisasi drainase dengan mengeruk sedimentasi serta membongkar beton yang menghambat aliran air.
“Untuk banjir di Kelurahan Sempakata sudah ditinjau langsung oleh tim. Bersama pihak kecamatan dan kelurahan kami melakukan normalisasi drainase melalui pengorekan sedimentasi,” kata Khairul Azmi kepada Sumut Pos, Senin (13/7).
Menurutnya, normalisasi drainase menjadi solusi jangka pendek untuk mengurangi genangan saat hujan. Meski belum menyelesaikan persoalan secara menyeluruh, upaya tersebut dinilai mampu meningkatkan kapasitas saluran sehingga aliran air menjadi lebih lancar.
“Penanganan ini memang masih bersifat sementara, tetapi cukup efektif untuk menampung dan mengalirkan debit air sehingga banjir dapat diminimalisir,” ujarnya.
Selain penanganan darurat, SDABMBK telah menyusun solusi permanen. Program pertama adalah pelebaran sekaligus pendalaman drainase melalui pemasangan U-Ditch yang akan mulai dianggarkan dan dikerjakan pada awal tahun depan. “Pemasangan U-Ditch dilakukan untuk memperbesar kapasitas drainase. Pekerjaannya direncanakan dimulai pada awal tahun depan,” jelasnya.
Langkah berikutnya ialah pembangunan dua jalur sodetan guna mempercepat aliran air menuju sungai. Sodetan pertama akan melintasi Jalan Jamin Ginting sehingga memerlukan koordinasi dengan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN), sedangkan sodetan kedua akan dibangun melalui Jalan Flamboyan Raya. “Sodetan di Jalan Jamin Ginting masih memerlukan koordinasi dengan BBPJN karena merupakan jalan nasional. Sementara untuk Jalur Flamboyan Raya tidak ada kendala dan dapat langsung dikerjakan,” katanya.
Tak hanya itu, SDABMBK juga telah menyiapkan pembangunan kolam retensi sebagai penampung sementara air saat curah hujan tinggi. Lokasi pembangunan telah tersedia dan saat ini tinggal menunggu proses pembebasan lahan oleh Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (PKPCKTR) Kota Medan.
“Lahan untuk kolam retensi sudah ada. Tahun depan kami berharap pembebasan lahan bisa segera dilakukan, kemudian dilanjutkan pembangunan fisiknya. Kami mohon dukungan masyarakat agar persoalan banjir di Sempakata dapat dituntaskan,” tutur Azmi.
Sebelumnya, persoalan banjir di Kelurahan Sempakata menjadi sorotan setelah perwakilan warga mengadu kepada Ketua DPRD Kota Medan, Wong Chun Sen. Warga mengeluhkan banjir yang terus berulang selama belasan tahun dan menyebabkan kerugian setiap musim hujan.
Perwakilan warga, Poltak Simanjuntak, menilai penyebab utama banjir bukan hanya tingginya intensitas hujan, melainkan kapasitas drainase yang tidak mampu menampung besarnya debit air dari kawasan hulu.
Menindaklanjuti aspirasi tersebut, Wong Chun Sen langsung meminta Camat Medan Selayang dan Kepala Dinas SDABMBK Kota Medan segera mengambil langkah nyata agar persoalan banjir yang selama ini dikeluhkan warga dapat segera teratasi. (map/ila)
Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Medan menyiapkan langkah permanen untuk mengatasi banjir yang selama belasan tahun menghantui warga Kelurahan Sempakata, Kecamatan Medan Selayang. Tiga program strategis, yakni pemasangan U-Ditch, pembangunan sodetan, dan kolam retensi ditargetkan mulai direalisasikan pada tahun anggaran 2027.
Kepala Dinas SDABMBK Kota Medan Khairul Azmi, mengatakan pihaknya telah turun langsung meninjau lokasi setelah persoalan banjir di Sempakata menjadi perhatian DPRD Kota Medan. Sebagai langkah awal, tim telah melakukan normalisasi drainase dengan mengeruk sedimentasi serta membongkar beton yang menghambat aliran air.
“Untuk banjir di Kelurahan Sempakata sudah ditinjau langsung oleh tim. Bersama pihak kecamatan dan kelurahan kami melakukan normalisasi drainase melalui pengorekan sedimentasi,” kata Khairul Azmi kepada Sumut Pos, Senin (13/7).
Menurutnya, normalisasi drainase menjadi solusi jangka pendek untuk mengurangi genangan saat hujan. Meski belum menyelesaikan persoalan secara menyeluruh, upaya tersebut dinilai mampu meningkatkan kapasitas saluran sehingga aliran air menjadi lebih lancar.
“Penanganan ini memang masih bersifat sementara, tetapi cukup efektif untuk menampung dan mengalirkan debit air sehingga banjir dapat diminimalisir,” ujarnya.
Selain penanganan darurat, SDABMBK telah menyusun solusi permanen. Program pertama adalah pelebaran sekaligus pendalaman drainase melalui pemasangan U-Ditch yang akan mulai dianggarkan dan dikerjakan pada awal tahun depan. “Pemasangan U-Ditch dilakukan untuk memperbesar kapasitas drainase. Pekerjaannya direncanakan dimulai pada awal tahun depan,” jelasnya.
Langkah berikutnya ialah pembangunan dua jalur sodetan guna mempercepat aliran air menuju sungai. Sodetan pertama akan melintasi Jalan Jamin Ginting sehingga memerlukan koordinasi dengan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN), sedangkan sodetan kedua akan dibangun melalui Jalan Flamboyan Raya. “Sodetan di Jalan Jamin Ginting masih memerlukan koordinasi dengan BBPJN karena merupakan jalan nasional. Sementara untuk Jalur Flamboyan Raya tidak ada kendala dan dapat langsung dikerjakan,” katanya.
Tak hanya itu, SDABMBK juga telah menyiapkan pembangunan kolam retensi sebagai penampung sementara air saat curah hujan tinggi. Lokasi pembangunan telah tersedia dan saat ini tinggal menunggu proses pembebasan lahan oleh Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (PKPCKTR) Kota Medan.
“Lahan untuk kolam retensi sudah ada. Tahun depan kami berharap pembebasan lahan bisa segera dilakukan, kemudian dilanjutkan pembangunan fisiknya. Kami mohon dukungan masyarakat agar persoalan banjir di Sempakata dapat dituntaskan,” tutur Azmi.
Sebelumnya, persoalan banjir di Kelurahan Sempakata menjadi sorotan setelah perwakilan warga mengadu kepada Ketua DPRD Kota Medan, Wong Chun Sen. Warga mengeluhkan banjir yang terus berulang selama belasan tahun dan menyebabkan kerugian setiap musim hujan.
Perwakilan warga, Poltak Simanjuntak, menilai penyebab utama banjir bukan hanya tingginya intensitas hujan, melainkan kapasitas drainase yang tidak mampu menampung besarnya debit air dari kawasan hulu.
Menindaklanjuti aspirasi tersebut, Wong Chun Sen langsung meminta Camat Medan Selayang dan Kepala Dinas SDABMBK Kota Medan segera mengambil langkah nyata agar persoalan banjir yang selama ini dikeluhkan warga dapat segera teratasi. (map/ila)

14 hours ago
5

















































