TEBINGTINGGI – Antrean panjang kendaraan kembali terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Tebingtinggi, Minggu (12/7) pagi. Salah satu titik terparah terlihat di SPBU 14.206.183 Simpang Rambung, Kecamatan Tebingtinggi Kota, Kelurahan Rambung, Minggu (12/7/2026).
Pantauan di lokasi sejak sekitar pukul 06.00 WIB, ratusan kendaraan mulai dari sepeda motor, becak motor, mobil pikap hingga truk angkutan barang mengantre untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Solar dan Pertalite. Antrean bahkan mengular hingga sekitar 500 meter ke arah Jalan Deblot Sindoro atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai kawasan Bagelen.
Seorang warga sekitar mengaku heran melihat kondisi tersebut. Menurutnya, suasana Minggu yang biasanya lengang justru berubah menjadi sangat padat akibat antrean kendaraan yang hendak mengisi BBM.
“Biasanya Minggu pagi sepi, sekarang ramai sekali. Sepanjang Jalan Deblot Sindoro dipenuhi kendaraan yang mengantre BBM,” ujarnya.
Seorang sopir truk yang enggan disebutkan namanya mengatakan, antrean diperkirakan akan terus bertambah apabila pasokan BBM tidak segera terurai.
“Sebentar lagi antreannya sampai ke pinggir rel kereta api ini, Bang,” katanya sambil berseloroh.
Hal senada disampaikan Ucok (47), sopir truk angkutan barang. Ia mengaku sengaja mengeluarkan truk dari gudang pada hari libur demi mendapatkan Solar bersubsidi.
“Harusnya hari Minggu saya istirahat. Tapi karena Solar beberapa bulan ini sering susah didapat, saya terpaksa ikut antre. Kalau besok tidak dapat Solar, distribusi barang bisa terganggu,” katanya.
Sejumlah warga juga mempertanyakan kondisi kelangkaan BBM bersubsidi yang terus berulang di daerah tersebut. Mereka berharap pemerintah dan pihak terkait segera melakukan evaluasi terhadap sistem penyaluran BBM subsidi agar benar-benar dinikmati masyarakat yang berhak.
“Kita ini negara yang kaya sumber daya alam, tapi masyarakat masih kesulitan mendapatkan BBM subsidi. Jangan sampai kepentingan pribadi lebih diutamakan daripada kepentingan rakyat,” ujar salah seorang warga.
Selain di SPBU Simpang Rambung, antrean panjang juga dilaporkan terjadi di beberapa SPBU lainnya di Kota Tebingtinggi, di antaranya SPBU Simpang Beo dan SPBU Kampung Keling di Kecamatan Rambutan, serta SPBU Tambangan di Kecamatan Padanghilir.
Kondisi ini menyebabkan arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan menjadi tersendat, terutama pada jam-jam sibuk pagi hari. Warga berharap Pertamina bersama aparat terkait melakukan pengawasan lebih ketat terhadap distribusi BBM bersubsidi agar penyalurannya tepat sasaran dan tidak menimbulkan antrean panjang yang berulang. (mag-3/azw)
TEBINGTINGGI – Antrean panjang kendaraan kembali terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Tebingtinggi, Minggu (12/7) pagi. Salah satu titik terparah terlihat di SPBU 14.206.183 Simpang Rambung, Kecamatan Tebingtinggi Kota, Kelurahan Rambung, Minggu (12/7/2026).
Pantauan di lokasi sejak sekitar pukul 06.00 WIB, ratusan kendaraan mulai dari sepeda motor, becak motor, mobil pikap hingga truk angkutan barang mengantre untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Solar dan Pertalite. Antrean bahkan mengular hingga sekitar 500 meter ke arah Jalan Deblot Sindoro atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai kawasan Bagelen.
Seorang warga sekitar mengaku heran melihat kondisi tersebut. Menurutnya, suasana Minggu yang biasanya lengang justru berubah menjadi sangat padat akibat antrean kendaraan yang hendak mengisi BBM.
“Biasanya Minggu pagi sepi, sekarang ramai sekali. Sepanjang Jalan Deblot Sindoro dipenuhi kendaraan yang mengantre BBM,” ujarnya.
Seorang sopir truk yang enggan disebutkan namanya mengatakan, antrean diperkirakan akan terus bertambah apabila pasokan BBM tidak segera terurai.
“Sebentar lagi antreannya sampai ke pinggir rel kereta api ini, Bang,” katanya sambil berseloroh.
Hal senada disampaikan Ucok (47), sopir truk angkutan barang. Ia mengaku sengaja mengeluarkan truk dari gudang pada hari libur demi mendapatkan Solar bersubsidi.
“Harusnya hari Minggu saya istirahat. Tapi karena Solar beberapa bulan ini sering susah didapat, saya terpaksa ikut antre. Kalau besok tidak dapat Solar, distribusi barang bisa terganggu,” katanya.
Sejumlah warga juga mempertanyakan kondisi kelangkaan BBM bersubsidi yang terus berulang di daerah tersebut. Mereka berharap pemerintah dan pihak terkait segera melakukan evaluasi terhadap sistem penyaluran BBM subsidi agar benar-benar dinikmati masyarakat yang berhak.
“Kita ini negara yang kaya sumber daya alam, tapi masyarakat masih kesulitan mendapatkan BBM subsidi. Jangan sampai kepentingan pribadi lebih diutamakan daripada kepentingan rakyat,” ujar salah seorang warga.
Selain di SPBU Simpang Rambung, antrean panjang juga dilaporkan terjadi di beberapa SPBU lainnya di Kota Tebingtinggi, di antaranya SPBU Simpang Beo dan SPBU Kampung Keling di Kecamatan Rambutan, serta SPBU Tambangan di Kecamatan Padanghilir.
Kondisi ini menyebabkan arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan menjadi tersendat, terutama pada jam-jam sibuk pagi hari. Warga berharap Pertamina bersama aparat terkait melakukan pengawasan lebih ketat terhadap distribusi BBM bersubsidi agar penyalurannya tepat sasaran dan tidak menimbulkan antrean panjang yang berulang. (mag-3/azw)

19 hours ago
15

















































