Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara memboyong deretan penghargaan tertinggi pada Seiba International Festival 2026. Perhelatan akbar yang mempertemukan ratusan talenta terbaik dari berbagai negara dan perguruan tinggi keagamaan Islam ini berlangsung selama enam hari di kampus UIN Imam Bonjol Padang.
Dalam kegiatan kompetisi, kolaborasi dan integrasi budaya ini, UIN Sumatera Utara menegaskan posisi sebagai salah satu kekuatan utama dengan berbagai medali emas, perak, hingga penghargaan prestisius tingkat platinum. UIN Sumatera Utara berprestasi pada 10 cabang perlombaan bergengsi.
Monolog meraih medali gold (emas) sekaligus penghargaan platinum. Tim monolog terdiri Ahmad Gunawan Munthe, Satrio Prio Widodo, Muchlis Kurniawan dan Rizki Pernando Berutu bahkan terpilih untuk tampil memukau di panggung utama acara penutupan. Musabaqah Syarhil Quran (MSQ) meraih gold dan penghargaan platinum. Keberhasilan ini semakin lengkap setelah qori Tim MSQ UIN Sumatera Utara juga dipercaya untuk tampil dihadapan seluruh delegasi internasional sebagai pembaca doa penutup sakral pada upacara penutupan.
Perlombaan film pendek juga meraih gold melalui karya sinematik apik dari Nur Hafiz dan Siti Azizah.
Pop solo meraih gold lewat penampilan vokal memukau dari Muhammad Khadafi yang juga terpilih tampil pada penutupan.
Pencak silat seni tunggal putra juga meraih gold yang dipersembahkan Aslam Dwi Putra. Pencak silat seni tunggal putri jugaeraih gold yang diraih Gita Nabila Azzahra. Untuk kaligrafi juga meraih gold melalui goresan kuas estetis Iyaki Azumi Hutasuhut.
Pada kegiatan seminar kebudayaan, UIN Sumatera Utara pun meraih gold lewat gagasan dan presentasi cemerlang dari Hany Arifya. Untuk Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), UIN Sumatera Utara meraih medali Silver (perak) melalui Muhammad Al Qori Suherla. Sedangkan puisi meraih silver oleh dari Sinta Puspita Sari.
Rektor UIN Imam Bonjol Padang Prof. Dr. Hj. Martin Kustati, M.Pd menyampaikan apresiasi kepada seluruh rektor, delegasi dan peserta internasional dari berbagai negara seperti Kamboja, Singapura, Malaysia hingga Jepang yang telah menyukseskan festival tersebut.
Prof. Dr. Hj. Martin Kustati, M.Pd menekankan bahwa tema festival Sustainability from Nusantara for Global Harmony bukan sekadar slogan. Ini merupakan panggilan bagi perguruan tinggi Islam untuk merespon tantangan global. Diantaranya perubahan iklim, krisis energi hingga perkembangan kecerdasan artifisial (AI) secara bijak melalui implementasi tridharma perguruan tinggi.
Rektor UIN Imam Bonjol juga melepas kepulangan para peserta dengan untaian pantun yang menegaskan bahwa berakhirnya festival ini justru menjadi awal dari kolaborasi global yang lebih luas. “Anak Minang pergi berlayar. Singgah sebentar di Pulau Mutiara. Seiba International Festival bukanlah berakhir. Namun kolaborasi terus mendunia,” katanya.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UIN Sumatera Utara Prof. Dr. Katimin, M.A turut menyampaikan apresiasi terhadap sivitas akademika yang dipimpinnya. Prof. Dr. Katimin, M.A terharu dan bangga melihat kegigihan dan semangat pantang menyerah yang ditunjukkan para mahasiswa di setiap cabang lomba.
Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa pembinaan bakat dan minat kemahasiswaan di UIN Sumatera Utara berjalan di jalur yang tepat. Prof. Dr. Katimin, M.A optimis UIN Sumatera Utara mampu membentuk karakter generasi muda yang unggul, tangguh dan berdaya saing internasional.
Dedikasi, kerja keras dan daya juang luar biasa yang ditunjukkan para mahasiswa dan tim official yang dipimpin Yunni Salma, S.Ag, M.M juga diapresiasi Rektor UIN Sumatera Utara Prof. Dr. Nurhayati, M.Ag. Ia menegaskan bahwa raihan gold dan platinum diberbagai cabang seni, ilmiah dan olahraga menjadi bukti sahih bahwa mahasiswa UIN Sumatera Utara memiliki kualitas daya saing yang tinggi dan mampu berbicara banyak di level internasional.
Pencapaian ini, lanjut Prof. Dr. Nurhayati, M.Ag, dapat menjadi pemantik motivasi bagi seluruh mahasiswa UIN Sumatera Utara untuk terus berkarya, berinovasi dan mengukir prestasi yang mengharumkan nama almamater dan Sumut dimasa mendatang. (dmp)
Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara memboyong deretan penghargaan tertinggi pada Seiba International Festival 2026. Perhelatan akbar yang mempertemukan ratusan talenta terbaik dari berbagai negara dan perguruan tinggi keagamaan Islam ini berlangsung selama enam hari di kampus UIN Imam Bonjol Padang.
Dalam kegiatan kompetisi, kolaborasi dan integrasi budaya ini, UIN Sumatera Utara menegaskan posisi sebagai salah satu kekuatan utama dengan berbagai medali emas, perak, hingga penghargaan prestisius tingkat platinum. UIN Sumatera Utara berprestasi pada 10 cabang perlombaan bergengsi.
Monolog meraih medali gold (emas) sekaligus penghargaan platinum. Tim monolog terdiri Ahmad Gunawan Munthe, Satrio Prio Widodo, Muchlis Kurniawan dan Rizki Pernando Berutu bahkan terpilih untuk tampil memukau di panggung utama acara penutupan. Musabaqah Syarhil Quran (MSQ) meraih gold dan penghargaan platinum. Keberhasilan ini semakin lengkap setelah qori Tim MSQ UIN Sumatera Utara juga dipercaya untuk tampil dihadapan seluruh delegasi internasional sebagai pembaca doa penutup sakral pada upacara penutupan.
Perlombaan film pendek juga meraih gold melalui karya sinematik apik dari Nur Hafiz dan Siti Azizah.
Pop solo meraih gold lewat penampilan vokal memukau dari Muhammad Khadafi yang juga terpilih tampil pada penutupan.
Pencak silat seni tunggal putra juga meraih gold yang dipersembahkan Aslam Dwi Putra. Pencak silat seni tunggal putri jugaeraih gold yang diraih Gita Nabila Azzahra. Untuk kaligrafi juga meraih gold melalui goresan kuas estetis Iyaki Azumi Hutasuhut.
Pada kegiatan seminar kebudayaan, UIN Sumatera Utara pun meraih gold lewat gagasan dan presentasi cemerlang dari Hany Arifya. Untuk Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), UIN Sumatera Utara meraih medali Silver (perak) melalui Muhammad Al Qori Suherla. Sedangkan puisi meraih silver oleh dari Sinta Puspita Sari.
Rektor UIN Imam Bonjol Padang Prof. Dr. Hj. Martin Kustati, M.Pd menyampaikan apresiasi kepada seluruh rektor, delegasi dan peserta internasional dari berbagai negara seperti Kamboja, Singapura, Malaysia hingga Jepang yang telah menyukseskan festival tersebut.
Prof. Dr. Hj. Martin Kustati, M.Pd menekankan bahwa tema festival Sustainability from Nusantara for Global Harmony bukan sekadar slogan. Ini merupakan panggilan bagi perguruan tinggi Islam untuk merespon tantangan global. Diantaranya perubahan iklim, krisis energi hingga perkembangan kecerdasan artifisial (AI) secara bijak melalui implementasi tridharma perguruan tinggi.
Rektor UIN Imam Bonjol juga melepas kepulangan para peserta dengan untaian pantun yang menegaskan bahwa berakhirnya festival ini justru menjadi awal dari kolaborasi global yang lebih luas. “Anak Minang pergi berlayar. Singgah sebentar di Pulau Mutiara. Seiba International Festival bukanlah berakhir. Namun kolaborasi terus mendunia,” katanya.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UIN Sumatera Utara Prof. Dr. Katimin, M.A turut menyampaikan apresiasi terhadap sivitas akademika yang dipimpinnya. Prof. Dr. Katimin, M.A terharu dan bangga melihat kegigihan dan semangat pantang menyerah yang ditunjukkan para mahasiswa di setiap cabang lomba.
Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa pembinaan bakat dan minat kemahasiswaan di UIN Sumatera Utara berjalan di jalur yang tepat. Prof. Dr. Katimin, M.A optimis UIN Sumatera Utara mampu membentuk karakter generasi muda yang unggul, tangguh dan berdaya saing internasional.
Dedikasi, kerja keras dan daya juang luar biasa yang ditunjukkan para mahasiswa dan tim official yang dipimpin Yunni Salma, S.Ag, M.M juga diapresiasi Rektor UIN Sumatera Utara Prof. Dr. Nurhayati, M.Ag. Ia menegaskan bahwa raihan gold dan platinum diberbagai cabang seni, ilmiah dan olahraga menjadi bukti sahih bahwa mahasiswa UIN Sumatera Utara memiliki kualitas daya saing yang tinggi dan mampu berbicara banyak di level internasional.
Pencapaian ini, lanjut Prof. Dr. Nurhayati, M.Ag, dapat menjadi pemantik motivasi bagi seluruh mahasiswa UIN Sumatera Utara untuk terus berkarya, berinovasi dan mengukir prestasi yang mengharumkan nama almamater dan Sumut dimasa mendatang. (dmp)

11 hours ago
8

















































