SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM — Di tengah tantangan rendahnya budaya membaca dan literasi digital di kalangan siswa sekolah dasar, SD Negeri Bukuran 1 Kalijambe menghadirkan inovasi pembelajaran berbasis teknologi bertajuk Kawasan Literasi Digital SDN Bukuran 1 (Katrisnan).
Inovasi ini menjadi respons konkret terhadap lemahnya minat baca siswa sekaligus upaya meningkatkan keterampilan digital sejak dini. Katrisnan hadir sebagai solusi atas persoalan mendasar, yakni banyaknya siswa yang belum fasih membaca sehingga mudah merasa bosan saat belajar.
Melalui pendekatan yang menggabungkan literasi konvensional dengan teknologi digital seperti e-book, aplikasi pembelajaran, dan media interaktif, lingkungan belajar menjadi lebih menyenangkan dan mudah diakses. Hasilnya, siswa kini lebih antusias mengikuti kegiatan literasi.

Kepala SDN Bukuran 1, Suparji, S.Pd., mengungkapkan bahwa inovasi ini lahir dari keresahan atas rendahnya kemampuan membaca siswa serta minimnya pemanfaatan teknologi di lingkungan sekolah.
“Katrisnan kami gagas bukan hanya untuk meningkatkan minat baca, tetapi juga membekali siswa dengan literasi digital sejak dini. Mereka belajar tidak hanya dari buku cetak, tetapi juga melalui teknologi yang membuat proses membaca lebih menarik dan kontekstual,” ujar Suparji.
Inovasi ini juga sejalan dengan semangat Gerakan Literasi Sekolah sebagaimana diamanatkan dalam Permendikbud No. 23 Tahun 2015, serta relevan dengan tuntutan era digital yang diatur dalam berbagai regulasi pendidikan nasional.
Katrisnan terbukti memberikan dampak positif. Berdasarkan evaluasi melalui Rapor Pendidikan, kemampuan literasi siswa meningkat secara signifikan. Minat baca anak juga tumbuh, tercermin dari antusiasme mereka saat menggunakan perangkat digital untuk mengakses materi bacaan.
Melalui Katrisnan, SDN Bukuran 1 tak hanya mencetak siswa yang gemar membaca, tetapi juga melahirkan generasi muda yang siap menghadapi tantangan dunia digital dengan bekal literasi yang kuat dan adaptif.
Huri Yanto
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.