Sehari Setelah Dadan Dicopot, Kejagung Geledah Kantor Badan Gizi Nasional  

15 hours ago 13
Logo BGN | Wikipedia

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Badan Gizi Nasional (BGN) kembali menjadi perhatian publik setelah kantor pusat lembaga tersebut di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, didatangi penyidik Kejaksaan Agung pada Rabu (3/6/2026).

Penggeledahan itu berlangsung di tengah proses audit internal yang sedang berjalan terkait dugaan praktik jual beli titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepastian mengenai adanya penggeledahan tersebut disampaikan Pelaksana Harian (Plh) Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Mohammad Jefri.

“Penyidik Pidsus Kejaksaan Agung benar melakukan penggeledahan di kantor BGN,” kata Jefri, Rabu (3/6/2026).

Meski membenarkan kegiatan tersebut, Jefri belum mengungkap perkara yang sedang ditangani maupun barang bukti yang dicari penyidik. Ia menyatakan penjelasan lebih rinci akan disampaikan melalui keterangan resmi.

“Nanti akan disampaikan secara resmi,” ujarnya.

Berdasarkan informasi dari petugas keamanan di lokasi, tim penyidik telah berada di kantor BGN sejak dini hari. Bahkan, sejumlah kendaraan milik Kejaksaan Agung disebut sudah terlihat di area gedung sejak sekitar pukul 02.00 WIB.

Akibat proses penggeledahan yang masih berlangsung, sejumlah pegawai BGN dilaporkan belum dapat memasuki kantor pada pagi hari. Petugas keamanan yang enggan disebut namanya juga menyebut adanya pengawalan dari personel TNI selama kegiatan berlangsung.

Penggeledahan tersebut terjadi hanya beberapa jam setelah Presiden Prabowo Subianto melakukan pergantian jajaran pimpinan Badan Gizi Nasional.

Dalam pengumuman yang disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi pada Selasa (2/6/2026) malam, Kepala BGN Dadan Hindayana diberhentikan dari jabatannya dan digantikan oleh Nanik S. Deyang yang sebelumnya menjabat sebagai wakil kepala badan.

Selain itu, dua wakil kepala BGN, yakni Brigjen Sony Sonjaya dan Mayjen TNI (Purn) Lodewyk Pusung, juga dicopot. Presiden kemudian menunjuk Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono untuk mengisi posisi tersebut.

“Bapak Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian di Badan Gizi Nasional,” kata Prasetyo Hadi saat konferensi pers di Istana Negara.

Menurut Prasetyo, langkah tersebut merupakan bagian dari evaluasi organisasi agar pelaksanaan program prioritas pemerintah dapat berjalan lebih efektif. Ia juga menegaskan pergantian pimpinan tidak akan mengganggu pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi salah satu program unggulan pemerintah.

Di sisi lain, pemerintah mengakui saat ini sedang melakukan audit internal di lingkungan BGN. Audit tersebut berkaitan dengan dugaan adanya praktik jual beli titik SPPG yang menjadi salah satu komponen penting dalam pelaksanaan program MBG.

“Semua sedang dalam proses audit internal. Itu bagian dari monitoring dan evaluasi yang terus menerus kami lakukan,” ujar Prasetyo.

Namun demikian, pemerintah belum bersedia membuka hasil sementara maupun temuan yang diperoleh dari audit tersebut. Prasetyo meminta publik menunggu hingga seluruh proses pemeriksaan selesai dilakukan.

“Tunggu, nanti akan kita umumkan,” tegasnya. [*] Disarikan dari sumber berita media daring

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|