Sepakat! ILP Sidikalang Naik Rp300 Ribu ke Toilet Gratis

2 hours ago 3

DAIRI – Pertemuan Bupati Dairi, Vickner Sinaga dan perwakilan pedagang Blok A dan B Pasar Sidikalang, menemui titik terang. Pedagang sepakat Iuran Layanan Pasar (ILP) naik Rp300 ribu ke toilet gratis.

Dalam pertemuan yang berlangsung dinamis, tegang dan berakhir ceria, Bupati Vickner Sinaga mengatakan, berdasarkan rembug Wakil Bupati, Wahyu Daniel Sagala dengan pedagang, Selasa (8/9), disepakati kenaikan Rp200 ribu per lapak per tahun.

Pertemuan ini dipandu Asiten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Agel Siregar. Agel Siregar menyampaikan, aspirasi pedagang sudah disampaikan ke Bupati.

“Dan pertemuan ini menindaklanjuti aspirasi disampaikan pedagang beberapa hari lalu. Pada prinsipnya, Bupati sangat memahami kondisi pedagang,” kata Agel mengawali pertemuan.

Sedangkan Bupati Dairi Vickner Sinaga mengatakan, banyak pembenahan dan pelayanan harus dilakukan PD Pasar. Karena itu, Bupati berpendapat, kenaikan di angka Rp300 ribu.

“Saya anak pedagang tembakau di Pasar Sidikalang. Saya juga dulu sering di pasar. Tahu betul apa rintihan masyarakat. Dengan tambahan Rp300 ribu, akan dirasakan perbaikan,” kata Vickner.

Para pedagang seperti disuarakan, Tiur Sinaga dan Nurbenget Sinaga serta pedagang lainnya bertahan kenaikan hanya di angka Rp200 ribu. Alasannya Kedang satu minggu pedagang tidak buka dasar. “Satu minggu kami mau tidak buka dasar, pak,” ujar Tiur dan Nurbenget.

Vickner menyebut, kalau bertahan di angka dimaksud, kualitas layanan juga apa adanya. Dia menterahkan sepenuhnya kepada pedagang dan akan disahkan.

“Saya tidak akan sengsarakan rakyat! Saya tidak mau menyalahkan siapa. Tak perlu mengungkit kelemahan masa lalu. Kalau belakangan terbukti menyulitkan, tarif bisa diturunkan,” tandas Vickner.

Belasan pedagang akhirnya minta waktu untuk musyawarah. Pertemuan diskors. Mereka menyatukan pendapat di teras pendopo.

Selanjutnya, setelah selesai musyawah perwakilan pedagang, Eppen Sitanggang dan Ferdinand Sihaloho menyebut, menerima putusan Vickner. Hanya saja, biaya toilet khusus pedagang dibebaskan. Demikian juga akses masuk ke lantai 2 perlu ditambah.

Pertemuan berhasil menganulir putusan Direktur Utama PD Pasar yang membuat besaran iuran naik 3 kali lipat hingga bernilai jutaan rupiah per tahun. Direktur Utama PD Pasar, Lumpin Pangaribuan mengatakan, akan bekerja keras meningkatkan pelayanan.

Pertemuan berakhir ceria diiringi lantunan lagu rohani berupa doa bagi pemulihan Vickner. Lagu Bagi Tuhan Tak Ada Yang Mustahil dilantunkan bersama.

Sebagai tanda kasih, Vickner memberi kaos warna hitam bergambar dirinya dengan mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan. Pertemuan ini dihadiri Asisten Perekonomian Junihardi Siregar, Kabag Hukum Arjun Nainggolan serta Kabag Perekonomian Lipinus Sembiring. (rud/dek)

DAIRI – Pertemuan Bupati Dairi, Vickner Sinaga dan perwakilan pedagang Blok A dan B Pasar Sidikalang, menemui titik terang. Pedagang sepakat Iuran Layanan Pasar (ILP) naik Rp300 ribu ke toilet gratis.

Dalam pertemuan yang berlangsung dinamis, tegang dan berakhir ceria, Bupati Vickner Sinaga mengatakan, berdasarkan rembug Wakil Bupati, Wahyu Daniel Sagala dengan pedagang, Selasa (8/9), disepakati kenaikan Rp200 ribu per lapak per tahun.

Pertemuan ini dipandu Asiten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Agel Siregar. Agel Siregar menyampaikan, aspirasi pedagang sudah disampaikan ke Bupati.

“Dan pertemuan ini menindaklanjuti aspirasi disampaikan pedagang beberapa hari lalu. Pada prinsipnya, Bupati sangat memahami kondisi pedagang,” kata Agel mengawali pertemuan.

Sedangkan Bupati Dairi Vickner Sinaga mengatakan, banyak pembenahan dan pelayanan harus dilakukan PD Pasar. Karena itu, Bupati berpendapat, kenaikan di angka Rp300 ribu.

“Saya anak pedagang tembakau di Pasar Sidikalang. Saya juga dulu sering di pasar. Tahu betul apa rintihan masyarakat. Dengan tambahan Rp300 ribu, akan dirasakan perbaikan,” kata Vickner.

Para pedagang seperti disuarakan, Tiur Sinaga dan Nurbenget Sinaga serta pedagang lainnya bertahan kenaikan hanya di angka Rp200 ribu. Alasannya Kedang satu minggu pedagang tidak buka dasar. “Satu minggu kami mau tidak buka dasar, pak,” ujar Tiur dan Nurbenget.

Vickner menyebut, kalau bertahan di angka dimaksud, kualitas layanan juga apa adanya. Dia menterahkan sepenuhnya kepada pedagang dan akan disahkan.

“Saya tidak akan sengsarakan rakyat! Saya tidak mau menyalahkan siapa. Tak perlu mengungkit kelemahan masa lalu. Kalau belakangan terbukti menyulitkan, tarif bisa diturunkan,” tandas Vickner.

Belasan pedagang akhirnya minta waktu untuk musyawarah. Pertemuan diskors. Mereka menyatukan pendapat di teras pendopo.

Selanjutnya, setelah selesai musyawah perwakilan pedagang, Eppen Sitanggang dan Ferdinand Sihaloho menyebut, menerima putusan Vickner. Hanya saja, biaya toilet khusus pedagang dibebaskan. Demikian juga akses masuk ke lantai 2 perlu ditambah.

Pertemuan berhasil menganulir putusan Direktur Utama PD Pasar yang membuat besaran iuran naik 3 kali lipat hingga bernilai jutaan rupiah per tahun. Direktur Utama PD Pasar, Lumpin Pangaribuan mengatakan, akan bekerja keras meningkatkan pelayanan.

Pertemuan berakhir ceria diiringi lantunan lagu rohani berupa doa bagi pemulihan Vickner. Lagu Bagi Tuhan Tak Ada Yang Mustahil dilantunkan bersama.

Sebagai tanda kasih, Vickner memberi kaos warna hitam bergambar dirinya dengan mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan. Pertemuan ini dihadiri Asisten Perekonomian Junihardi Siregar, Kabag Hukum Arjun Nainggolan serta Kabag Perekonomian Lipinus Sembiring. (rud/dek)

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|