WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Musyawarah Kabupaten (Muskab) Internal Ikatan Pencak Silat Indonesia Kabupaten Wonogiri Tahun 2026 berlangsung mulus tanpa hambatan berarti. Digelar di Rumah Makan Alami Sayang, Kecamatan Ngadirojo, Jumat (17/4/2026) siang, forum penting ini langsung menegaskan arah baru pencak silat Wonogiri ke depan dengan keputusan yang tegas dan cepat.
Sekitar 80 peserta dari berbagai unsur strategis hadir, mulai dari perwakilan TNI, pengurus IPSI Jawa Tengah, Komite Olahraga Nasional Indonesia Wonogiri, hingga para ketua perguruan pencak silat se-Kabupaten Wonogiri. Sejak dimulai pukul 13.40 WIB hingga 15.50 WIB, jalannya sidang berlangsung tertib, fokus, dan minim perdebatan panas.
Sebagai forum tertinggi organisasi di tingkat kabupaten, Muskab ini tidak hanya menjadi ajang formalitas. Agenda penting langsung dibahas tuntas, mulai dari laporan pertanggungjawaban kepengurusan sebelumnya, penyusunan program kerja strategis, hingga pemilihan kepengurusan baru periode 2026–2030 yang menjadi penentu arah pembinaan atlet ke depan.
Hasil Muskab akhirnya menetapkan keputusan penting: Weda Hendragiri kembali terpilih sebagai Ketua Umum Pengkab IPSI Wonogiri periode 2026–2030. Keputusan ini mempertegas kepercayaan penuh dari seluruh perguruan terhadap kepemimpinannya.
Ketua panitia, Bowo Wibowo, menegaskan bahwa Muskab bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi titik krusial untuk menyatukan visi seluruh perguruan. Ia menyebut forum ini sebagai momen evaluasi sekaligus konsolidasi besar-besaran demi memperkuat fondasi organisasi.
“Melalui forum ini, kami berharap tercipta kesamaan visi dalam memajukan pencak silat sebagai warisan budaya sekaligus olahraga prestasi di Wonogiri,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua IPSI Wonogiri, Weda Hendragiri, langsung menegaskan arah kepemimpinannya ke depan. Ia tidak menutup mata terhadap keterbatasan sarana dan anggaran, namun memastikan pembinaan atlet tetap berjalan maksimal dengan sistem berjenjang dan terukur.
“Kami akan terus berupaya meningkatkan pembinaan atlet secara berjenjang serta memperkuat sinergitas antarperguruan demi kemajuan pencak silat Wonogiri,” katanya.
Dukungan penuh datang dari Ketua KONI Wonogiri, Sungkono, yang menekankan pentingnya soliditas organisasi dan konsistensi pembinaan untuk mendongkrak prestasi. Ia juga mengingatkan bahwa pencak silat bukan hanya olahraga, tetapi juga identitas budaya yang harus dijaga.
Hal senada disampaikan perwakilan Pengprov IPSI Jawa Tengah, Sutiyono, yang berharap kepengurusan baru mampu langsung tancap gas menghadapi ajang Pekan Olahraga Provinsi Jawa Tengah mendatang.
Di sisi pengamanan, Kepolisian Resor Wonogiri memastikan kegiatan berjalan tanpa gangguan. Kasihumas Polres Wonogiri AKP Anom Prabowo, mewakili Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo, menegaskan bahwa pihak kepolisian mendukung penuh setiap aktivitas masyarakat demi menjaga stabilitas wilayah.
“Polres Wonogiri mendukung penuh setiap kegiatan masyarakat, termasuk Muskab IPSI ini, sebagai bagian dari upaya menjaga kondusifitas wilayah serta mempererat sinergitas antar elemen masyarakat,” jelasnya.
Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan lancar tanpa adanya gangguan kamtibmas. Kondisi ini memperlihatkan kuatnya koordinasi antar pihak serta kedewasaan seluruh peserta dalam menjaga suasana tetap kondusif.
Dengan hasil ini, IPSI Wonogiri langsung dihadapkan pada tantangan besar: meningkatkan prestasi atlet sekaligus menjaga eksistensi pencak silat sebagai warisan budaya yang terus hidup di tengah masyarakat. Konsolidasi sudah selesai, kini saatnya pembuktian di lapangan. Aris Arianto
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

3 hours ago
3


















































