BINJAI – Razia gabungan yang digelar Polres Binjai bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) di sejumlah tempat hiburan malam (THM) justru memunculkan tanda tanya di tengah masyarakat.
Salah satu lokasi yang menjadi sasaran operasi, Diskotek Samudera Selatan (SS) di Kecamatan Binjai Selatan, ditemukan dalam kondisi tertutup rapat dengan gerbang digembok saat petugas tiba.
Kondisi tersebut memicu berbagai spekulasi, terlebih karena tempat hiburan malam itu belakangan menjadi sorotan publik dan sebelumnya pernah terseret kasus peredaran narkotika.
Razia yang berlangsung Senin (1/6/2026) malam itu dipimpin langsung Kasatres Narkoba Polres Binjai AKP Ismail Pane. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya aparat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat sekaligus mengantisipasi penyalahgunaan narkoba di lokasi hiburan malam.
Samudera Selatan menjadi lokasi pertama yang didatangi tim gabungan. Namun saat petugas tiba, tidak ditemukan aktivitas apapun di dalam lokasi. Gerbang utama berwarna biru tampak tertutup rapat dan terkunci menggunakan gembok.
Meski demikian, perhatian publik justru tertuju pada kondisi gembok yang dinilai tidak seperti gembok yang telah lama terpasang. Gembok tersebut terlihat masih baru tanpa bekas karat maupun tanda-tanda terpapar cuaca dalam waktu lama.
Situasi itu semakin menimbulkan tanda tanya karena dalam beberapa waktu terakhir beredar sejumlah video di media sosial yang memperlihatkan aktivitas pengunjung berjoget dan menikmati hiburan musik di lokasi yang sama.
Pengamat Sosial Lingkar Wajah Kemanusiaan (Lawan) Institute Sumatera Utara, Abdul Rahim Daulay, menilai kondisi tersebut wajar memunculkan kecurigaan di tengah masyarakat. Ia meminta aparat melakukan pendalaman secara menyeluruh agar tidak menimbulkan spekulasi liar.
“Persoalan dugaan adanya tempat hiburan yang tiba-tiba menutup dan menggembok gerbang saat razia berlangsung tentu menimbulkan pertanyaan. Dugaan kebocoran informasi razia juga muncul dan harus dijawab melalui penyelidikan yang objektif,” ujarnya, Kamis (4/6/2026).
Menurut Rahim, apabila benar lokasi tersebut selama ini beroperasi dan mendadak tutup saat petugas datang, maka kondisi itu perlu ditelusuri lebih lanjut. Apalagi terdapat video yang beredar memperlihatkan aktivitas di dalam tempat hiburan tersebut.
“Jika ada video yang menunjukkan aktivitas di lokasi dan pada saat razia gerbang justru ditutup serta digembok, maka wajar muncul dugaan adanya upaya menghindari pemeriksaan. Aparat harus melakukan investigasi agar semuanya terang dan tidak menjadi asumsi yang berlebihan,” katanya.
Ia meminta aparat tidak berhenti hanya karena menemukan lokasi dalam keadaan terkunci. Menurutnya, justru kondisi tersebut harus menjadi pintu masuk untuk melakukan investigasi lebih mendalam, mulai dari memeriksa rekaman CCTV, meminta keterangan pengelola dan pegawai, hingga menelusuri informasi lain yang berkembang di masyarakat.
Rahim menegaskan, langkah tersebut penting agar razia tidak dipandang sekadar kegiatan seremonial semata. “Kalau memang tidak ada aktivitas, harus dibuktikan secara transparan. Tetapi jika ditemukan indikasi upaya menghindari pemeriksaan, aparat harus bertindak tegas sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.
Kecurigaan masyarakat semakin menguat setelah muncul informasi bahwa tempat hiburan tersebut diduga kembali beroperasi setelah tim gabungan meninggalkan lokasi. “Pas razia memang ditutup. Tapi setelah petugas bubar, mereka tetap buka lagi,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Sementara itu, setelah meninggalkan Samudera Selatan, tim gabungan melanjutkan razia ke Diskotek Blue Night yang berada di wilayah Desa Kwala Mencirim, Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat.
Berbeda dengan Samudera Selatan, lokasi tersebut ditemukan dalam kondisi beroperasi. Petugas mendapati delapan pengunjung berada di dalam area diskotek dan langsung melakukan pemeriksaan serta tes urine. “Hasil pemeriksaan terhadap delapan pengunjung negatif narkoba,” kata AKP Ismail Pane.
Meski tidak menemukan aktivitas di Samudera Selatan saat razia berlangsung, Ismail memastikan pihaknya tidak akan menghentikan pengawasan terhadap tempat hiburan tersebut. “Langkah ke depan, kita akan terus melaksanakan kegiatan rutin yang ditingkatkan. Untuk Samudera Selatan, tetap akan dilakukan penyelidikan dan pemantauan,” tegasnya.
Samudera Selatan sendiri bukan nama baru dalam catatan penegakan hukum. Pada April 2024 lalu, aparat pernah mengungkap kasus peredaran narkotika di lokasi tersebut. Dalam pengungkapan itu, dua pria berinisial RA (19) dan JPN (35) diamankan bersama barang bukti 181 butir pil ekstasi, 13 butir happy five, serta uang tunai yang diduga hasil transaksi narkoba. (ted/ila)

16 hours ago
13

















































