
KLATEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Tim Pengabdian kepada Masyarakat dari Grup Riset Kajian Strategis Pembangunan Berkelanjutan, Sekolah Pascasarjana Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar kegiatan edukatif di SMA Negeri 1 Wedi, Klaten, Kamis (10/4/2025).
Mengangkat tema “Membangun Pola Hidup Bersih, Sehat dan Berkelanjutan”, kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Hibah Pengabdian kepada Masyarakat Grup Riset (PKM HGR-UNS) yang menyasar kalangan pelajar sebagai agen perubahan gaya hidup ramah lingkungan dan sadar kesehatan.
Sedikitnya 150 siswa dan sejumlah guru pendamping terlibat dalam kegiatan tersebut. Mereka mendapatkan pembekalan dalam tiga topik utama, yakni pengelolaan sampah, mitigasi bencana gempa bumi, edukasi mengenai bahaya narkoba, minuman keras, dan HIV/AIDS.

Dalam sesi pertama, Dr. Siti Khoiriyah, M.Si. menyampaikan materi pengelolaan sampah berbasis prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Ia mendorong siswa agar tidak hanya memahami teori, tetapi juga mengaplikasikan praktik memilah dan mengolah sampah menjadi produk yang bermanfaat seperti pupuk dan pot tanaman.
“Lingkungan sekolah bisa menjadi laboratorium langsung bagi siswa untuk belajar hidup bersih dan berkelanjutan,” terangnya, seperti dikutip dalam rilisnya ke Joglosemarnews.
Materi kedua disampaikan oleh Dr. Agung Hidayat, M.Sc., dosen Ilmu Lingkungan UNS, yang mengulas bahaya dan mitigasi bencana gempa bumi. Ia menekankan bahwa Klaten berada di kawasan rawan gempa karena terletak di jalur pertemuan tiga lempeng tektonik.
“Pemahaman akan risiko bencana sangat penting agar siswa dapat bertindak cepat dan tepat saat gempa terjadi,” ujarnya.

Adapun sesi terakhir, yang paling menarik perhatian siswa, membahas bahaya penyalahgunaan narkoba, minuman keras, dan HIV/AIDS. Materi ini disampaikan oleh penyuluh kesehatan dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sragen, Meidyan Thomas Setiawan, S.K.M.
Ia mengingatkan bahwa edukasi sejak dini dapat membentengi remaja dari pengaruh pergaulan bebas dan penyalahgunaan zat berbahaya.
“Remaja perlu dibekali informasi faktual tentang narkoba dan HIV, tanpa stigma, agar bisa membuat pilihan hidup yang sehat,” tuturnya.
Kepala SMA N 1 Wedi, Dra. Ariyati Adi Kusumawati, menyambut baik kegiatan ini dan berharap kerja sama dengan UNS dapat berlangsung secara berkelanjutan.
“Ini bukan sekadar kegiatan sehari, tapi bagian dari upaya membangun karakter dan kepedulian siswa terhadap lingkungan serta kesehatan,” ujarnya.
Ketua tim pengabdian, Prof. Mohammad Masykuri, mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut akan ditindaklanjuti dalam bentuk publikasi ilmiah dan materi edukatif. Pihaknya juga tengah menjajaki pembentukan tim kecil peduli lingkungan dan tanggap bencana di sekolah tersebut.
“Kami ingin memperkuat kolaborasi antara kampus dan sekolah dalam membentuk budaya hidup sehat dan tanggap terhadap isu lingkungan,” tegas Prof. Masykuri.
Melalui kegiatan tersebut, UNS berharap pendekatan edukasi berbasis masalah nyata dapat menjangkau lebih banyak sekolah di masa mendatang. [*]
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.