
SUKOHARJO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Malam tirakatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI di RT 06/RW 10, Jetis Permai, Gentan, Baki, Sukoharjo, Sabtu (16/8/2025), berlangsung meriah sekaligus syahdu. Mengusung konsep lawasan, acara ini seolah membawa warga kembali ke masa lalu.

Nuansa tempo dulu begitu terasa sejak memasuki area acara. Gapura dihiasi kukusan, tampah bambu kecil, hingga ikat ijuk yang mewakili suasana tradisional. Sejumlah sepeda onta, motor jadul, topi caping, dan deretan oncor bambu menambah kesan klasik, seolah membawa warga ke zaman ketika listrik belum banyak dijangkau.
Cuaca cerah kian mendukung suasana hangat dalam kebersamaan.

Warga dari berbagai usia, mulai anak-anak, remaja, orang tua hingga Lansia, tumplek blek di lapangan voli untuk duduk lesehan. Mereka beralaskan terpal, MMT, maupun tikar panjang yang dibentangkan dari utara ke selatan. Bagi para Lansia yang kesulitan duduk di bawah, panitia menyediakan kursi khusus. Bahkan, ada seorang warga Lansia yang masih dalam masa pemulihan patah tulang, rela hadir dengan kursi roda demi ikut merasakan kebersamaan.

Acara dimulai pukul 19.45 WIB dengan doa pembuka oleh Nuril Huda, dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hari Merdeka. Suasana khidmat tercipta ketika Arga Fajar Mahendra membacakan teks Proklamasi, disambut pekik “Merdeka” dari warga.

Ketua Panitia, Agus Pribadi, dalam laporannya menegaskan bahwa tirakatan ini menjadi wujud syukur atas nikmat kemerdekaan sekaligus momentum mengenang jasa para pahlawan. Ia pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga dan panitia yang sudah bergotong royong menyukseskan acara.

Ketua RT 06, Cahyo Yuli Kristanto, dalam sambutannya mengajak warga untuk merenungkan kembali perjuangan para pahlawan yang berkorban demi kemerdekaan. Ia menekankan pentingnya menjaga persaudaraan, kerukunan, serta semangat gotong royong dalam kehidupan sehari-hari.

“Marilah kita isi kemerdekaan ini dengan hal-hal bermanfaat, mulai dari menjaga kebersamaan, meningkatkan kepedulian, hingga membangun lingkungan agar lebih baik,” ujarnya.

Rangkaian acara semakin hidup dengan prosesi potong tumpeng kemerdekaan yang dilakukan Ketua RT dan diberikan kepada perwakilan generasi muda, Riza. Selanjutnya, Riza mewakili kaum muda dalam sesi Kawula Muda Bicara Kemerdekaan.

Suasana syahdu kembali hadir lewat paduan suara ibu-ibu RT 06 yang melantunkan lagu Tanah Airku dan sejumlah lagu perjuangan, diiringi iringan Sunu Setiawan. Kemeriahan acara berlanjut dengan adanya pembagian hadiah lomba. Kaum bapak-bapak RT 06 berkompetisi dalam lomba bola voli, bulu tangkis hingga lomba biliar. Sementara itu, para ibu bersaing dalam lomba unik seperti merangkai sayur lodeh, estafet air, hingga lomba kukuruyuk. Sedangkan anak-anak gembira mengikuti lomba memasukkan pensil ke galon, estafet air dengan corong, berjalan di atas kardus, dan lomba kukuruyuk.

Hiburan menjadi mata acara yang paling ditunggu. Grup Jokustik yang digawangi Rahardjo dan Arga Fajar Mahendra di gitar serta Darma Panca di cajón, sukses menghidupkan suasana. Vokalis bergantian dari kalangan anak-anak, remaja hingga dewasa.
Malam makin riuh ketika warga ikut berjoget spontan dengan saweran. Gelak tawa, nyanyian, dan rasa kebersamaan menyatu hingga acara berakhir sekitar pukul 23.45 WIB. Tirakatan berkonsep lawasan ini bukan sekadar peringatan kemerdekaan saja, melainkan juga merupakan perayaan akan sebuah persaudaraan dan gotong royong warga Jetis Permai. [*]
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.