WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Sosok Setyo Sukarno atau yang akrab disapa Pak Tyo tengah jadi sorotan warga Wonogiri dan sekitarnya. Pasalnya, di bulan kemerdekaan ini, pria yang kini menjabat sebagai Bupati Wonogiri tersebut tengah merayakan hari ulang tahunnya, tepatnya pada 6 Agustus 2025.
Tak hanya sekadar merayakan ulang tahun, perjalanan hidup Pak Tyo yang penuh inspirasi layak dikenang dan dijadikan teladan, terutama bagi generasi muda. Dari seorang guru teknik otomotif di SMK, bertransformasi menjadi Ketua DPRD, hingga dipercaya memimpin kabupaten sebagai Bupati Wonogiri — semua dijalani dengan konsistensi dan integritas tinggi.
Sugeng Ambal Warsa, Pak Tyo! Semoga senantiasa diberikan kesehatan, kelancaran dalam memimpin, dan membawa Wonogiri makin sejahtera. Aamiin.
✓ Guru SMK Pancasila 3 Baturetno
Tak banyak yang tahu, karier Setyo Sukarno diawali sebagai pendidik. Ia mengajar mata pelajaran teknik otomotif di SMK Pancasila 3 Baturetno. Sosoknya dikenal tegas namun dekat dengan siswa, dan tak segan turun langsung ke bengkel praktik.
Namun semangatnya untuk mengabdi lebih luas membuatnya hijrah ke dunia politik.
✓ Terjun ke Dunia Politik Lewat PDIP
Pak Tyo adalah putra dari tokoh berpengaruh Baturetno, almarhum Sutarno. Pada tahun 1998, ia mulai aktif sebagai pengurus Ranting PDIP Desa Baturetno, lalu dipercaya menjadi Ketua PAC PDIP Kecamatan Baturetno pada 1999. Di tahun yang sama, ia lolos sebagai anggota DPRD Wonogiri.
Perjalanan politiknya tak main-main. Ia duduk di kursi legislatif selama empat periode berturut-turut, dari tahun 1999 hingga 2019. Mulai dari anggota Komisi E, beralih ke Komisi D, kemudian menjadi Ketua Komisi B dan C. Pada 2010, ia juga menjabat Sekretaris DPC PDIP.
✓ Ketua DPRD Hingga Wakil Bupati
Puncak kiprahnya di legislatif terjadi pada periode 2019-2020 saat dipercaya sebagai Ketua DPRD Wonogiri. Namun, jabatan itu ia lepaskan demi maju mendampingi Joko Sutopo alias Mas Jekek sebagai Wakil Bupati Wonogiri.
Dedikasi dan pengalaman panjangnya membuatnya dipercaya masyarakat untuk naik satu level lagi. Dalam Pilkada Wonogiri 2024, ia maju sebagai calon bupati didampingi Imron Rizkyarno dan berhasil mengungguli lawannya, pasangan Tarso-Kristian Teguh Suryono.
✓ Tetap Mengajar Meski Jadi Pejabat
Meski kini menjabat bupati, jiwa pendidik Pak Tyo tak pernah luntur. Ia mengaku tetap ‘mengajar’ lewat jalur berbeda.
“Tetap salah satu tugas adalah mengajar, yaitu pendidikan politik. Bedanya, cara menyampaikan materi bukan di ruang kelas, tapi di ruang publik,” ujar Pak Tyo dalam salah satu wawancara.
Baginya, menyampaikan pengetahuan dan pemahaman tentang tata kelola pemerintahan, pembangunan, dan politik yang sehat adalah bentuk pengajaran paling nyata kepada rakyat.
Ia juga dikenal rajin turun langsung ke masyarakat, bahkan hingga tingkat RT. Dalam pertemuan informal, ia tak sungkan berdialog, menjawab keluhan, hingga menjelaskan kebijakan pemerintah secara gamblang.
“Pola mengajar itu tetap saya bawa sampai sekarang. Memberikan penjelasan itu penting. Baik diminta atau tidak, masyarakat berhak tahu,” tuturnya.
✓ Kehidupan Pribadi dan Komitmen
Pak Tyo tinggal di Dusun Duwet Kidul RT 2 RW 5, Desa Baturetno, bersama sang istri, Sri Rahayuningsih alias Mba Yayuk, dan dua orang putra. Sosoknya dikenal sederhana dan tak berubah meski kini menjadi orang nomor satu di Wonogiri.
Di usia yang hampir 60 tahun tahun, perjalanan Setyo Sukarno membuktikan bahwa ketulusan dalam mengabdi bisa membawa seseorang naik perlahan namun pasti, dari guru teknik otomotif menjadi Bupati Wonogiri. Aris Arianto
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.