Sebanyak 1.219 calon mahasiswa dari 50 negara mengikuti seleksi masuk program sarjana dan magister di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU). Pendaftar berasal dari berbagai negara dengan beragam budaya ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat internasional terhadap kualitas pendidikan UMSU.
Mayoritas pendaftar memilih program sarjana dengan jumlah 928 peserta (76,1 persen dari total pelamar). Program magister diminati oleh 260 peserta dan program doktoral diikuti 31 peserta. Program studi yang paling diminati meliputi teknologi informasi, pendidikan agama Islam, data sains, sistem informasi dan manajemen.
Lima negara menjadi pelamar terbesar yaitu Pakistan (32,98 persen), Nigeria (31,58 persen), Yaman (5,91 persen), Sudan (3,69 persen) dan Palestina (3,04 persen).
Peningkatan jumlah pendaftar internasional, menurut Rektor UMSU Prof. Dr. Akrim Lubis, M.Pd, merupakan hasil dari komitmen universitas dalam internasionalisasi menuju world class university tahun 2033.
“Kepercayaan yang diberikan oleh mahasiswa dari 50 negara bukti UMSU semakin dikenal dan diterima di tingkat global. Kami terus berupaya menghadirkan pendidikan berkualitas, lingkungan akademik yang inklusif dan memperluas jejaring kerja sama internasional agar mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang berdaya saing dunia,” tegas rektor didampingi Wakil Rektor III UMSU Dr. Rudianto, M.Si, Kamis (4/6).
Rektor menambahkan bahwa kehadiran mahasiswa internasional tidak hanya meningkatkan reputasi institusi, tetapi juga menciptakan ruang interaksi lintas budaya yang sangat penting untuk membangun perspektif global bagi seluruh sivitas akademika UMSU.
Sebelumnya, kata rektor, UMSU telah menerima 91 mahasiswa internasional dari berbagai negara seperti Amerika Serikat, United Kingdom, Yaman, Negeria hingga Thailand. UMSU pun telah meraih akreditasi internasional dari FIBAA, mendapatkan rekognisi Internasional dari QS Ranking Asia 2026 (posisi 445), MQA Malaysia hingga The World Class University Rankings.
Prof. Dr. Akrim Lubis, M.Pd mengutarakan bahwa peningkatan jumlah pendaftar internasional ini menjadi indikator positif bagi upaya internasionalisasi kampus yang terus dikembangkan UMSU. Selain memperkuat posisi sebagai perguruan tinggi berdaya saing global, menurutnya, kehadiran mahasiswa dari berbagai negara juga diharapkan dapat memperluas jejaring akademik dan kolaborasi internasional universitas. (dmp)
Sebanyak 1.219 calon mahasiswa dari 50 negara mengikuti seleksi masuk program sarjana dan magister di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU). Pendaftar berasal dari berbagai negara dengan beragam budaya ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat internasional terhadap kualitas pendidikan UMSU.
Mayoritas pendaftar memilih program sarjana dengan jumlah 928 peserta (76,1 persen dari total pelamar). Program magister diminati oleh 260 peserta dan program doktoral diikuti 31 peserta. Program studi yang paling diminati meliputi teknologi informasi, pendidikan agama Islam, data sains, sistem informasi dan manajemen.
Lima negara menjadi pelamar terbesar yaitu Pakistan (32,98 persen), Nigeria (31,58 persen), Yaman (5,91 persen), Sudan (3,69 persen) dan Palestina (3,04 persen).
Peningkatan jumlah pendaftar internasional, menurut Rektor UMSU Prof. Dr. Akrim Lubis, M.Pd, merupakan hasil dari komitmen universitas dalam internasionalisasi menuju world class university tahun 2033.
“Kepercayaan yang diberikan oleh mahasiswa dari 50 negara bukti UMSU semakin dikenal dan diterima di tingkat global. Kami terus berupaya menghadirkan pendidikan berkualitas, lingkungan akademik yang inklusif dan memperluas jejaring kerja sama internasional agar mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang berdaya saing dunia,” tegas rektor didampingi Wakil Rektor III UMSU Dr. Rudianto, M.Si, Kamis (4/6).
Rektor menambahkan bahwa kehadiran mahasiswa internasional tidak hanya meningkatkan reputasi institusi, tetapi juga menciptakan ruang interaksi lintas budaya yang sangat penting untuk membangun perspektif global bagi seluruh sivitas akademika UMSU.
Sebelumnya, kata rektor, UMSU telah menerima 91 mahasiswa internasional dari berbagai negara seperti Amerika Serikat, United Kingdom, Yaman, Negeria hingga Thailand. UMSU pun telah meraih akreditasi internasional dari FIBAA, mendapatkan rekognisi Internasional dari QS Ranking Asia 2026 (posisi 445), MQA Malaysia hingga The World Class University Rankings.
Prof. Dr. Akrim Lubis, M.Pd mengutarakan bahwa peningkatan jumlah pendaftar internasional ini menjadi indikator positif bagi upaya internasionalisasi kampus yang terus dikembangkan UMSU. Selain memperkuat posisi sebagai perguruan tinggi berdaya saing global, menurutnya, kehadiran mahasiswa dari berbagai negara juga diharapkan dapat memperluas jejaring akademik dan kolaborasi internasional universitas. (dmp)

16 hours ago
10

















































