Workshop–Benchmarking Tendik bidang Analis SDM Aparatur yang digelar di Universitas Sebelas Maret (UNS) | IstimewaSOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Di tengah sorotan yang kerap tertuju pada dosen dan mahasiswa, peran tenaga kependidikan (tendik) justru sering luput dari perhatian. Padahal, di balik jalannya roda perguruan tinggi, ada kontribusi besar dari mereka yang bekerja di balik layar.
Hal itulah yang coba diangkat dalam Workshop–Benchmarking Tendik bidang Analis SDM Aparatur yang digelar di Universitas Sebelas Maret (UNS).
UNS dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan nasional dalam Program Tendik Berdampak 2026 yang berlangsung pada 6–10 April 2026 di The Alana Hotel & Convention Center Solo. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia di lingkungan pendidikan tinggi.
Acara tersebut dibuka secara daring oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa penguatan kapasitas tendik bukan sekadar agenda pelatihan biasa.
“Peran Tendik mungkin terlihat kecil dan kerap tidak tampak di permukaan, namun sesungguhnya sangat strategis dan penting. Berbagai aktivitas yang dilakukan Tendik, meskipun tampak sederhana, memiliki kontribusi besar dalam memastikan agenda perguruan tinggi berjalan dengan baik dan semakin berkualitas,” ujarnya, seperti dikutip dalam rilis ke Joglosemarnews.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Sumber Daya UNS, E. Muhtar, menjelaskan bahwa program ini merupakan inisiatif strategis dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk meningkatkan kompetensi teknis, profesional, hingga aspek sosial-kultural tenaga kependidikan.
UNS sendiri menjadi salah satu dari delapan perguruan tinggi yang ditunjuk sebagai penyelenggara kegiatan serupa di berbagai bidang. Penunjukan tersebut, menurut Muhtar, didasarkan pada penilaian atas tata kelola SDM di UNS yang dinilai baik dan siap menjadi rujukan nasional.
“UNS dipercaya sebagai pelaksana kegiatan pada bidang Analis SDM Aparatur karena dinilai memiliki tata kelola sumber daya manusia yang baik serta kapasitas institusi yang mumpuni dalam mendukung peningkatan kualitas tenaga kependidikan di tingkat nasional,” terangnya.
Ia menambahkan, kepercayaan tersebut menjadi tanggung jawab sekaligus peluang bagi UNS untuk berkontribusi lebih luas dalam pengembangan SDM aparatur di dunia pendidikan tinggi.
“Melalui penyelenggaraan kegiatan ini, UNS menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang aktif mendukung program-program strategis pemerintah, khususnya dalam menciptakan Tendik yang profesional, kompeten, dan berdampak bagi kemajuan pendidikan di Indonesia,” imbuhnya.
Dalam kegiatan ini, peserta tidak hanya mendapatkan materi pelatihan, tetapi juga terlibat dalam diskusi, berbagi praktik terbaik, hingga penguatan keterampilan di bidang rekrutmen, manajemen kinerja, dan pengembangan karier SDM. Selain itu, pemanfaatan teknologi informasi dalam layanan kepegawaian juga menjadi salah satu fokus utama.
Lebih dari sekadar forum belajar, workshop ini juga menjadi ruang untuk membangun jejaring dan kolaborasi antar pengelola SDM dari berbagai perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta.
“Kami berharap, para Tendik khususnya analis SDM Aparatur, mampu meningkatkan profesionalisme dan kapasitas dalam mengelola sumber daya manusia yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing tinggi. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat mempererat sinergi antar perguruan tinggi dalam mendukung transformasi tata kelola SDM pendidikan tinggi di Indonesia,” pungkas. [*]
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

7 hours ago
3
















































