BINJAI – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Binjai meningkatkan intensitas pemangkasan dan penebangan pohon yang berpotensi membahayakan masyarakat menyusul kondisi cuaca yang tidak menentu. Langkah cepat tersebut dilakukan sebagai upaya mengantisipasi pohon tumbang sekaligus melindungi keselamatan warga.
Tim DLH Binjai langsung menindaklanjuti laporan masyarakat dengan melakukan pemangkasan hingga penebangan pohon di Jalan Ir Juanda, Kelurahan Timbang Langkat, Kecamatan Binjai Timur pada Selasa (4/8/2026) pagi.
Kepala DLH Kota Binjai Ahmad Yani, mengatakan setiap laporan mengenai pohon yang dinilai membahayakan akan segera ditindaklanjuti oleh petugas.
“Kegiatan pagi tadi, kita menanggapi laporan masyarakat soal kondisi pohon yang sudah membahayakan, langsung kita eksekusi seperti biasa,” ujarnya.
Menurut Yani, pihaknya kini meningkatkan skala pemangkasan pohon setelah kondisi cuaca yang tidak stabil dalam beberapa waktu terakhir. Upaya tersebut juga dilakukan sebagai tindak lanjut evaluasi pascakejadian pohon tumbang di kawasan Tanah Lapang Merdeka Binjai.
“Beberapa waktu yang lalu, kami melaksanakan zoom meeting bersama Kapolres untuk menghadapi cuaca ekstrem. Termasuk dampak kejadian kemarin di Tanah Lapang Merdeka Binjai, kami lebih meningkatkan skala pemangkasan,” katanya.
Ia menjelaskan, pemangkasan pohon sebenarnya telah menjadi kegiatan rutin DLH Binjai. Namun, menghadapi potensi cuaca ekstrem, cakupan wilayah, jumlah pohon yang dipangkas, serta frekuensi kegiatan kini ditingkatkan agar risiko pohon tumbang dapat diminimalkan.
“Besaran, luasan serta waktu pemangkasannya lebih kita tingkatkan lagi supaya hasilnya bisa lebih banyak dan lebih maksimal,” jelasnya.
DLH Binjai juga mengajak masyarakat berperan aktif dengan segera melaporkan apabila menemukan pohon yang berpotensi membahayakan. Menurut Yani, keselamatan warga menjadi prioritas utama dalam setiap penanganan.
“Keselamatan warga kita jauh lebih penting. Kami minta masyarakat memantau imbauan terkait cuaca ekstrem dan segera melaporkan jika ada pohon yang membahayakan,” katanya.
Untuk mempercepat respons, Yani telah menginstruksikan seluruh personel, termasuk tim Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin), agar memantau berbagai laporan masyarakat yang disampaikan melalui media sosial.
“Karena bagi kami, apa yang disampaikan masyarakat di media sosial itu merupakan bentuk laporan. Untuk prosedur penebangan sudah ada perdanya, nanti diproses melalui DPMPTSP dan kami menangani sisi teknisnya,” pungkasnya. (ted/ila)
BINJAI – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Binjai meningkatkan intensitas pemangkasan dan penebangan pohon yang berpotensi membahayakan masyarakat menyusul kondisi cuaca yang tidak menentu. Langkah cepat tersebut dilakukan sebagai upaya mengantisipasi pohon tumbang sekaligus melindungi keselamatan warga.
Tim DLH Binjai langsung menindaklanjuti laporan masyarakat dengan melakukan pemangkasan hingga penebangan pohon di Jalan Ir Juanda, Kelurahan Timbang Langkat, Kecamatan Binjai Timur pada Selasa (4/8/2026) pagi.
Kepala DLH Kota Binjai Ahmad Yani, mengatakan setiap laporan mengenai pohon yang dinilai membahayakan akan segera ditindaklanjuti oleh petugas.
“Kegiatan pagi tadi, kita menanggapi laporan masyarakat soal kondisi pohon yang sudah membahayakan, langsung kita eksekusi seperti biasa,” ujarnya.
Menurut Yani, pihaknya kini meningkatkan skala pemangkasan pohon setelah kondisi cuaca yang tidak stabil dalam beberapa waktu terakhir. Upaya tersebut juga dilakukan sebagai tindak lanjut evaluasi pascakejadian pohon tumbang di kawasan Tanah Lapang Merdeka Binjai.
“Beberapa waktu yang lalu, kami melaksanakan zoom meeting bersama Kapolres untuk menghadapi cuaca ekstrem. Termasuk dampak kejadian kemarin di Tanah Lapang Merdeka Binjai, kami lebih meningkatkan skala pemangkasan,” katanya.
Ia menjelaskan, pemangkasan pohon sebenarnya telah menjadi kegiatan rutin DLH Binjai. Namun, menghadapi potensi cuaca ekstrem, cakupan wilayah, jumlah pohon yang dipangkas, serta frekuensi kegiatan kini ditingkatkan agar risiko pohon tumbang dapat diminimalkan.
“Besaran, luasan serta waktu pemangkasannya lebih kita tingkatkan lagi supaya hasilnya bisa lebih banyak dan lebih maksimal,” jelasnya.
DLH Binjai juga mengajak masyarakat berperan aktif dengan segera melaporkan apabila menemukan pohon yang berpotensi membahayakan. Menurut Yani, keselamatan warga menjadi prioritas utama dalam setiap penanganan.
“Keselamatan warga kita jauh lebih penting. Kami minta masyarakat memantau imbauan terkait cuaca ekstrem dan segera melaporkan jika ada pohon yang membahayakan,” katanya.
Untuk mempercepat respons, Yani telah menginstruksikan seluruh personel, termasuk tim Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin), agar memantau berbagai laporan masyarakat yang disampaikan melalui media sosial.
“Karena bagi kami, apa yang disampaikan masyarakat di media sosial itu merupakan bentuk laporan. Untuk prosedur penebangan sudah ada perdanya, nanti diproses melalui DPMPTSP dan kami menangani sisi teknisnya,” pungkasnya. (ted/ila)

19 hours ago
9

















































