Wajah Lesu Dadan Saat Digelandang ke Mobil Tahanan Kejagung

19 hours ago 12
ilustrasi borgol

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Dari panggung penghargaan ke ruang tahanan. Itulah antiklimaks yang kini dialami mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana. Sosok yang beberapa bulan lalu masih dipuji atas kiprahnya mengawal Program Makan Bergizi Gratis (MBG) itu kini harus menghadapi kenyataan pahit setelah ditetapkan sebagai tersangka dan digiring ke mobil tahanan Kejaksaan Agung dengan tangan diborgol, Rabu (3/6/2026).

Pergantian pucuk pimpinan BGN yang diumumkan Presiden Prabowo Subianto kemarin, ternyata hanya menjadi awal dari badai yang menerpa lembaga pengelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) itu.

Sehari setelah dicopot dari jabatannya, mantan Kepala BGN Dadan Hindayana kini harus menghadapi proses hukum dan terlihat mengenakan rompi tahanan Kejaksaan Agung.

Pemandangan itu terlihat saat Dadan keluar dari Gedung Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung di Jakarta, Rabu (3/6/2026) sore. Dengan pengawalan ketat penyidik, ia digiring menuju kendaraan tahanan yang telah menunggu di halaman gedung.

Dadan tampak mengenakan rompi tahanan berwarna merah muda khas Kejaksaan Agung. Kedua tangannya diborgol dan wajahnya terlihat muram selama berjalan menuju mobil tahanan.

Tak lama kemudian, dua mantan petinggi BGN lainnya juga dibawa keluar dari gedung yang sama. Mereka adalah mantan Wakil Kepala BGN Lodewyk Pusung dan mantan Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya.

Lodewyk menjadi orang kedua yang digiring menuju kendaraan tahanan. Sementara Sony sempat mengalami kendala saat hendak dimasukkan ke mobil karena situasi di lokasi yang cukup padat dan tidak kondusif. Akibatnya, ia sempat dibawa kembali masuk ke dalam gedung sebelum proses berikutnya dilanjutkan.

Penahanan ketiga mantan pimpinan BGN tersebut terjadi hanya sehari setelah Presiden Prabowo melakukan perombakan besar di tubuh lembaga yang mengelola program unggulan pemerintah tersebut.

Keputusan pergantian pimpinan BGN diumumkan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dalam konferensi pers di Istana Negara, Jakarta, Selasa (2/6/2026) malam.

“Maka pada hari ini, Selasa, tanggal 2 Juni tahun 2026, Bapak Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional,” ujar Prasetyo Hadi.

Dalam kesempatan itu, Prasetyo menyebut secara rinci para pejabat yang diberhentikan dari jabatan mereka.

“Yang pertama adalah Saudara Dadan Hindayana sebagai Kepala Badan Gizi Nasional. Yang kedua, Saudara Lodewyk Pusung sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional. Yang ketiga, Saudara Soni Sanjaya sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional,” kata Prasetyo.

Meski dilakukan pergantian, pemerintah tetap menyampaikan penghargaan atas kontribusi para pejabat tersebut selama membangun lembaga yang relatif baru tersebut.

“Tentunya disertai dengan ucapan terima kasih atas kerja keras, dedikasi selama ini di dalam membangun pondasi dan mengembangkan Badan Gizi Nasional,” tambahnya.

Sebagai pengganti, Presiden menunjuk Nani S. Deyang sebagai Kepala BGN yang baru.

“Untuk selanjutnya Bapak Presiden memutuskan untuk mengangkat Saudari Nani S. Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional yang baru,” jelas Prasetyo.

Dua posisi wakil kepala juga diisi wajah baru, yakni Agustina Arumsari dan Mayjen Eddy Trenggono.

“Kemudian Saudari Agustina Arumsari sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional yang baru. Dan Saudara Mayjen Eddy Trenggono sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional yang baru,” sambungnya.

Prasetyo menjelaskan bahwa perombakan tersebut merupakan hasil evaluasi berkala yang dilakukan pemerintah terhadap kinerja lembaga dan pelaksanaan program-program strategis nasional.

Ia berharap pimpinan baru BGN dapat segera melakukan pembenahan internal dan memperkuat koordinasi agar program-program yang menjadi tanggung jawab lembaga tersebut tetap berjalan optimal.

“Kepada tiga pimpinan Badan Gizi Nasional yang baru, kami berharap untuk dapat segera melakukan konsolidasi internal, memperkuat koordinasi,” pungkasnya.

Penahanan Dadan Hindayana dan dua mantan wakilnya semakin memperkuat sorotan publik terhadap tata kelola program MBG yang belakangan menjadi perhatian aparat penegak hukum. Hingga kini, penyidik Kejaksaan Agung masih terus mendalami dugaan penyimpangan yang terjadi di lingkungan BGN. [*] Disarikan dari sumber berita media daring

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|