Waspada! Ratusan Kasus Suspect Campak di Brebes, 4 Terbukti Positif

5 hours ago 1
Ilustrasi campak | freepik

BREBES, JOGLOSEMARNEWS.COM – Lonjakan kasus campak di Kabupaten Brebes mulai memicu kekhawatiran, seiring meningkatnya jumlah pasien dengan gejala yang menyerupai flu namun berpotensi berkembang menjadi penyakit serius.

Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes mencatat ratusan kasus suspek dalam beberapa hari terakhir. Dari jumlah tersebut, sebagian sudah menunjukkan hasil laboratorium yang mengarah pada konfirmasi positif.

Kepala Dinkes Brebes, dr Heru Padmonobo, mengungkapkan adanya tren kenaikan kasus yang cukup signifikan dalam waktu singkat.

“Kasus campak suspect per hari ini ada 202. Hari sebelumnya ada 197 kasus.”

“Jadi per hari ini ada penambahan 5 kasus,” ujarnya, Rabu (1/4/2026).

Dari ratusan kasus tersebut, pihaknya telah melakukan pengambilan sampel terhadap sejumlah pasien. Hasil awal menunjukkan sebagian besar sampel mengarah pada infeksi campak.

“Hasilnya empat dari sampel tersebut di angka 80 persen positif.”

Empat pasien yang terindikasi positif saat ini tengah menjalani perawatan intensif di rumah sakit wilayah Jawa Barat, karena jaraknya dinilai lebih dekat dari domisili pasien.

Sementara itu, pemeriksaan lanjutan terhadap kasus lain masih terkendala proses laboratorium.

“Untuk yang lain belum kami periksa karena ada kendala di laboratorium dari Yogyakarta terkait reaktifnya,” terangnya.

Menurut dr Heru, peningkatan kasus campak tidak hanya terjadi di Brebes, tetapi juga hampir merata di berbagai wilayah Jawa Tengah. Kondisi ini menjadi peringatan agar penanganan dilakukan lebih serius guna mencegah dampak yang lebih luas.

Ia menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi komplikasi yang dapat ditimbulkan penyakit ini.

“Harapannya tidak ada angka kematian. Harapan kami juga komplikasi dari campak tidak berat,” harapnya.

Sebagai langkah antisipasi, Dinkes telah memperketat prosedur operasional standar (SOP), termasuk perlindungan tenaga kesehatan agar tidak ikut terpapar saat menangani pasien.

“Status kesehatan nakes dengan SOP agar dalam penanganan juga terlindungi agar tidak ikutan sakit,” ungkapnya.

Di sisi lain, masyarakat diminta tidak mengabaikan upaya pencegahan, terutama dengan menjaga daya tahan tubuh dan memastikan status imunisasi tetap lengkap.

“Untuk masyarakat jaga imunitas. Jaga daya tahan tubuh dengan istirahat cukup, makan yang terjamin, dan status imunisasi jangan disepelekan,” imbaunya.

Kasus terbanyak saat ini dilaporkan berasal dari wilayah selatan Brebes, khususnya area binaan Puskesmas Bentar. Pasien umumnya mengalami gejala awal berupa demam, ruam merah, batuk pilek, hingga nyeri pada tubuh.

“Di daerah atas yang positif itu ada di wilayah binaan Puskesmas Bentar, dengan gejala panas, ruam-ruam merah, batuk pilek, nyeri tulang, nyeri badan.”

“Dan yang dikhawatirkan komplikasi berat seperti menginitis hingga peneumonia,” pungkasnya. [*] Disarikan dari sumber berita media daring

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|