MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Utara (Kanwil Kemenag Sumut) menggelar uji kompetensi bagi para penghulu kawasan Sumut dan Aceh di Hotel Miyana Medan, Kamis (7/8). Sebanyak 121 peserta mengikuti uji kompetensi ini, yang akan digunakan sebagai proses perpindahan antarjabatan dan kenaikan jenjang jabatan.
Kepala Kanwil Kemenag Sumut Ahmad Qosbi, hadir membuka acara ini secara resmi. Pada kesempatan itu, Qosbi berpesan, agar meluruskan niat dan menyadari tugas berat para penghulu dalam memberikan pelayanan bagi masyarakat.
“Saudara yang hadir di sini, hari ini (kemarin, red) akan diuji kompetensinya. Ingat di awal, luruskan niat, apa yang kita kerjakan adalah untuk mengembangkan kompetensi kita. Karena tugas para penghulu ini berat, khususnya dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, terutama yang mengurus pernikahan,” ungkap Qosbi.
Qosbi juga berpesan, agar peserta fokus dalam peningkatan kualitas penghulu. Dia mengingatkan, agar para penghulu memperbaiki diri dalam melakukan pelayanan urusan keagamaan.
“Uji kompetensi ini menjadi tolok ukur kemampuan dan profesionalnya kita. Makin luas kemampuan dan wawasan kita, maka semakin baik upaya pelayanan kita kepada masyarakat,” tegasnya.
Qosbi juga mendukung penuh gelaran uji kompetensi ini. Karena menurutnya, uji kompetensi ini dapat memfasiltitasi pengembangan karir bagi para penghulu ke jenjang yang lebih tinggi. Dia pun berpesan, untuk terus menjaga nama baik Kemenag.
“Bantu saya memperbaiki Kemenega Sumut ini ke arah yang lebih baik lagi. Niat baik harus kita tanamkan di dalam diri kita, untuk terus menjaga nama baik dan reputasi Kemenag. Saya berharap semua dapat bersungguh-sungguh dalam ujian dan lulus semuanya,” harapnya.
Katim Kepenghuluan dan Fasilitas Bina Keluarga Sakinah, Arifin menyampaikan, dari 121 peserta yang mengikuti uji kompetensi, sebanyak 77 orang akan naik jenjang jabatan, terdiri dari penghulu ahli pertama dan penghulu ahli muda. Dan sebanyak 44 peserta mengikuti ujian kompetensi bertujuan untuk perpindahan jabatan ke penghulu dari jabatan struktural, fungsional umum, dan fungsional lainnya.
Arifin juga mengatakan, peserta akan mengikuti uji kompetensi yang terdiri dari uji sosiokultural, manajerial, dan kompetensi teknis.
“Peserta yang mengikuti kompetensi akan diuji melalui proses CAT (computer assesment test) baik manajerial, sosiokultural, dan kemampuan kompetensinya. Untuk selanjutnya akan dilakukan proses wawancara yang diuji oleh tujuh orang dari Tim Asesor Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Kemenag RI, Kanwil Kemenag Sumut, dan Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Sumut.
Turut hadir pada kegiatan ini, Plt Kepala Bidang Urusan Agama Islam Zulfan Efendi, yang menyampaikan, uji kompetensi ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan dasar calon penghulu atau penghulu, terkait kompetensi dan ruang lingkup kerja penghulu. Sekaligus melihat kemampuan wawasan manajerial, sosiokultural, dan keilmuan di bidang Agama Islam.
“Uji kompetensi ini merupakan proses uji kelayakan bagi penghulu untuk ke jenjang yang lebih tinggi. Kami berharap, semua peserta dapat mengikuti uji kompetensi dengan baik dan lulus semuanya,” pungkasnya. (mag-2/saz)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Utara (Kanwil Kemenag Sumut) menggelar uji kompetensi bagi para penghulu kawasan Sumut dan Aceh di Hotel Miyana Medan, Kamis (7/8). Sebanyak 121 peserta mengikuti uji kompetensi ini, yang akan digunakan sebagai proses perpindahan antarjabatan dan kenaikan jenjang jabatan.
Kepala Kanwil Kemenag Sumut Ahmad Qosbi, hadir membuka acara ini secara resmi. Pada kesempatan itu, Qosbi berpesan, agar meluruskan niat dan menyadari tugas berat para penghulu dalam memberikan pelayanan bagi masyarakat.
“Saudara yang hadir di sini, hari ini (kemarin, red) akan diuji kompetensinya. Ingat di awal, luruskan niat, apa yang kita kerjakan adalah untuk mengembangkan kompetensi kita. Karena tugas para penghulu ini berat, khususnya dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, terutama yang mengurus pernikahan,” ungkap Qosbi.
Qosbi juga berpesan, agar peserta fokus dalam peningkatan kualitas penghulu. Dia mengingatkan, agar para penghulu memperbaiki diri dalam melakukan pelayanan urusan keagamaan.
“Uji kompetensi ini menjadi tolok ukur kemampuan dan profesionalnya kita. Makin luas kemampuan dan wawasan kita, maka semakin baik upaya pelayanan kita kepada masyarakat,” tegasnya.
Qosbi juga mendukung penuh gelaran uji kompetensi ini. Karena menurutnya, uji kompetensi ini dapat memfasiltitasi pengembangan karir bagi para penghulu ke jenjang yang lebih tinggi. Dia pun berpesan, untuk terus menjaga nama baik Kemenag.
“Bantu saya memperbaiki Kemenega Sumut ini ke arah yang lebih baik lagi. Niat baik harus kita tanamkan di dalam diri kita, untuk terus menjaga nama baik dan reputasi Kemenag. Saya berharap semua dapat bersungguh-sungguh dalam ujian dan lulus semuanya,” harapnya.
Katim Kepenghuluan dan Fasilitas Bina Keluarga Sakinah, Arifin menyampaikan, dari 121 peserta yang mengikuti uji kompetensi, sebanyak 77 orang akan naik jenjang jabatan, terdiri dari penghulu ahli pertama dan penghulu ahli muda. Dan sebanyak 44 peserta mengikuti ujian kompetensi bertujuan untuk perpindahan jabatan ke penghulu dari jabatan struktural, fungsional umum, dan fungsional lainnya.
Arifin juga mengatakan, peserta akan mengikuti uji kompetensi yang terdiri dari uji sosiokultural, manajerial, dan kompetensi teknis.
“Peserta yang mengikuti kompetensi akan diuji melalui proses CAT (computer assesment test) baik manajerial, sosiokultural, dan kemampuan kompetensinya. Untuk selanjutnya akan dilakukan proses wawancara yang diuji oleh tujuh orang dari Tim Asesor Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Kemenag RI, Kanwil Kemenag Sumut, dan Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Sumut.
Turut hadir pada kegiatan ini, Plt Kepala Bidang Urusan Agama Islam Zulfan Efendi, yang menyampaikan, uji kompetensi ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan dasar calon penghulu atau penghulu, terkait kompetensi dan ruang lingkup kerja penghulu. Sekaligus melihat kemampuan wawasan manajerial, sosiokultural, dan keilmuan di bidang Agama Islam.
“Uji kompetensi ini merupakan proses uji kelayakan bagi penghulu untuk ke jenjang yang lebih tinggi. Kami berharap, semua peserta dapat mengikuti uji kompetensi dengan baik dan lulus semuanya,” pungkasnya. (mag-2/saz)