SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Ada pemandangan berbeda di Rumah Dinas Wali Kota Surakarta, Loji Gandrung, Sabtu (18/7/2026). Bukan agenda pemerintahan biasa, melainkan lautan bunga anggrek dari berbagai daerah yang berhasil menyedot perhatian publik hingga pejabat pusat. Yang membuat acara ini semakin istimewa, pembukaan Solo Anggrek Festival 2026 dihadiri langsung oleh Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki dan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono.
Kehadiran dua wakil menteri sekaligus menjadikan festival yang memasuki tahun kedua ini naik kelas sebagai ajang nasional. Tak hanya menjadi tempat berkumpulnya pecinta tanaman hias, Solo Anggrek Festival juga menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, akademisi, komunitas, pelaku usaha, hingga masyarakat untuk bersama-sama menjaga kekayaan flora Indonesia.
Suasana Loji Gandrung berubah menjadi taman penuh warna. Ribuan bunga anggrek dengan beragam jenis dan corak menghiasi setiap sudut lokasi, menghadirkan pengalaman yang memanjakan mata para pengunjung sejak memasuki area festival.
Wali Kota Surakarta Respati Achmad Ardianto dalam sambutannya mengaku bangga rumah dinasnya menjadi lokasi penyelenggaraan festival tersebut.
“Anggrek ini bagian dari semesta yang wajib kita lestarikan. Saya sangat senang rumah dinas saya jadi tambah cantik,” ujar Respati disambut tepuk tangan para tamu undangan.
Menurutnya, kehadiran festival ini tidak hanya memperindah Kota Solo, tetapi juga menjadi media edukasi tentang pentingnya menjaga kelestarian tanaman asli Indonesia sekaligus mendukung geliat ekonomi kreatif berbasis tanaman hias.
Sementara itu, Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki, menegaskan bahwa anggrek bukan sekadar tanaman hias bernilai tinggi, tetapi juga bagian penting dari kekayaan hayati Indonesia yang harus dijaga bersama.
Ia memaparkan lima langkah utama yang menjadi perhatian dalam pengembangan anggrek nasional.
✓ Memperkuat perlindungan habitat anggrek.
✓ Memperluas budidaya anggrek.
✓ Membangun sistem ketelusuran anggrek.
✓ Meningkatkan nilai tambah bagi masyarakat.
✓ Menumbuhkan generasi baru pecinta flora Indonesia.
“Dengan adanya Solo Anggrek Festival diharapkan perkembangan tanaman hias di hutan semakin banyak dan festival ini bermanfaat untuk kita semua serta menjadi kebanggaan Solo dan Jawa Tengah,” kata Rohmat.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Menteri Kehutanan juga menyerahkan secara simbolis 1.000 bibit tanaman produktif sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan penghijauan dan pemberdayaan masyarakat.
Tak kalah antusias, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono turut memberikan apresiasi atas penyelenggaraan festival yang dinilainya memiliki makna besar bagi pelestarian lingkungan.
“Saya senang dan bangga karena kegiatan Solo Anggrek Festival diadakan di Rumah Dinas Wali Kota. Ini berarti Wali Kota Solo itu baik dan mencintai semua yang hidup,” ujar Sudaryono.
Ia mengajak masyarakat semakin mencintai tanaman melalui gerakan SUTARA (Suka Tanaman Nusantara).
“Sesuatu yang hidup dan dipelihara itu bermanfaat bagi kita. Maka dari itu mari kita gerakkan SUTARA, Suka Tanaman Nusantara,” tambahnya.
Ketua Panitia Solo Anggrek Festival sekaligus Ketua Pecinta Anggrek Indonesia (PAI) Solo Raya, Arifin Mustain Wijaya, mengungkapkan penyelenggaraan tahun ini jauh lebih meriah dibandingkan tahun sebelumnya.
Festival diikuti peserta dari berbagai daerah di Indonesia dengan dukungan berbagai elemen, mulai pemerintah pusat, Pemerintah Kota Surakarta, DPRD, tokoh masyarakat, komunitas pecinta anggrek, hingga kalangan akademisi.
“Ini tahun kedua Solo Anggrek Festival diadakan di Kota Solo dan kegiatan tahun ini lebih meriah dari tahun kemarin karena diikuti dari berbagai daerah. Pembukaannya dihadiri Wakil Menteri Kehutanan, Wakil Menteri Pertanian, Wali Kota, perwakilan gubernur, DPRD Solo, tokoh masyarakat, serta akademisi di antaranya dari IIM Surakarta, UNS, dan UMS. Saat ini Solo Anggrek Festival menjadi kegiatan nasional. Kami punya cita-cita Solo Anggrek Festival menjadi kegiatan internasional,” ungkap Arifin.
Dukungan juga datang dari dunia pendidikan. Dosen IIM Surakarta Rochmawati Sholikhah Sukemi mengaku bangga kampusnya ikut terlibat dalam kegiatan tersebut.
“Alhamdulillah, kegiatan Festival Anggrek ini dilaksanakan di Kota Solo. Mata kita dimanjakan bisa melihat secara langsung anggrek-anggrek cantik bermekaran, dan tentunya sangat senang dan bangga karena IIM Surakarta menjadi bagian dari kegiatannya,” ujarnya.
Pembukaan festival berlangsung semarak diawali tarian penyambutan, dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang dipimpin Ghayda Zaina Nafisah, mahasiswa IIM Surakarta, kemudian doa bersama sebelum seluruh tamu melakukan safari melihat koleksi anggrek dari berbagai daerah.
Bagi masyarakat yang ingin berburu tanaman hias, Solo Anggrek Festival menjadi destinasi menarik. Beragam jenis anggrek dipamerkan sekaligus dijual dengan harga yang sangat beragam, mulai sekitar Rp25 ribu hingga mencapai jutaan rupiah untuk koleksi langka dan eksklusif.
Festival ini berlangsung selama 18–26 Juli 2026, memberikan kesempatan bagi masyarakat, kolektor, hingga pelaku usaha tanaman hias untuk menikmati keindahan sekaligus memperluas jaringan di dunia florikultura Indonesia. Aris Arianto
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

11 hours ago
7


















































