Fapet UNS Perkuat Kapasitas Peternak Domba di Jumapolo, Kenalkan Teknologi Pengolahan Limbah Bernilai Ekonomi

9 hours ago 8
Tim Pengabdian kepada Masyarakat Research Group Sustainable Livestock Business and Production (RG SLBP) Fakultas Peternakan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta berfoto bersama anggota Kelompok Tani Ternak Manunggal Sejati, Kecamatan Jumapolo, Kabupaten Karanganyar, usai pelaksanaan program pemberdayaan peternak domba | Foto: Dok. Fapet UNS

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Peternakan domba rakyat di pedesaan selama ini masih identik dengan pola pemeliharaan tradisional dan skala usaha yang kecil. Kondisi tersebut membuat produktivitas ternak belum optimal, sementara pengelolaan limbah peternakan juga masih menjadi tantangan tersendiri.

Berangkat dari kondisi itulah, tim Pengabdian kepada Masyarakat Research Group Sustainable Livestock Business and Production (RG SLBP), Fakultas Peternakan (Fapet) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta hadir memberikan pendampingan kepada Kelompok Tani Ternak Manunggal Sejati di Kecamatan Jumapolo, Kabupaten Karanganyar

Ketua Tim Pengabdian RG SLBP Fapet UNS, Dr. Ayu Intan Sari menjelaskan, program yang berlangsung sepanjang Juni hingga Juli 2026 itu merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pemberdayaan peternak rakyat berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi. Kegiatan difokuskan pada peningkatan kapasitas peternak melalui penyuluhan, pelatihan, serta pendampingan berkelanjutan.

Ia mengatakan,  peternakan domba rakyat di Kecamatan Jumapolo umumnya masih dikelola sebagai usaha sampingan dengan kepemilikan sekitar 1–10 ekor ternak. Sistem pemeliharaan yang masih sederhana menyebabkan produktivitas ternak belum maksimal sehingga pendapatan juga rendah.

“Melalui kegiatan ini kami ingin meningkatkan kapasitas peternak, mulai dari manajemen pemeliharaan, peningkatan kualitas pakan, kesehatan dan reproduksi ternak, hingga pengelolaan limbah agar memiliki nilai ekonomi. Harapannya usaha peternakan rakyat bisa berkembang lebih produktif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan,” ujar ketua tim pengabdian.

Dalam kegiatan tersebut,  Dr. Ayu Intan Sari didampingi anggota tim yang terdiri atas Prof. Sutrisno Hadi Purnomo, Dr. Ratih Dewanti, drh. Endang Tri Rahayu, MP, serta Shanti Emawati, S.Pt., MP.

Selain memberikan materi mengenai manajemen pemeliharaan ternak dari hulu hingga hilir, tim juga melatih peternak mengolah limbah kotoran ternak menjadi pupuk organik. Pelatihan itu didukung penggunaan teknologi mesin pemecah kohe yang membuat proses pengolahan limbah menjadi lebih cepat dan efisien.

Tim Pengabdian kepada Masyarakat Research Group Sustainable Livestock Business and Production (RG SLBP) Fakultas Peternakan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mendampingi peternak Kelompok Tani Ternak Manunggal Sejati, Kecamatan Jumapolo, Kabupaten Karanganyar, dalam praktik pengoperasian mesin pemecah kohe | Foto: Dok. Fapet UNS

Menurut Ketua tim pengabdian pada masyarakat RG SLBP Fakultas Peternakan UNS, Dr. Ayu Intan Sari, pendekatan berbasis kelompok menjadi salah satu kunci keberhasilan program tersebut.

“Kelompok ternak menjadi pusat pemberdayaan masyarakat. Melalui kelompok, proses belajar berlangsung lebih efektif, kerja sama antarpeternak semakin kuat, dan adopsi inovasi teknologi bisa berjalan lebih cepat,” jelasnya.

Hasil evaluasi pelaksanaan program menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan para peternak. Mereka kini lebih memahami pentingnya penyediaan pakan berkualitas, penerapan kandang sehat, pengelolaan kesehatan dan reproduksi ternak, hingga pemanfaatan limbah menjadi pupuk organik yang bernilai tambah.

Pemanfaatan mesin pemecah kohe juga dinilai membuka peluang peningkatan produktivitas sekaligus pendapatan kelompok ternak karena proses pengolahan limbah menjadi lebih praktis.

Tim Pengabdian berharap sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dapat terus diperkuat melalui berbagai program pengabdian yang mendorong inovasi berbasis potensi lokal.

“Kami berharap pendampingan seperti ini mampu meningkatkan kesejahteraan peternak sekaligus mendukung pembangunan peternakan yang berkelanjutan. Program ini juga menjadi kontribusi UNS dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau SDGs, khususnya SDGs 4 tentang Pendidikan Berkualitas, SDGs 8 mengenai Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, serta SDGs 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan,” pungkasnya. [*]

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|