SMA Gabungan Pasca Kebijakan Sekolah Negeri Gratis di Kota Jayapura
Pasca kebijakan sekolah gratis yang diterapkan Pemkota Jayapura, sejumlah sekolah swasta/yayasan pun ikut terdampak. Masalah utamanya adalah penurunan minat atau pendaftar di sekolah swasta/yayasan. SMA Gabungan yang berada di Distrik Jayapura Utara pun ikut terdampak. Lantas seperti apa sekolah ini menyikapinya?
Laporan: Erianto_ Jayapura
Kebijakan pemerintah yang menggratiskan biaya pendidikan di sekolah negeri mulai menimbulkan dampak terhadap sekolah swasta di Jayapura. SMA Gabungan misalnya, salah satu sekolah tertua di Kota Jayapura mengalami penurunan drastis minat siswa baru hingga 50 persen pada tahun ajaran ini.
“Saya sendiri cukup prihatin bahwa sekolah gratis ini berdampak kepada jumlah siswa baru yang menurun hampir semua sekolah swasta,” ungkap Kepala Sekolah SMA Gabungan Jayapura, Sandra Titihalawa kepada Cenderawasih Pos, Jumat (25/7).
Namun, di balik kekhawatiran tersebut, Sandra menegaskan bahwa dirinya juga mendukung penuh kebijakan pemerintah terkait sekolah gratis. Ia melihat kebijakan ini sangat positif, semua anak bisa mendapatkan pelayanan pendidikan.
“Semua anak dijamin mendapatkan pelayanan pendidikan, apalagi ditambah dengan makan gizi gratis. Artinya pendidikan dan gizi sudah terpenuhi untuk generasi emas bangsa,” ujarnya.
“Harapan saya kebijakan ini (sekolah gratis) tetap jalan untuk kepentingan masyarakat, ini kepentingan menyiapkan generasi bangsa mulai dari makan gizi gratis dan pendidikan,” sambungnya.
Dirinya juga menaruh harapan agar pemerintah juga bisa memberikan kebijakan kepada sekolah-sekolah swasta yang ada di Kota Jayapura. Mengingat peran sekolah swasta juga ikut terlibat dalam mencerdaskan anak bangsa yang tidak bisa dikesampingkan.
“Di samping sekolah negeri ada juga sekolah swasta yang membutuhkan perhatian. Ini juga harus dipertimbangkan dalam sebuah kebijakan. Kita juga ikut berkontribusi dalam pendidikan di Kota Jayapura dan ikut berpikir supaya bagaimana anak ini menjadi anak-anak generasi emas bangsa,” ucapnya.
SMA Gabungan Pasca Kebijakan Sekolah Negeri Gratis di Kota Jayapura
Pasca kebijakan sekolah gratis yang diterapkan Pemkota Jayapura, sejumlah sekolah swasta/yayasan pun ikut terdampak. Masalah utamanya adalah penurunan minat atau pendaftar di sekolah swasta/yayasan. SMA Gabungan yang berada di Distrik Jayapura Utara pun ikut terdampak. Lantas seperti apa sekolah ini menyikapinya?
Laporan: Erianto_ Jayapura
Kebijakan pemerintah yang menggratiskan biaya pendidikan di sekolah negeri mulai menimbulkan dampak terhadap sekolah swasta di Jayapura. SMA Gabungan misalnya, salah satu sekolah tertua di Kota Jayapura mengalami penurunan drastis minat siswa baru hingga 50 persen pada tahun ajaran ini.
“Saya sendiri cukup prihatin bahwa sekolah gratis ini berdampak kepada jumlah siswa baru yang menurun hampir semua sekolah swasta,” ungkap Kepala Sekolah SMA Gabungan Jayapura, Sandra Titihalawa kepada Cenderawasih Pos, Jumat (25/7).
Namun, di balik kekhawatiran tersebut, Sandra menegaskan bahwa dirinya juga mendukung penuh kebijakan pemerintah terkait sekolah gratis. Ia melihat kebijakan ini sangat positif, semua anak bisa mendapatkan pelayanan pendidikan.
“Semua anak dijamin mendapatkan pelayanan pendidikan, apalagi ditambah dengan makan gizi gratis. Artinya pendidikan dan gizi sudah terpenuhi untuk generasi emas bangsa,” ujarnya.
“Harapan saya kebijakan ini (sekolah gratis) tetap jalan untuk kepentingan masyarakat, ini kepentingan menyiapkan generasi bangsa mulai dari makan gizi gratis dan pendidikan,” sambungnya.
Dirinya juga menaruh harapan agar pemerintah juga bisa memberikan kebijakan kepada sekolah-sekolah swasta yang ada di Kota Jayapura. Mengingat peran sekolah swasta juga ikut terlibat dalam mencerdaskan anak bangsa yang tidak bisa dikesampingkan.
“Di samping sekolah negeri ada juga sekolah swasta yang membutuhkan perhatian. Ini juga harus dipertimbangkan dalam sebuah kebijakan. Kita juga ikut berkontribusi dalam pendidikan di Kota Jayapura dan ikut berpikir supaya bagaimana anak ini menjadi anak-anak generasi emas bangsa,” ucapnya.