Dosen Unimed Lahirkan Inovasi Mesin Chopper Pengolahan Limbah Perkebunan Jadi Pakan Ternak Berkualitas

2 months ago 49

HAMPARAN PERAK, SUMUTPOS.CO— Sebuah inovasi teknologi tepat guna lahir dari kolaborasi dosen dan mahasiswa Universitas Negeri Medan (Unimed) dalam kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) bertema “Inovasi Mesin Chopper Blender untuk Pengolahan Limbah Pertanian dan Perkebunan Menjadi Pakan Ternak Berkualitas.”

Kegiatan ini dilaksanakan di Gang Kapas 1, Desa Klambir Lima, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deliserdang, tepatnya di peternakan mitra Kambing Usup, Minggu (22/6/2025).

Melalui sinergi antara dosen dari Jurusan Teknik Mesin dan Fisika serta para mahasiswa, PKM ini dapat memberikan solusi nyata terhadap peternak dalam mengatasi permasalahan pengolahan pakan ternak yang bersumber dari limbah pertanian dan perkebunan yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.

Dalam program PKM ini, Tim Pelaksana dari Universitas Negeri Medan (Unimed) memberikan pendampingan, pelatihan dan workshop kepada mitra Kambing Usup. Tim ini diketuai Suprapto, S.T., M.T., Ph.D., dengan anggota (1). Dr. Eng. Jubaidah, MS.i., SP.d., (2). Dr. Lisyanto, MS.i., (3). Henry Iskandar, SP.d., M.Pd.T., (4). Binsar M.T. Pakpahan, S.T., M.Eng dan dibantu beberapa mahasiswa teknik mesin dan fisika universitas Negeri Medan.

Inovasi Mesin Chopper Blender berbahan bakar bensin yang telah dikembangkan oleh tim PKM ini mampu mengolah limbah seperti batang batang ubi, batang jagung, dan daun-daunan menjadi pakan ternak yang bernilai gizi tinggi dan ekonomis.

“Kegiatan PKM ini tidak hanya menjadi ajang pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga merupakan ruang praktik nyata penerapan ilmu teknik dan sains baik dosen dan mahasiswa untuk menjawab tantangan lingkungan dan ketahanan pangan,” ujar salah satu dosen penggagas kegiatan ini.

Usup selaku peternak, menyambut baik inisiatif ini. Ia mengungkapkan, kehadiran mesin ini sangat membantu dalam efisiensi waktu dan tenaga dalam memproduksi pakan ternak, sekaligus mengurangi biaya operasional.

”Biasanya butuh waktu berjam-jam untuk mencacah bahan pakan secara manual. Sekarang, dengan mesin ini, cukup dalam hitungan menit sudah siap diolah. Ini sangat membantu peternak kecil seperti kami,” jelas Usup.

Program ini juga menjadi bagian dari komitmen perguruan tinggi dalam memperkuat peran teknologi dalam mendukung sektor peternakan berkelanjutan. Selain memberikan pelatihan penggunaan dan perawatan mesin, tim juga melakukan edukasi tentang pentingnya pengelolaan limbah sebagai sumber daya alternatif.

Kegiatan ini mendapat apresiasi warga sekitar yang berharap agar program serupa terus berlanjut di sektor-sektor lainnya. Diharapkan, inovasi seperti ini dapat direplikasi di wilayah lain yang memiliki potensi limbah pertanian dan peternakan yang besar, guna memperkuat ketahanan pangan lokal.

Dengan semangat kolaborasi antara dunia akademik dan masyarakat, mesin chopper blender menjadi bukti nyata bahwa inovasi sederhana dapat membawa dampak besar bagi kemajuan desa dan kesejahteraan peternak. (rel/adz)

HAMPARAN PERAK, SUMUTPOS.CO— Sebuah inovasi teknologi tepat guna lahir dari kolaborasi dosen dan mahasiswa Universitas Negeri Medan (Unimed) dalam kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) bertema “Inovasi Mesin Chopper Blender untuk Pengolahan Limbah Pertanian dan Perkebunan Menjadi Pakan Ternak Berkualitas.”

Kegiatan ini dilaksanakan di Gang Kapas 1, Desa Klambir Lima, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deliserdang, tepatnya di peternakan mitra Kambing Usup, Minggu (22/6/2025).

Melalui sinergi antara dosen dari Jurusan Teknik Mesin dan Fisika serta para mahasiswa, PKM ini dapat memberikan solusi nyata terhadap peternak dalam mengatasi permasalahan pengolahan pakan ternak yang bersumber dari limbah pertanian dan perkebunan yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.

Dalam program PKM ini, Tim Pelaksana dari Universitas Negeri Medan (Unimed) memberikan pendampingan, pelatihan dan workshop kepada mitra Kambing Usup. Tim ini diketuai Suprapto, S.T., M.T., Ph.D., dengan anggota (1). Dr. Eng. Jubaidah, MS.i., SP.d., (2). Dr. Lisyanto, MS.i., (3). Henry Iskandar, SP.d., M.Pd.T., (4). Binsar M.T. Pakpahan, S.T., M.Eng dan dibantu beberapa mahasiswa teknik mesin dan fisika universitas Negeri Medan.

Inovasi Mesin Chopper Blender berbahan bakar bensin yang telah dikembangkan oleh tim PKM ini mampu mengolah limbah seperti batang batang ubi, batang jagung, dan daun-daunan menjadi pakan ternak yang bernilai gizi tinggi dan ekonomis.

“Kegiatan PKM ini tidak hanya menjadi ajang pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga merupakan ruang praktik nyata penerapan ilmu teknik dan sains baik dosen dan mahasiswa untuk menjawab tantangan lingkungan dan ketahanan pangan,” ujar salah satu dosen penggagas kegiatan ini.

Usup selaku peternak, menyambut baik inisiatif ini. Ia mengungkapkan, kehadiran mesin ini sangat membantu dalam efisiensi waktu dan tenaga dalam memproduksi pakan ternak, sekaligus mengurangi biaya operasional.

”Biasanya butuh waktu berjam-jam untuk mencacah bahan pakan secara manual. Sekarang, dengan mesin ini, cukup dalam hitungan menit sudah siap diolah. Ini sangat membantu peternak kecil seperti kami,” jelas Usup.

Program ini juga menjadi bagian dari komitmen perguruan tinggi dalam memperkuat peran teknologi dalam mendukung sektor peternakan berkelanjutan. Selain memberikan pelatihan penggunaan dan perawatan mesin, tim juga melakukan edukasi tentang pentingnya pengelolaan limbah sebagai sumber daya alternatif.

Kegiatan ini mendapat apresiasi warga sekitar yang berharap agar program serupa terus berlanjut di sektor-sektor lainnya. Diharapkan, inovasi seperti ini dapat direplikasi di wilayah lain yang memiliki potensi limbah pertanian dan peternakan yang besar, guna memperkuat ketahanan pangan lokal.

Dengan semangat kolaborasi antara dunia akademik dan masyarakat, mesin chopper blender menjadi bukti nyata bahwa inovasi sederhana dapat membawa dampak besar bagi kemajuan desa dan kesejahteraan peternak. (rel/adz)

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|