Antisipasi Penyerangan dan Tindakan Anarkis, Polda Sumut Gelar Simulasi Pengamanan Sispam Mako

15 hours ago 7

MEDAN – Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) menggelar simulasi Sistem Pengamanan Markas Komando (Sispam Mako) guna mengantisipasi penyerangan, di Mapolda Sumut, Kamis (9/4), yang digelar pada Pukul 14.00 WIB.

Dalam simulasi tersebut terlihat ribuan personel dilibatkan dan melakukan berbagai aksi pengamanan dari serangan serangan skala besar, di antaranya tindakan anarkis dan teroris.

Semua titik di Polda Sumut pun tak luput dari sterilisasi petugas, bahkan gerbang gerbang utama termasuk gerbang belakang dan parkir dijaga ketat oleh petugas. Saat simulasi berlangsung, masyarakat yang ingin masukpun diminta menunggu hingga acara berakhir.

Simulasi juga menunjukan adegan pembakaran ban bekas serta penjagaan ketat di pintu gerbang oleh petugas Kepolisian dengan menggunakan tameng dan peralatan lengkap.

Usai simulasi, Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan membenarkan hal tersebut. Polda Sumut melaksanakan Sispam Mako dan itu merupakan kegiatan wajib serta rutin untuk setiap komando. “Ini hanya refresh saja yang dipimpin Pak Kapolda Sumut dan Wakapolda Sumut, dengan tujuan sejauh mana kesiapsiagaan personel dalam menjaga keamanan mako. Simulasi ini juga dilaksanakan di setiap Kepolisian Resor (Polres) di Jajaran Polda Sumut,” katanya.

Saat ditanya, apakah simulasi tersebut juga diperuntukkan dalam pengamanan atau antisipasi unjuk rasa?, Ferry menjelaskan, bahwa pengamanan unjuk rasa bersifat pelayanan. Pak Kapolda Sumut juga memberikan ruang untuk memberikan inspirasi. “Jadi jika mau menyampaikan inspirasi, maka kami akan menyiapkan tempatnya,” ujarnya.

Ferry menambahkan, selain Sispam Mako, Polda Sumut juga mempersiapkan Sispam Kota, yakni jika ada kejadian kejadian pos mejer atau kontijensi, maka Polda Sumut melakukan gladinya. “Untuk pintu gerbang yang seluruhnya ditutup, itu sebagai antisipasi jika ada unjuk rasa yang besar dan mengelilingi Polda Sumut, maka kita sudah menempatkan personel dengan tugas masing masing, yakni siapa dan harus berbuat apa dan berjaga di mana. Di Akademi Kepolisian, itu namanya alarm stelling. Simulasi ini melibatkan seluruh anggota yang bertugas di Mako Polda Sumut,” ujarnya.

Ia juga merinci berbagai atraksi simulasi yang digelar, yakni diawali dengan apel persiapan, kemudian menunjukkan kesiapsiagaan pada waktu terjadi alarm stelling maka personel langsung menempatkan diri sesuai posisi dan surat perintah sesuai penempatan di sektor mana.

“Sehingga para personel akan bergeser ke pos masing masing. Di Polda Sumut itu ada sembilan titik, yaitu di pintu pintu masuk Polda Sumut. Jadi penempatannya sesuai itu. Kami juga diberikan contoh, jika ada tindakan pemaksaan, maka kami akan bertindak sesuai prosedur penanganan unjuk rasa,” pungkasnya. (dwi/ila)

MEDAN – Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) menggelar simulasi Sistem Pengamanan Markas Komando (Sispam Mako) guna mengantisipasi penyerangan, di Mapolda Sumut, Kamis (9/4), yang digelar pada Pukul 14.00 WIB.

Dalam simulasi tersebut terlihat ribuan personel dilibatkan dan melakukan berbagai aksi pengamanan dari serangan serangan skala besar, di antaranya tindakan anarkis dan teroris.

Semua titik di Polda Sumut pun tak luput dari sterilisasi petugas, bahkan gerbang gerbang utama termasuk gerbang belakang dan parkir dijaga ketat oleh petugas. Saat simulasi berlangsung, masyarakat yang ingin masukpun diminta menunggu hingga acara berakhir.

Simulasi juga menunjukan adegan pembakaran ban bekas serta penjagaan ketat di pintu gerbang oleh petugas Kepolisian dengan menggunakan tameng dan peralatan lengkap.

Usai simulasi, Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan membenarkan hal tersebut. Polda Sumut melaksanakan Sispam Mako dan itu merupakan kegiatan wajib serta rutin untuk setiap komando. “Ini hanya refresh saja yang dipimpin Pak Kapolda Sumut dan Wakapolda Sumut, dengan tujuan sejauh mana kesiapsiagaan personel dalam menjaga keamanan mako. Simulasi ini juga dilaksanakan di setiap Kepolisian Resor (Polres) di Jajaran Polda Sumut,” katanya.

Saat ditanya, apakah simulasi tersebut juga diperuntukkan dalam pengamanan atau antisipasi unjuk rasa?, Ferry menjelaskan, bahwa pengamanan unjuk rasa bersifat pelayanan. Pak Kapolda Sumut juga memberikan ruang untuk memberikan inspirasi. “Jadi jika mau menyampaikan inspirasi, maka kami akan menyiapkan tempatnya,” ujarnya.

Ferry menambahkan, selain Sispam Mako, Polda Sumut juga mempersiapkan Sispam Kota, yakni jika ada kejadian kejadian pos mejer atau kontijensi, maka Polda Sumut melakukan gladinya. “Untuk pintu gerbang yang seluruhnya ditutup, itu sebagai antisipasi jika ada unjuk rasa yang besar dan mengelilingi Polda Sumut, maka kita sudah menempatkan personel dengan tugas masing masing, yakni siapa dan harus berbuat apa dan berjaga di mana. Di Akademi Kepolisian, itu namanya alarm stelling. Simulasi ini melibatkan seluruh anggota yang bertugas di Mako Polda Sumut,” ujarnya.

Ia juga merinci berbagai atraksi simulasi yang digelar, yakni diawali dengan apel persiapan, kemudian menunjukkan kesiapsiagaan pada waktu terjadi alarm stelling maka personel langsung menempatkan diri sesuai posisi dan surat perintah sesuai penempatan di sektor mana.

“Sehingga para personel akan bergeser ke pos masing masing. Di Polda Sumut itu ada sembilan titik, yaitu di pintu pintu masuk Polda Sumut. Jadi penempatannya sesuai itu. Kami juga diberikan contoh, jika ada tindakan pemaksaan, maka kami akan bertindak sesuai prosedur penanganan unjuk rasa,” pungkasnya. (dwi/ila)

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|