BIAK– Ketua Bawaslu Kabupaten Biak Numfor, Simon Yason Mandowen, memastikan seluruh jajaran pengawas, mulai dari tingkat kabupaten hingga tingkat TPS, telah bersiap menyambut tahapan penting pendistribusian logistik Pemilu.
“Dari sisi badan pengawas, mulai dari Bawaslu sampai ke jajaran adhoc, kita sudah siapkan pengawas di semua tingkatan, mulai dari kampung, kelurahan, distrik hingga ke TPS. Ada 345 TPS, dan masing-masing akan diawasi oleh satu orang petugas,” ujar Ketua Bawaslu Biak, Simon Y Mandowen, Rabu (30/7).
Menjelang masa tenang yang dimulai tanggal 3 hingga 5 Agustus, pihaknya terus melakukan pemantauan intensif. Simon mengingatkan bahwa meskipun masa tenang seharusnya bebas kampanye, justru kerap terjadi praktik politik uang.
“Dari pengalaman, masa tenang itu sering jadi waktu maraknya politik uang. Karena itu, kami sudah instruksikan pengawasan ketat di sekitar TPS untuk mencegah hal-hal semacam itu,” tegasnya.
Terkait distribusi logistik pemilu, Bawaslu berharap seluruh prosesnya selesai pada tanggal 2 Agustus, agar tidak mengganggu masa tenang. Daerah seperti Numfor, Padaido, dan Aimando dijadwalkan menerima logistik mulai H-2.
Namun, Simon menyoroti tantangan alam yang harus diantisipasi. “Biak akhir-akhir ini hujannya deras, bahkan bisa seharian dan disertai angin. Ini bisa berdampak pada proses distribusi, apalagi jika kotak suara rusak di jalan,” ungkapnya.
Menurut Simon, salah satu pemicu terjadinya Pemungutan Suara Ulang (PSU) adalah rusaknya kotak suara saat proses distribusi. Untuk itu, ia menekankan pentingnya koordinasi antar lembaga.
“Kami masih menunggu rapat koordinasi bersama KPU dan pihak ketiga seperti distributor logistik. Kita ingin semua pihak tahu hal-hal apa yang perlu diantisipasi demi menjamin distribusi berjalan lancar dan aman,” pungkasnya. (il/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
BIAK– Ketua Bawaslu Kabupaten Biak Numfor, Simon Yason Mandowen, memastikan seluruh jajaran pengawas, mulai dari tingkat kabupaten hingga tingkat TPS, telah bersiap menyambut tahapan penting pendistribusian logistik Pemilu.
“Dari sisi badan pengawas, mulai dari Bawaslu sampai ke jajaran adhoc, kita sudah siapkan pengawas di semua tingkatan, mulai dari kampung, kelurahan, distrik hingga ke TPS. Ada 345 TPS, dan masing-masing akan diawasi oleh satu orang petugas,” ujar Ketua Bawaslu Biak, Simon Y Mandowen, Rabu (30/7).
Menjelang masa tenang yang dimulai tanggal 3 hingga 5 Agustus, pihaknya terus melakukan pemantauan intensif. Simon mengingatkan bahwa meskipun masa tenang seharusnya bebas kampanye, justru kerap terjadi praktik politik uang.
“Dari pengalaman, masa tenang itu sering jadi waktu maraknya politik uang. Karena itu, kami sudah instruksikan pengawasan ketat di sekitar TPS untuk mencegah hal-hal semacam itu,” tegasnya.
Terkait distribusi logistik pemilu, Bawaslu berharap seluruh prosesnya selesai pada tanggal 2 Agustus, agar tidak mengganggu masa tenang. Daerah seperti Numfor, Padaido, dan Aimando dijadwalkan menerima logistik mulai H-2.
Namun, Simon menyoroti tantangan alam yang harus diantisipasi. “Biak akhir-akhir ini hujannya deras, bahkan bisa seharian dan disertai angin. Ini bisa berdampak pada proses distribusi, apalagi jika kotak suara rusak di jalan,” ungkapnya.
Menurut Simon, salah satu pemicu terjadinya Pemungutan Suara Ulang (PSU) adalah rusaknya kotak suara saat proses distribusi. Untuk itu, ia menekankan pentingnya koordinasi antar lembaga.
“Kami masih menunggu rapat koordinasi bersama KPU dan pihak ketiga seperti distributor logistik. Kita ingin semua pihak tahu hal-hal apa yang perlu diantisipasi demi menjamin distribusi berjalan lancar dan aman,” pungkasnya. (il/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos