BPBD Sumut Imbau Warga Waspada Cuaca Ekstream

13 hours ago 9

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Utara mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bencana hidrometeorologi yang masih berpotensi terjadi.

Kepala Pelaksana BPBD Sumut Tuahta Ramajaya Saragih, mengatakan kondisi cuaca yang terjadi saat ini merupakan fenomena anomali. Berdasarkan informasi dari BMKG, Sumatera Utara sebenarnya telah memasuki musim kemarau. Namun hujan berintensitas tinggi yang disertai angin kencang masih terus terjadi dalam beberapa hari terakhir.

“Menurut BMKG, sebenarnya kita sudah memasuki musim kemarau. Namun terjadi anomali cuaca sehingga hujan masih terus turun dalam beberapa hari terakhir. Fenomena alam seperti ini memang tidak bisa dipastikan secara tepat,” ujar Tuahta kepada Sumut Pos, Jumat (5/6/2026).

Dampak cuaca buruk tersebut dirasakan warga Kota Medan. Angin kencang yang terjadi pada Kamis (4/6/2026) sekitar pukul 18.00 WIB menyebabkan sejumlah rumah mengalami kerusakan di Kecamatan Medan Denai dan Medan Amplas.

Wilayah terdampak meliputi Kelurahan Tegal Sari Mandala II, Kelurahan Binjai, dan Kelurahan Medan Tenggara di Kecamatan Medan Denai, serta Kelurahan Harjosari II di Kecamatan Medan Amplas. Sebanyak 13 kepala keluarga tercatat terdampak dengan kondisi kerusakan rumah mulai dari ringan hingga berat.

Meski demikian, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD Sumut bersama BPBD Kota Medan langsung turun ke lapangan untuk melakukan pendataan, monitoring, serta kaji cepat pascabencana.

BPBD Sumut juga berkoordinasi dengan pihak lingkungan, kelurahan, dan kecamatan setempat sambil terus memantau perkembangan cuaca dari BMKG. Pemerintah provinsi turut mendukung penanganan yang dilakukan BPBD Kota Medan agar bantuan kepada warga terdampak dapat segera disalurkan.

“Saat ini penanganan masih dilakukan oleh pemerintah setempat dan kami terus melakukan koordinasi agar masyarakat yang terdampak bisa segera mendapatkan bantuan yang diperlukan,” katanya.

Di Kabupaten Langkat, hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut pada hari yang sama juga menyebabkan pohon tumbang di sejumlah titik. Pohon tumbang dilaporkan terjadi di Jalan Binjai–Stabat dan Jalan Medan–Banda Aceh, tepatnya di kawasan Tanjung Beringin Pasar 9, Kecamatan Hinai.

Peristiwa itu sempat mengganggu arus lalu lintas. Namun berkat respons cepat petugas dan masyarakat, akses jalan kembali normal dalam waktu singkat. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka akibat kejadian tersebut.

BPBD Kabupaten Langkat bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH), tim gabungan, dan warga setempat bergotong royong memotong pohon tumbang serta membersihkan material yang menghalangi badan jalan. Pemerintah Kabupaten Langkat juga melakukan asesmen di lokasi terdampak untuk memastikan penanganan berjalan optimal.

“Kondisi di Langkat saat ini sudah ditangani oleh pemerintah setempat dan aktivitas masyarakat sudah kembali normal,” ujar Tuahta.

Menurutnya, berdasarkan prakiraan BMKG, musim kemarau diperkirakan berlangsung hingga Agustus atau September mendatang. Namun saat ini Sumatera Utara masih berada pada masa transisi menuju puncak musim kemarau sehingga potensi hujan lebat dan angin kencang masih dapat terjadi sewaktu-waktu.

Sebagai langkah antisipasi, BPBD Sumut telah menyiagakan personel dan peralatan penanggulangan bencana, terutama pada sore hingga malam hari yang menjadi waktu rawan terjadinya cuaca ekstrem. Berbagai perlengkapan, termasuk gergaji mesin, disiapkan untuk mempercepat penanganan apabila terjadi pohon tumbang maupun bencana lainnya.

“Dalam beberapa hari terakhir personel kita sudah beberapa kali turun membantu penanganan pohon tumbang akibat angin kencang. Kita juga terus berkoordinasi dengan BPBD kabupaten/kota agar penanganan di lapangan bisa dilakukan dengan cepat,” jelasnya.

BPBD Sumut pun mengingatkan masyarakat agar tidak lengah menghadapi perubahan cuaca yang tidak menentu. Warga diminta memperhatikan kondisi lingkungan sekitar dan segera melapor kepada pihak berwenang apabila terjadi kejadian darurat.

“Fenomena cuaca ekstrem yang terjadi saat ini merupakan bagian dari bencana hidrometeorologi yang perlu diwaspadai bersama. Kerja sama masyarakat dan petugas sangat penting agar dampak yang ditimbulkan dapat diminimalkan,” tegas Tuahta.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengatakan, kondisi cuaca untuk sepekan ke depan diprakirakan berpotensi terjadi hujan ringan hingga sedang dan angin kecang di beberapa wilayah Sumatera Utara (Sumut).

Demikian disampaikan Prakirawan BBMKG Wilayah 1 Medan, Nensy Nindy Tambunan kepada Sumut Pos di Medan, Jumat (5/6).

“Kondisi cuaca ini terjadi di Deliserdang, Langkat, Binjai, Medan, Serdangbedagai (Sergai), Karo, Dairi, Pakpakbharat,Humbanghasundutan (Humbahas), Tapanulitengah (Tapteng), Simalungun, Asahan, Labuhanbatu, dan Niasselatan (Nisel), dengan suhu udara berkisar 16-33 derajat celcius, kelembapan udara mencapai 73-99 persen serta angin bertiup mengarah ke Selatan-Barat dengan kecepatan 4-9 Km/Jam,” katanya.

Ia menjelaskan, berdasarkan analisis dinamika atmosfer, cuaca ini disebabkan terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan potensi terjadi hujan di wilayah Sumut, di antaranya yakni, aktifnya gelombang ekuatorial Rossby dan gelombang Kelvin di wilayah Aceh, Sumut, dan Sumatera Barat (Sumbar).

Kemudian, tambah Nensy, analisis angin menunjukkan adanya belokan angin dan konvergensi di wilayah Sumut. Hal tersebut meningkatkan pertumbuhan awan dan potensi hujan di wilayah Sumut.

“Kami mengimbau, agar masyarakat waspada terhadap potensi cuaca ini. Kondisi ini dapat memicu banjir, longsor, dan pohon tumbang. Tetap berhati hati saat beraktivitas di luar ruangan serta pantau informasi cuaca terkini melalui Instagram @infobmkgsumut dan kanal resmi BMKG,” imbaunya. (san/dwi/ila)

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|