Cuaca Panas Ekstrem Landa Medan, Suhu Tembus 37,8 Derajat Celcius

1 month ago 22

SUMUTPOS.CO – Kota Medan tengah dilanda cuaca panas ekstrem dalam beberapa hari terakhir. Suhu udara hingga mencapai 37,8 derajat Celcius, jauh di atas rata-rata suhu normal bulan Juli. Fenomena ini mengundang perhatian masyarakat dan menjadi perhatian serius Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah I Medan.

Kepala Balai BMKG Wilayah I Medan, Hendro Nugroho, menjelaskan bahwa kondisi panas ekstrem ini disebabkan oleh tidak turunnya hujan selama lebih dari satu pekan, disertai suhu udara yang sangat tinggi dan angin kencang.

“Berdasarkan data pengamatan kami pada 17 Juli 2025, suhu udara tercatat mencapai 37,8°C, yang tergolong dalam kategori ekstrem. Ini merupakan angka tertinggi dibandingkan rerata suhu maksimum normal bulan Juli yang berkisar 33,7°C dari tahun 2008 hingga 2024,” ungkap Hendro.

BMKG mengidentifikasi bahwa kondisi cuaca ini tidak terlepas dari pengaruh siklon tropis ‘Wipha’ yang aktif pada pertengahan Juli dan kini mulai menjauh dari wilayah Indonesia. Siklon tersebut memengaruhi pola cuaca di Sumatera Utara, khususnya Kota Medan.

“Ketika siklon menjauh, uap air yang biasanya menjadi sumber hujan juga ikut menjauh, sehingga menyebabkan udara menjadi lebih kering. Ditambah lagi, pergerakan udara kering dari Samudera Hindia ke wilayah tengah Sumatera semakin memperparah kondisi ini,” terang Hendro.

BMKG juga mencatat, adanya angin dengan kecepatan hingga 50 km/jam, serta perubahan arah angin di ketinggian 3.000 kaki yang berhembus dari arah barat daya. Wilayah yang terdampak meliputi Langkat, Deliserdang, Binjai, dan sebagian wilayah Kota Medan.

“Selain suhu tinggi, kami juga mencatat kelembapan udara yang cukup tinggi di lapisan atas, serta labilitas atmosfer yang memungkinkan pertumbuhan awan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang,” jelas Hendro.

Dan dari analisis streamline, lanjut Hendro, terdapat belokan angin di wilayah Sumatera Utara yang turut menambah asupan uap air khususnya di wilayah pantai barat, pegunungan, dan lereng timur Sumatera Utara, seperti Kepulauan Nias, Langkat, Binjai, Deliserdang, Sebagian kota Medan, Madina, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Humbahas, sebagian Tapanuli Utara.

Meski cuaca panas masih terasa menyengat, BMKG dalam prakiraan cuacanya menyebutkan bahwa kemungkinan hujan ringan akan terjadi pada Selasa (29 Juli 2025), dan berlanjut dalam dua hingga tiga hari ke depan.

Pantauan suhu udara pada pukul 12.25 WIB menunjukkan temperatur 33°C, dengan kelembapan 66% dan angin berkecepatan 5 km/jam. Sejumlah aplikasi cuaca bahkan mengkategorikan kondisi ini sebagai ‘Excessive Heat’ atau panas berlebihan.

BMKG mengimbau masyarakat untuk menghindari aktivitas di luar ruangan saat siang hari, menggunakan pelindung matahari, seperti topi dan tabir surya,, memperbanyak minum air putih untuk mencegah dehidrasi, serta memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG.

“Cuaca saat ini bersifat dinamis. Potensi gangguan cuaca masih mungkin terjadi, dan masyarakat diimbau untuk selalu waspada serta menjaga kesehatan,” pungkas Hendro.

Rico Wass: Jaga Kesehatan

Sebelumnya, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, mengimbau masyarakat agar mengurangi kegiatan di luar ruangan pada pukul 11.00-15.00 WIB. Imbauan itu ia sampaikan, lantaran saat ini Kota Medan dalam kondisi cuaca.

“Yang kedua terus menggunakan topi, payung atau pakaian yang menyerap keringat dan menutup tubuh bila harus beraktivitas di luar ruangan. Lalu meningkatkan kewaspadaan terhadap suhu udara tinggi, khususnya di siang hari yang akan berdampak signifikan pada kesehatan, terutama bagi lansia, anak-anak dan individu dengan penyakit bawaan,” pesannya melalui Instagram pribadinya @ricowaasofficial yang dilihat Sumut Pos, Senin (28/7).

Pesan keempat, Rico mengingatkan masyarakat agar memastikan asupan cairan tubuh tetap terjaga dengan memperbanyak minum air putih untuk mencegah dehidrasi dan sengatan panas (heat stroke).

“Yang kelima, menghindari pembakaran sampah terbuka yang dapat mempererat polusi udara dan memicu kebakaran di tengah kondisi cuaca panas dan terik. Terakhir, terus ikuti arahan pemerintah dan ikuti perkembangan terkini dari BMKG untuk mengantisipasi dampak lebih lanjut,” katanya.

Rico juga mengajak masyarakat seluruh warga Kota Medan untuk bersama-sama menjaga kesehatan, keselamatan, dan lingkungan dalam menghadapi cuaca ekstrem ini. “Tetap tenang, waspada dan bertindak bijak demi kebaikan bersama,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan, Yunita Sari, saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa kondisi ini kemungkinan akan terus berlangsung sampai bulan Agustus 2025.

“Biasanya puncak cuaca ekstrem di bulan Juli, namun BMKG memprediksi masih akan berlangsung di bulan Agustus. Hal itu dikarenakan Siklon Tropis Philipina masih terus berputar di Pulau Sumatera,” jelasnya.

Yunita mengatakan, saat ini BMKG masih terus melakukan upaya modifikasi cuaca dalam mengatasi cuaca ekstrem yang saat ini berlangsung.”Saat ini di luar Kota Medan sudah banyak kita lihat muncul kebakaran hutan dan titiknya terus bertambah. Alhamdulillah, di Kota Medan tidak ada hutan sehingga hal itu bisa kita antisipasi. Meski begitu, masyarakat tetap harus waspada dan menjaga kesehatan di tengah kondisi cuaca ekstrem ini,” pungkasnya. (map/ila)

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|