Di Bawah Rintik Hujan, Upacara Hari Guru di Perguruan Al-Washliyah Ampera II Berlangsung Khidmat

3 days ago 11

MEDAN, SumutPos.co– Guyuran rintik hujan, tidak menyurutkan semangat para siswa dan guru Perguruan Al-Washliyah Ampera II melaksanakan upacara peringatan Hari Guru Nasional ke-80, Selasa (25/1/2025). Upacara yang digelar di halaman sekolah tersebut, Jalan Asrama/Ampera II, Kelurahan Sei Sikambing C-II, Kecamatan Medan Helvetia, berlangsung khidmat.

Hadir sebagai inspektur upacara Ketua Yayasan Perguruan Al-Washliyah Ampera II Muhammad Riski Ramon, S.E., M.M. Dalam amanatnya, Riski Ramon membacakan pidato Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed.

Mendikdasmen Abdul Mu’ti mengajak para guru dapat menjadikan peringatan Hari Guru Nasional tahun 2025 ini sebagai momentum untuk memperbaharui janji kepada bangsa dan negara. Mendidik dengan hati, mengabdi tanpa henti untuk menuju cita-cita menjadikan guru hebat, Indonesia kuat.

“Kami tidak meminta Anda bekerja lebih keras. Kami meminta Anda bekerja lebih cerdas, fokus, dan bermakna. Kami akan terus berupaya menghilangkan segala kendala struktural yang membelenggu potensi Anda,” ujarnya.

Sementara Ketua Yayasan Perguruan Al-Washliyah Ampera II, Ramon mengatakan, peringatan Hari Guru 2025 begitu mengharukan. Dimana hujan yang turun tidak membuat anak anak patah semangat dalam melaksanakan upacara bendera, malah sebaliknya. Momen ini yang mereka tunggu untuk memberikan kado spesial kepada guru guru mereka.

“Hujan tidak menjadi penghalang murid-murid tetap melaksanakan pengibaran bendera. Malah ini merupakan berkah dari sang pencipta. Apa lagi momen ini yang ditunggu oleh murid-murid untuk memberikan hadiah kepada guru mereka masing-masing,” ujarnya.

Ramon mengajak semua peserta upacara di momen Hari Guru ini untuk sama sama memuliakan semua guru di manapun mereka berada. “Karena tanpa Guru kita bukan siapa siapa. Seorang Presiden tidak berarti apa-apa jika tanpa seorang guru yang mendidik dan mengajari ilmu pengetahuan,” pungkasnya.

Upacara diakhiri dengan memberikan ucapan selamat dari seluruh peserta upacara sekaligus memberikan cenderamata kepada guru-guru yang telah mengabdi tanpa mengenal waktu. (rel/adz)

MEDAN, SumutPos.co– Guyuran rintik hujan, tidak menyurutkan semangat para siswa dan guru Perguruan Al-Washliyah Ampera II melaksanakan upacara peringatan Hari Guru Nasional ke-80, Selasa (25/1/2025). Upacara yang digelar di halaman sekolah tersebut, Jalan Asrama/Ampera II, Kelurahan Sei Sikambing C-II, Kecamatan Medan Helvetia, berlangsung khidmat.

Hadir sebagai inspektur upacara Ketua Yayasan Perguruan Al-Washliyah Ampera II Muhammad Riski Ramon, S.E., M.M. Dalam amanatnya, Riski Ramon membacakan pidato Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed.

Mendikdasmen Abdul Mu’ti mengajak para guru dapat menjadikan peringatan Hari Guru Nasional tahun 2025 ini sebagai momentum untuk memperbaharui janji kepada bangsa dan negara. Mendidik dengan hati, mengabdi tanpa henti untuk menuju cita-cita menjadikan guru hebat, Indonesia kuat.

“Kami tidak meminta Anda bekerja lebih keras. Kami meminta Anda bekerja lebih cerdas, fokus, dan bermakna. Kami akan terus berupaya menghilangkan segala kendala struktural yang membelenggu potensi Anda,” ujarnya.

Sementara Ketua Yayasan Perguruan Al-Washliyah Ampera II, Ramon mengatakan, peringatan Hari Guru 2025 begitu mengharukan. Dimana hujan yang turun tidak membuat anak anak patah semangat dalam melaksanakan upacara bendera, malah sebaliknya. Momen ini yang mereka tunggu untuk memberikan kado spesial kepada guru guru mereka.

“Hujan tidak menjadi penghalang murid-murid tetap melaksanakan pengibaran bendera. Malah ini merupakan berkah dari sang pencipta. Apa lagi momen ini yang ditunggu oleh murid-murid untuk memberikan hadiah kepada guru mereka masing-masing,” ujarnya.

Ramon mengajak semua peserta upacara di momen Hari Guru ini untuk sama sama memuliakan semua guru di manapun mereka berada. “Karena tanpa Guru kita bukan siapa siapa. Seorang Presiden tidak berarti apa-apa jika tanpa seorang guru yang mendidik dan mengajari ilmu pengetahuan,” pungkasnya.

Upacara diakhiri dengan memberikan ucapan selamat dari seluruh peserta upacara sekaligus memberikan cenderamata kepada guru-guru yang telah mengabdi tanpa mengenal waktu. (rel/adz)

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|