Menyambut peringatan Hari Buruh Internasional yang jatuh pada 1 Mei mendatang, Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Sumatera Utara menyiapkan konsep perayaan terpusat yang diharapkan menjadi ruang dialog terbuka antara pemerintah dan para pekerja.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Sumatera Utara, Yuliani Siregar, menyampaikan bahwa peringatan tahun ini akan digelar di kawasan Astaka Pancing dengan konsep yang tidak jauh berbeda dari tahun sebelumnya.
Menurut Yuliani, rangkaian kegiatan akan mencakup seremoni hingga penyerahan simbolis sebagai bagian dari agenda utama. Namun, ia menegaskan bahwa detail teknis masih menunggu koordinasi lanjutan dengan Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution.
“Rencananya tetap kita pusatkan di Astaka seperti tahun lalu. Untuk detail kegiatan, akan kami laporkan terlebih dahulu kepada Pak Gubernur sebelum diumumkan secara resmi,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).
Selain persiapan acara, kata Yuliani, Disnaker Sumut juga mengantisipasi potensi aksi unjuk rasa yang kerap mewarnai peringatan May Day. “Kami siap menerima rekan-rekan buruh yang ingin menyampaikan aspirasi, termasuk di kantor gubernur. Yang penting, tetap menjaga ketertiban dan kedamaian,” tegasnya.
Ia berharap momentum May Day tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga wadah konstruktif untuk menyampaikan tuntutan pekerja secara langsung dan terorganisir. Terlebih, kegiatan ini telah rutin dilaksanakan selama kurang lebih satu dekade di Sumatera Utara.
Dengan pendekatan dialogis dan persiapan yang matang, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara optimistis peringatan May Day 2026 dapat berlangsung aman, kondusif, serta memberikan ruang nyata bagi buruh untuk didengar.
“Harapan kami, semua aspirasi bisa disampaikan dalam forum ini sehingga dapat langsung kami respons demi peningkatan kesejahteraan pekerja,” pungkas Yuliani. (san/ila)
Menyambut peringatan Hari Buruh Internasional yang jatuh pada 1 Mei mendatang, Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Sumatera Utara menyiapkan konsep perayaan terpusat yang diharapkan menjadi ruang dialog terbuka antara pemerintah dan para pekerja.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Sumatera Utara, Yuliani Siregar, menyampaikan bahwa peringatan tahun ini akan digelar di kawasan Astaka Pancing dengan konsep yang tidak jauh berbeda dari tahun sebelumnya.
Menurut Yuliani, rangkaian kegiatan akan mencakup seremoni hingga penyerahan simbolis sebagai bagian dari agenda utama. Namun, ia menegaskan bahwa detail teknis masih menunggu koordinasi lanjutan dengan Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution.
“Rencananya tetap kita pusatkan di Astaka seperti tahun lalu. Untuk detail kegiatan, akan kami laporkan terlebih dahulu kepada Pak Gubernur sebelum diumumkan secara resmi,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).
Selain persiapan acara, kata Yuliani, Disnaker Sumut juga mengantisipasi potensi aksi unjuk rasa yang kerap mewarnai peringatan May Day. “Kami siap menerima rekan-rekan buruh yang ingin menyampaikan aspirasi, termasuk di kantor gubernur. Yang penting, tetap menjaga ketertiban dan kedamaian,” tegasnya.
Ia berharap momentum May Day tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga wadah konstruktif untuk menyampaikan tuntutan pekerja secara langsung dan terorganisir. Terlebih, kegiatan ini telah rutin dilaksanakan selama kurang lebih satu dekade di Sumatera Utara.
Dengan pendekatan dialogis dan persiapan yang matang, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara optimistis peringatan May Day 2026 dapat berlangsung aman, kondusif, serta memberikan ruang nyata bagi buruh untuk didengar.
“Harapan kami, semua aspirasi bisa disampaikan dalam forum ini sehingga dapat langsung kami respons demi peningkatan kesejahteraan pekerja,” pungkas Yuliani. (san/ila)

6 hours ago
2

















































