MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dukungan terhadap masuknya investasi asing kembali digaungkan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Utara (Sumut). Kali ini, perhatian tertuju pada potensi besar sektor pertanian dan pariwisata di Kabupaten Toba yang dilirik investor asal Jepang.
Anggota Komisi D DPRD Sumut, Viktor Silaen, menyatakan pihaknya menyambut positif ketertarikan investor Jepang dalam menjalin kerja sama di sektor pertanian, pariwisata, hingga energi.
Dukungan tersebut disampaikan menyusul kunjungan investor Jepang, Kato Kosuke dan Isono, ke Toba pada 2 April 2026 lalu. Kunjungan itu diterima langsung oleh Bupati Toba, Effendi Sintong Napitupulu.
“Kita tentu menyambut dan mendukung ketertarikan investor Jepang ini. Ini menjadi peluang besar untuk mendorong pertumbuhan sektor pertanian dan pariwisata di Toba,” ucap Viktor, Senin (6/4/2026).
Menurutnya, sektor pertanian merupakan tulang punggung ekonomi masyarakat Toba. Ia menyebutkan, sekitar 90 persen warga menggantungkan hidup dari sektor tersebut, sementara sisanya bekerja sebagai ASN, TNI, dan Polri.
“Artinya, ketika sektor pertanian berkembang, maka kesejahteraan masyarakat juga ikut meningkat,” ujar Politisi Golkar itu.
Ia menilai, konsep pengembangan kedepan tidak bisa hanya berfokus pada produksi pertanian semata, tetapi harus dikombinasikan dengan sektor pariwisata melalui konsep agrowisata.
Ia mencontohkan keberhasilan sejumlah daerah lain di Sumatera Utara, seperti kawasan pertanian jeruk di Kabupaten Karo yang telah menjadi daya tarik wisata.
“Di Karo, wisatawan bisa datang langsung ke kebun jeruk, memetik buah, dan menikmati suasana alam. Konsep seperti ini sangat potensial diterapkan di Toba,” katanya.
Selain itu, ia menegaskan pentingnya peran Pemerintah Provinsi Sumut, maupun pemerintah Kabupaten Karo dalam memfasilitasi kemudahan investasi, khususnya dalam hal perizinan dan regulasi.
“Dukungan masyarakat juga penting, agar kerja sama dengan investor dapat berjalan optimal. Artinya, pemerintah juga harus dapat memfasilitasi komunikasi antara para investor dan masyarakat,” tuturnya.
Tak hanya pemerintah daerah, ia juga menekankan pentingnya keterlibatan berbagai pihak, termasuk media massa, dalam mengawal proses investasi tersebut, baik dari sisi perkembangan maupun capaian di lapangan.
“Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, investor, dan media menjadi kunci agar potensi besar Kabupaten Toba benar-benar bisa dimaksimalkan,” pungkasnya.(map/azw)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dukungan terhadap masuknya investasi asing kembali digaungkan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Utara (Sumut). Kali ini, perhatian tertuju pada potensi besar sektor pertanian dan pariwisata di Kabupaten Toba yang dilirik investor asal Jepang.
Anggota Komisi D DPRD Sumut, Viktor Silaen, menyatakan pihaknya menyambut positif ketertarikan investor Jepang dalam menjalin kerja sama di sektor pertanian, pariwisata, hingga energi.
Dukungan tersebut disampaikan menyusul kunjungan investor Jepang, Kato Kosuke dan Isono, ke Toba pada 2 April 2026 lalu. Kunjungan itu diterima langsung oleh Bupati Toba, Effendi Sintong Napitupulu.
“Kita tentu menyambut dan mendukung ketertarikan investor Jepang ini. Ini menjadi peluang besar untuk mendorong pertumbuhan sektor pertanian dan pariwisata di Toba,” ucap Viktor, Senin (6/4/2026).
Menurutnya, sektor pertanian merupakan tulang punggung ekonomi masyarakat Toba. Ia menyebutkan, sekitar 90 persen warga menggantungkan hidup dari sektor tersebut, sementara sisanya bekerja sebagai ASN, TNI, dan Polri.
“Artinya, ketika sektor pertanian berkembang, maka kesejahteraan masyarakat juga ikut meningkat,” ujar Politisi Golkar itu.
Ia menilai, konsep pengembangan kedepan tidak bisa hanya berfokus pada produksi pertanian semata, tetapi harus dikombinasikan dengan sektor pariwisata melalui konsep agrowisata.
Ia mencontohkan keberhasilan sejumlah daerah lain di Sumatera Utara, seperti kawasan pertanian jeruk di Kabupaten Karo yang telah menjadi daya tarik wisata.
“Di Karo, wisatawan bisa datang langsung ke kebun jeruk, memetik buah, dan menikmati suasana alam. Konsep seperti ini sangat potensial diterapkan di Toba,” katanya.
Selain itu, ia menegaskan pentingnya peran Pemerintah Provinsi Sumut, maupun pemerintah Kabupaten Karo dalam memfasilitasi kemudahan investasi, khususnya dalam hal perizinan dan regulasi.
“Dukungan masyarakat juga penting, agar kerja sama dengan investor dapat berjalan optimal. Artinya, pemerintah juga harus dapat memfasilitasi komunikasi antara para investor dan masyarakat,” tuturnya.
Tak hanya pemerintah daerah, ia juga menekankan pentingnya keterlibatan berbagai pihak, termasuk media massa, dalam mengawal proses investasi tersebut, baik dari sisi perkembangan maupun capaian di lapangan.
“Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, investor, dan media menjadi kunci agar potensi besar Kabupaten Toba benar-benar bisa dimaksimalkan,” pungkasnya.(map/azw)

13 hours ago
4

















































