Founder GSI: Anak Muda Jangan Cuma Cari Inspirasi, Saatnya Jadi Solusi

12 hours ago 10
Gerakan Solusi Indonesia (GSI) bakal menggelar agenda besar bertajuk GSI Youth Fest - Hero Summit 2026 di GOR Indoor Manahan Solo, Minggu (8/11/2026). Acara ini akan menghadirkan Youth Insight Leader Forum, Job Fair, hingga penampilan spesial Ndarboy Genk. Prihatsari

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM Gerakan Solusi Indonesia (GSI) bakal menggelar agenda besar bertajuk GSI Youth Fest – Hero Summit 2026 di GOR Indoor Manahan Solo, Minggu (8/11/2026). Acara ini akan menghadirkan Youth Insight Leader Forum, Job Fair, hingga penampilan spesial Ndarboy Genk.

Co Founder GSI, Anas Syahirul, menegaskan GSI lahir dari kegelisahan melihat banyak anak muda yang stuck antara ingin bergerak tapi bingung harus mulai dari mana.

“Banyak anak muda sebenarnya sudah bergerak menjawab persoalan di sekitarnya, dari pendidikan, lingkungan, sampai ekonomi kreatif. Tapi tantangannya hari ini bukan sekadar dapat inspirasi, tapi bagaimana mengubah inspirasi itu menjadi keberanian untuk bertindak,” ujar Anas, Sabtu (19/9/2026).

Menurut Anas, yang dibutuhkan anak muda saat ini bukan lagi sekadar motivasi, melainkan ekosistem. Yakni role model yang nyata, ruang bertumbuh, akses jejaring, dan pengakuan atas kerja-kerja mereka di tingkat lokal.

“Semangat kami jelas, Pemuda Adalah Solusi. GSI Youth Fest ini kami proyeksikan sebagai ruang temu antara anak muda, pemimpin, komunitas, dunia usaha, dan para local hero. Bukan sekadar festival, tapi jembatan,” tegasnya.

Sementara itu, CEO GSI Hendry Tri Asmoro menambahkan, forum ini dirancang untuk menyebarkan virus positif dari Jawa Tengah ke berbagai daerah.

“Fungsi Gerakan Solusi Indonesia membantu untuk lebih memviralkan dan membuat virus positif. Nah virus ini nanti akan disebarkan dengan awalan di Jateng dan next di Jatim, Jabar sampai Banten,” kata Hendry.

Ia menjelaskan output akhir dari GSI Youth Fest adalah munculnya anak-anak muda yang mampu menjadi solusi bagi lingkungannya, serta awarding bagi 35 Local Hero Jawa Tengah yang telah terbukti berdampak.

Hal senada disampaikan Ketua Dewan Pembina GSI Prof. Dr. Pujiyono Suwadi. Ia menyoroti ketimpangan kesiapan generasi muda menuju Indonesia Emas 2045.

“Kita sudah ada rencana pembangunan jangka panjang Indonesia Emas 2045. Tapi kalau kita lihat di lapangan ada ketimpangan, di satu sisi sudah ada anak-anak muda yang sukses. Tapi lebih banyak lagi anak muda yang tidak tahu mau ngapain. Nah kegelisahan atas ketimpangan ini lah yang ingin kita jembatani,” ungkapnya. Prihatsari

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|