PKKMB Politeknik Assalaam Surakarta 2026 Bekali Mahasiswa Baru dengan Wawasan Kebangsaan, AI, dan Ketrampilan Masa Depan

13 hours ago 9

SUKOHARJO, JOGLOSEMARNEWS.COM -Direktur Politeknik Assalaam Surakarta, Prof. Dr. A.G. Tamrin, M.Pd., M.Si.memperkenalkan arah pengembangan Politeknik Assalaam Surakarta sebagai “Kampus Technopreneurship Berkelas Dunia”.

Hal itu disampaikan Prof. Dr. A.G. Tamrin, M.Pd. saat Politeknik Assalaam Surakarta menggelar Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2026/2027 di kampus setempat Jl. Garuda Mas, Mendungan, Pabelan, Kec. Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Kamis (17/9/2026).

Prof. Tamrin menambahkan semangat tersebut dirangkum melalui pesan “Maju, Melesat, Mendunia, Masa Depan Pasti.”

Visi tersebut diarahkan untuk menjadikan Politeknik Assalaam Surakarta sebagai perguruan tinggi technopreneurship berkelas dunia yang memberikan kemaslahatan bagi umat berdasarkan nilai-nilai keilmuan dan keislaman.

Kegiatan ini menjadi momentum bagi mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan kampus sekaligus mendapatkan pembekalan tentang kehidupan akademik, wawasan kebangsaan, perkembangan teknologi, kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), layanan kemahasiswaan, hingga organisasi mahasiswa.

Rangkaian PKKMB Politeknik Assalaam Surakarta 2026 diawali dengan apel pembukaan di aula kampus.

Direktur Politeknik Assalaam Surakarta, Prof. Dr. A.G. Tamrin, M.Pd.,

menyampaikan sambutan sekaligus memperkenalkan jajaran struktural, dosen, dan tenaga kependidikan kepada mahasiswa baru.

Dalam sambutannya, Prof. Tamrin juga mengajak mahasiswa baru menjadi pribadi SMART, yakni Sukses, Mandiri, Amanah, Religious, dan Technopreneurship, serta memiliki daya saing global. Mahasiswa Baru Politeknik Assalaam Dibekali Wawasan tentang AI

Setelah apel pembukaan, kegiatan PKKMB Politeknik Assalaam Surakarta dilanjutkan dengan kuliah umum dan berbagai sesi sosialisasi.

Salah satu agenda utama menghadirkan narasumber dari luar kampus, Prof. Dr. Deddy B. Lasfeto, S.T., M.T. Prof. Deddy menyampaikan materi bertajuk “Inovasi Komputasi dan Machine Learning: Mendorong Akselerasi Teknologi Pembelajaran Digital Berbasis Artificial Intelligence.”

Dalam pemaparannya, Prof. Deddy menjelaskan bahwa komputasi pada dasarnya merupakan proses menemukan solusi terhadap suatu masalah melalui data dan algoritma.

Perkembangan teknologi komputasi kemudian melahirkan berbagai inovasi, seperti cloud computing, mobile computing, Internet of Things (IoT), Virtual Reality (VR), Augmented Reality (AR), Big Data, hingga Artificial Intelligence (AI).

Mahasiswa baru juga diperkenalkan dengan konsep Artificial Intelligence dan Machine Learning.  AI dijelaskan sebagai cabang ilmu komputer yang memungkinkan mesin melakukan berbagai tugas yang selama ini membutuhkan kecerdasan manusia.

Sementara itu, machine learning merupakan bagian dari AI yang memanfaatkan data untuk menemukan pola serta menghasilkan prediksi atau keputusan.

AI sebagai Alat Bantu, Bukan Pengganti Proses Berpikir. Salah satu pesan penting dalam kuliah umum tersebut adalah pentingnya menggunakan AI secara kritis, kreatif, etis, dan bertanggung jawab, khususnya dalam dunia pendidikan.

Mahasiswa diingatkan agar tidak sekadar menerima keluaran yang dihasilkan AI. Setiap informasi dari AI tetap perlu diperiksa dan diverifikasi menggunakan sumber yang tepercaya.

Mahasiswa juga didorong untuk membaca sumber asli, mempertanyakan jawaban AI, serta melakukan pengecekan terhadap fakta, statistik, dan data.

Hal tersebut berkaitan erat dengan integritas akademik. Dalam konteks pendidikan, AI seharusnya digunakan untuk membantu proses belajar dan berkarya, bukan menggantikan proses berpikir mahasiswa.

Penggunaan AI dalam karya akademik juga perlu dilakukan secara jujur dan transparan. Mahasiswa perlu memahami alat AI yang digunakan, tujuan penggunaannya, serta tetap menempatkan manusia sebagai pihak yang meninjau dan memverifikasi hasil.

“Mahasiswa tidak cukup hanya mampu menggunakan teknologi. Mereka juga harus mampu berpikir,” menjadi salah satu pesan utama yang disampaikan melalui pengenalan Computational Thinking.

Mengenal Computational Thinking

Prof. Deddy memperkenalkan empat elemen utama computational thinking, yaitu dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, dan algoritma.

Kemampuan tersebut merupakan keterampilan berpikir yang dapat diterapkan untuk menyelesaikan berbagai persoalan dan tidak terbatas pada bidang pemrograman.

Di tengah perkembangan AI yang semakin pesat, mahasiswa juga diingatkan untuk terus mengembangkan kemampuan yang tidak dapat begitu saja diserahkan kepada teknologi.

Kemampuan tersebut antara lain berpikir kritis, komunikasi efektif, kolaborasi, kemandirian dan inisiatif, kecerdasan emosional, serta kemampuan beradaptasi dan belajar sepanjang hayat.

Empat Program Studi Diperkenalkan kepada Mahasiswa Baru. Selain mengikuti kuliah umum, mahasiswa baru mendapatkan sosialisasi mengenai empat program studi di Politeknik Assalaam Surakarta.

Keempat program studi tersebut meliputi:

D4 Pengelolaan Perhotelan

D3 Bahasa Inggris

D3 Manajemen Informatika

D4 Manajemen Informasi Kesehatan

Rangkaian PKKMB kemudian dilanjutkan dengan ice breaking bersama BEM, ISHOMA, serta penyampaian PAS Challenge.

Dalam tantangan tersebut, mahasiswa baru diarahkan untuk mengikuti akun media sosial Politeknik Assalaam, mengunggah foto menggunakan twibbon, serta menyebut atau mention akun Instagram dan TikTok Politeknik Assalaam.

Mahasiswa Mendapatkan Informasi Layanan dan Organisasi Kampus. Pembekalan mahasiswa baru juga mencakup berbagai informasi penting terkait kehidupan kampus.

Materi yang diberikan antara lain layanan kemahasiswaan, beasiswa, organisasi kemahasiswaan, SIAKAD, serta administrasi keuangan mahasiswa.

Mahasiswa baru juga mendapatkan sosialisasi PPKPT (Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi) dengan tema “Kuliah Minim Drama, Kampus Aman dan Ramah Trauma.”

Selanjutnya, mahasiswa diperkenalkan dengan BEM Politeknik Assalaam Surakarta sebelum mengikuti penyampaian tugas dan campus tour di lingkungan kampus.

PKKMB Politeknik Assalaam Surakarta Ditutup dengan Pesan untuk Berinovasi. Seluruh rangkaian PKKMB Tahun Akademik 2026/2027 Politeknik Assalaam Surakarta ditutup oleh Wakil Direktur Politeknik Assalaam Surakarta, Dr. H. Trisnojoyo Khotob, S.Ag., MM., pada pukul 15.00–15.20 WIB.

Penutupan menjadi akhir dari rangkaian pengenalan kehidupan kampus yang tidak hanya bertujuan memperkenalkan lingkungan perguruan tinggi, tetapi juga memberikan bekal awal kepada mahasiswa baru untuk menjalani kehidupan akademik dan kemahasiswaan.

Mahasiswa diharapkan mampu menjalani kehidupan kampus dengan sikap mandiri, amanah, berintegritas, serta adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Pesan dari materi Prof. Deddy menjadi salah satu bekal bagi mahasiswa baru dalam menjalani perjalanan akademik di Politeknik Assalaam Surakarta, yaitu “Belajar, Berpikir, Berkarya, Berinovasi.”

Sementara itu, semangat SMART, yaitu Sukses, Mandiri, Amanah, Religious, dan Technopreneurship, yang disampaikan Direktur Politeknik Assalaam Surakarta menjadi landasan karakter yang diharapkan tumbuh selama mahasiswa menempuh pendidikan.

Dengan pembekalan tersebut, mahasiswa baru Politeknik Assalaam Surakarta diharapkan mampu mengembangkan kompetensi akademik, karakter, kemampuan berpikir kritis, serta kesiapan menghadapi perkembangan teknologi dan tantangan global. (*)

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|