FSQ Asahan 2025 Ditutup Wabup dan Ketua DPRD, Sepakat Qasidah Harus Hidup di Tengah Masyarakat

3 weeks ago 16

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Festival Seni Qasidah (FSQ) Tingkat Kabupaten Asahan 2025 resmi ditutup pada Senin (4/8) malam, oleh Wakil Bupati Asahan Rianto di Lapangan Sepak Bola Perkebunan Pulahan, Kecamatan Airbatu. Penutupan yang berlangsung hangat dan penuh makna ini, menjadi penegasan, seni kasidah bukan hanya sekadar ajang lomba tahunan, tapi harus menjadi bagian hidup dari budaya dan dakwah masyarakat Asahan.

Turut hadir Ketua DPRD Asahan Efi Irwansyah Pane, sekretaris daerah, perwakilan Forkopimda, para asisten, staf ahli, OPD, camat se-Kabupaten Asahan, dan masyarakat Airbatu yang turut memadati area kegiatan hingga akhir acara.

Dalam laporannya, Ketua Panitia 2 FSQ Asahan 2025, yang juga Asisten Administrasi Umum, Muhilli Lubis menyampaikan, pelaksanaan FSQ berlangsung sejak 31 Juli hingga 4 Agustus 2025 dan berjalan lancar berkat dukungan lintas sektor, khususnya masyarakat Kecamatan Airbatu. Dia menegaskan, kegiatan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan momentum memperkuat warisan seni Islami yang mengajarkan nilai, moral, dan spiritualitas.

Ketua DPRD Asahan Efi Irwansyah Pane, dalam sambutannya, menyampaikan, seni kasidah adalah bagian dari syiar Islam yang menyampaikan pesan moral secara santun dan damai. Dia menegaskan, kegiatan seperti ini layak mendapat dukungan penuh, tidak hanya dari sisi anggaran, tapi juga dalam bentuk kebijakan yang mendorong pembinaan karakter masyarakat, khususnya generasi muda.

Menurutnya, kasidah adalah alternatif penting di tengah derasnya hiburan yang sering kali kosong nilai.
“Seni seperti inilah yang membentuk peradaban. Ini bukan soal perlombaan, ini soal membentuk watak dan kesadaran,” ungkap Efi.

Wakil Bupati Asahan, Rianto dalam sambutannya, menggarisbawahi, FSQ harus menghasilkan dampak yang nyata di masyarakat. Dia menyebutkan, kegiatan ini akan sia-sia bila tidak menyentuh kehidupan sehari-hari. Untuk itu, Rianto menekankan, perlunya keterlibatan lintas pihak untuk memastikan, seni kasidah tidak hanya hidup di panggung festival, tapi juga hadir di rumah, sekolah, masjid, dan ruang-ruang komunitas.

Dia juga menegaskan, juara dalam FSQ belum tentu langsung menjadi wakil Asahan di tingkat Provinsi Sumatera Utara (Sumut). Pemkab akan melakukan seleksi dan pemusatan latihan (TC) untuk menyaring tim terbaik, baik dari segi kualitas seni maupun kekuatan pesan dakwah yang dibawa.

Dia juga menyampaikan pesan kepada para peserta yang belum berhasil meraih juara, untuk tidak berkecil hati. Riaonto mengajak seluruh peserta terus berlatih dan menjaga niat ikhlas dalam melestarikan seni Islami, karena bukan piala yang terpenting, melainkan nilai yang dibawa dan diwariskan.

Di akhir acara, Rianto menyerahkan langsung trofi juara umum kepada Kecamatan Kota Kisaran Barat, yang sukses tampil dominan dalam beberapa kategori. Masyarakat Airbatu sebagai tuan rumah, juga mendapat apresiasi khusus atas keramahan, partisipasi aktif, dan suasana kekeluargaan yang diciptakan selama kegiatan berlangsung.

“Penutupan FSQ tahun ini bukanlah akhir dari kegiatan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar, yakni memastikan kasidah tetap hidup, berkembang, dan mengakar di tengah masyarakat sebagai bentuk dakwah yang indah dan membumi,” pungkas Rianto. (dat/saz)

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Festival Seni Qasidah (FSQ) Tingkat Kabupaten Asahan 2025 resmi ditutup pada Senin (4/8) malam, oleh Wakil Bupati Asahan Rianto di Lapangan Sepak Bola Perkebunan Pulahan, Kecamatan Airbatu. Penutupan yang berlangsung hangat dan penuh makna ini, menjadi penegasan, seni kasidah bukan hanya sekadar ajang lomba tahunan, tapi harus menjadi bagian hidup dari budaya dan dakwah masyarakat Asahan.

Turut hadir Ketua DPRD Asahan Efi Irwansyah Pane, sekretaris daerah, perwakilan Forkopimda, para asisten, staf ahli, OPD, camat se-Kabupaten Asahan, dan masyarakat Airbatu yang turut memadati area kegiatan hingga akhir acara.

Dalam laporannya, Ketua Panitia 2 FSQ Asahan 2025, yang juga Asisten Administrasi Umum, Muhilli Lubis menyampaikan, pelaksanaan FSQ berlangsung sejak 31 Juli hingga 4 Agustus 2025 dan berjalan lancar berkat dukungan lintas sektor, khususnya masyarakat Kecamatan Airbatu. Dia menegaskan, kegiatan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan momentum memperkuat warisan seni Islami yang mengajarkan nilai, moral, dan spiritualitas.

Ketua DPRD Asahan Efi Irwansyah Pane, dalam sambutannya, menyampaikan, seni kasidah adalah bagian dari syiar Islam yang menyampaikan pesan moral secara santun dan damai. Dia menegaskan, kegiatan seperti ini layak mendapat dukungan penuh, tidak hanya dari sisi anggaran, tapi juga dalam bentuk kebijakan yang mendorong pembinaan karakter masyarakat, khususnya generasi muda.

Menurutnya, kasidah adalah alternatif penting di tengah derasnya hiburan yang sering kali kosong nilai.
“Seni seperti inilah yang membentuk peradaban. Ini bukan soal perlombaan, ini soal membentuk watak dan kesadaran,” ungkap Efi.

Wakil Bupati Asahan, Rianto dalam sambutannya, menggarisbawahi, FSQ harus menghasilkan dampak yang nyata di masyarakat. Dia menyebutkan, kegiatan ini akan sia-sia bila tidak menyentuh kehidupan sehari-hari. Untuk itu, Rianto menekankan, perlunya keterlibatan lintas pihak untuk memastikan, seni kasidah tidak hanya hidup di panggung festival, tapi juga hadir di rumah, sekolah, masjid, dan ruang-ruang komunitas.

Dia juga menegaskan, juara dalam FSQ belum tentu langsung menjadi wakil Asahan di tingkat Provinsi Sumatera Utara (Sumut). Pemkab akan melakukan seleksi dan pemusatan latihan (TC) untuk menyaring tim terbaik, baik dari segi kualitas seni maupun kekuatan pesan dakwah yang dibawa.

Dia juga menyampaikan pesan kepada para peserta yang belum berhasil meraih juara, untuk tidak berkecil hati. Riaonto mengajak seluruh peserta terus berlatih dan menjaga niat ikhlas dalam melestarikan seni Islami, karena bukan piala yang terpenting, melainkan nilai yang dibawa dan diwariskan.

Di akhir acara, Rianto menyerahkan langsung trofi juara umum kepada Kecamatan Kota Kisaran Barat, yang sukses tampil dominan dalam beberapa kategori. Masyarakat Airbatu sebagai tuan rumah, juga mendapat apresiasi khusus atas keramahan, partisipasi aktif, dan suasana kekeluargaan yang diciptakan selama kegiatan berlangsung.

“Penutupan FSQ tahun ini bukanlah akhir dari kegiatan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar, yakni memastikan kasidah tetap hidup, berkembang, dan mengakar di tengah masyarakat sebagai bentuk dakwah yang indah dan membumi,” pungkas Rianto. (dat/saz)

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|