Hadiri Pelatihan Jurnalistik dan Desain Grafis, M Nuh Ajak Milenial Muslim Jadi Komunikator yang Baik

3 weeks ago 18

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dari Sumatera Utara (Sumut) KH Muhammad Nuh MSP mengajak kaum milenial muslim menjadi komunikator yang baik. Ajakan ini disampaikan Muhammad Nuh ketika menjadi Keynote Speaker pada pelatihan Jurnalistik dan Desain Grafis yang digelar Pengurus Wilayah (PW) Persatuan Islam (Persis) Sumut dan Persatuan News di Aula DPD RI Sumatera Utara, Jalan Gajah Mada, Kamis (7/8).

“Jadilah penulis yang beretika. Jadilah penulis yang berintegritas. Jadilah penulis yang profesional, dan jadilah komunikator (pembawa pesan) yang baik,” kata M Nuh.

M Nuh yang saat ini duduk di Komite IV DPD RI mengatakan, saat dia masih menimba ilmu di pesantren Persis, Jawa Timur, mereka juga pernah membuat sebuah pelatihan jurnalistik. “Dan Kyai kami waktu itu berpesan, kalau mau menjadi penulis andal, caranya ya harus menulis,” ujarnya.

Menurutnya, pelatihan ini sangat baik. Karena, dengan adanya pelatihan ini para milenial muslim dapat belajar bagaimana sebuah pesan atau informasi dapat dikemas dengan menarik, komunikatif, sehingga pesan tersebut dapat sampai kepada masyarakat.

Ketua Persatuan Islam (Persis) Sumut ini juga mengutip sebuah hadist yang berbunyi, “Aku (Muhammad SAW) diberikan lima kelebihan oleh Allah SWT yang salah satunya diberikan rasa takut yang tertanam di hati musuh dalam satu bulan perjalanan”.

“Ada yang menganalisis, bagian ini adalah sebuah mukjizat informasi. Kita tahu, waktu itu belum ada media cetak, apalagi elektronik. Tetapi hebatnya, informasi ini sampai ke musuh yaitu Bangsa Persia, sehingga merekapun mengejek. Apakah harta atau tanah subur ini yang kalian cari? Kaum muslimin waktu itu mengatakan, kami lebih mencintai kematian ketimbang kalian mencintai kehidupan. Informasi itu membuat pasukan Persia bergetar,” beber Nuh.

“Tentu konteks kita sekarang ini, bagaimana bisa menyebarkan kebaikan-kebaikan sehingga pesan kebaikan itu sampai kepada masyarakat,” imbuh M Nuh.

Sedangkan Ustad Tauhid MT selaku ketua panitia berharap, dengan adanya workshop ini, kaum milenial muslim bisa menjadi penulis atau jurnalis yang andal. “Menulis itu gampang-gampang susah. Maka buang susahnya, agar tertinggal gampangnya,” seloroh Tauhid.

Adapun pemateri dalam workshop ini Hariadi dari Sumut Pos. Pria berkacamata ini mengenalkan tentang pentingnya etika jurnalistik dan cara menulis berita agar menarik dan mudah dimengerti. Sedangkan pemateri lainnya, Jody membawakan materi tentang desain grafis.

Pelatihan Jurnalistik dan Desain Grafis ini diikuti 25 peserta yang berasal dari JPRMI, Persis, dan milenial muslim. Acara berlangsung interaktif dengan diselingi tanya jawab dan games. (adz)

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dari Sumatera Utara (Sumut) KH Muhammad Nuh MSP mengajak kaum milenial muslim menjadi komunikator yang baik. Ajakan ini disampaikan Muhammad Nuh ketika menjadi Keynote Speaker pada pelatihan Jurnalistik dan Desain Grafis yang digelar Pengurus Wilayah (PW) Persatuan Islam (Persis) Sumut dan Persatuan News di Aula DPD RI Sumatera Utara, Jalan Gajah Mada, Kamis (7/8).

“Jadilah penulis yang beretika. Jadilah penulis yang berintegritas. Jadilah penulis yang profesional, dan jadilah komunikator (pembawa pesan) yang baik,” kata M Nuh.

M Nuh yang saat ini duduk di Komite IV DPD RI mengatakan, saat dia masih menimba ilmu di pesantren Persis, Jawa Timur, mereka juga pernah membuat sebuah pelatihan jurnalistik. “Dan Kyai kami waktu itu berpesan, kalau mau menjadi penulis andal, caranya ya harus menulis,” ujarnya.

Menurutnya, pelatihan ini sangat baik. Karena, dengan adanya pelatihan ini para milenial muslim dapat belajar bagaimana sebuah pesan atau informasi dapat dikemas dengan menarik, komunikatif, sehingga pesan tersebut dapat sampai kepada masyarakat.

Ketua Persatuan Islam (Persis) Sumut ini juga mengutip sebuah hadist yang berbunyi, “Aku (Muhammad SAW) diberikan lima kelebihan oleh Allah SWT yang salah satunya diberikan rasa takut yang tertanam di hati musuh dalam satu bulan perjalanan”.

“Ada yang menganalisis, bagian ini adalah sebuah mukjizat informasi. Kita tahu, waktu itu belum ada media cetak, apalagi elektronik. Tetapi hebatnya, informasi ini sampai ke musuh yaitu Bangsa Persia, sehingga merekapun mengejek. Apakah harta atau tanah subur ini yang kalian cari? Kaum muslimin waktu itu mengatakan, kami lebih mencintai kematian ketimbang kalian mencintai kehidupan. Informasi itu membuat pasukan Persia bergetar,” beber Nuh.

“Tentu konteks kita sekarang ini, bagaimana bisa menyebarkan kebaikan-kebaikan sehingga pesan kebaikan itu sampai kepada masyarakat,” imbuh M Nuh.

Sedangkan Ustad Tauhid MT selaku ketua panitia berharap, dengan adanya workshop ini, kaum milenial muslim bisa menjadi penulis atau jurnalis yang andal. “Menulis itu gampang-gampang susah. Maka buang susahnya, agar tertinggal gampangnya,” seloroh Tauhid.

Adapun pemateri dalam workshop ini Hariadi dari Sumut Pos. Pria berkacamata ini mengenalkan tentang pentingnya etika jurnalistik dan cara menulis berita agar menarik dan mudah dimengerti. Sedangkan pemateri lainnya, Jody membawakan materi tentang desain grafis.

Pelatihan Jurnalistik dan Desain Grafis ini diikuti 25 peserta yang berasal dari JPRMI, Persis, dan milenial muslim. Acara berlangsung interaktif dengan diselingi tanya jawab dan games. (adz)

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|