Hari Nelayan 2026, DPRD Medan Soroti Nasib Nelayan Belawan

12 hours ago 5

Peringatan Hari Nelayan Nasional 6 April 2026 menjadi momentum refleksi atas berbagai persoalan yang masih membelit kehidupan nelayan, khususnya di kawasan Belawan. Anggota DPRD Kota Medan, Zulham Efendi, menyoroti sejumlah isu krusial mulai dari kelangkaan solar, pencemaran lingkungan, hingga rendahnya tingkat kesejahteraan nelayan.

Politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut menilai, hingga saat ini kehidupan nelayan masih jauh dari kata sejahtera. Tingginya biaya melaut, terutama akibat sulitnya mendapatkan bahan bakar solar, menjadi salah satu kendala utama yang terus dihadapi para nelayan di Belawan.

“Hari Nelayan ini seharusnya menjadi momentum evaluasi bagi pemerintah untuk melihat langsung kondisi nelayan kita, khususnya di Belawan. Banyak nelayan yang masih membutuhkan perhatian dari sisi kesejahteraan,” ujarnya, Senin (6/4/2026).

Selain persoalan bahan bakar, Zulham juga menyoroti menurunnya hasil tangkapan nelayan yang dipicu oleh pencemaran lingkungan laut. Kondisi ini berdampak langsung terhadap pendapatan nelayan yang semakin tidak menentu.

Tak hanya itu, keterbatasan alat tangkap yang memadai juga menjadi hambatan bagi nelayan untuk meningkatkan produktivitas. Menurutnya, tanpa dukungan peralatan yang cukup, nelayan akan sulit bersaing dan meningkatkan hasil tangkapan mereka.

Zulham menegaskan, nelayan tidak hanya membutuhkan bantuan sesaat, tetapi program pemberdayaan yang berkelanjutan. Beberapa hal yang dinilai penting antara lain ketersediaan bahan bakar solar, bantuan alat tangkap, akses permodalan usaha, pelatihan peningkatan keterampilan, hingga jaminan asuransi bagi nelayan.

Ia juga menilai bahwa program bantuan bagi nelayan di Kota Medan perlu ditingkatkan, baik dari segi jumlah maupun kualitas, agar benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat pesisir.

“Kita berharap program bantuan untuk nelayan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi tepat sasaran dan berkelanjutan. Nelayan harus didukung agar mampu meningkatkan hasil tangkapan dan taraf hidup keluarganya,” katanya.

Lebih lanjut, Zulham mendorong adanya sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, serta pihak swasta dalam memperkuat sektor perikanan. Hal ini termasuk pengembangan tempat pelelangan ikan yang lebih modern serta upaya menjaga stabilitas harga hasil tangkapan di pasaran.

Menurutnya, jika dikelola dengan baik, sektor perikanan dapat menjadi salah satu kekuatan ekonomi daerah sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.

“Kedepan kita berharap nelayan bisa menjadi bagian penting dalam pembangunan bangsa. Pangan biru dan nelayan kuat, Indonesia berdaulat,” tegasnya.

Sebagai putra daerah yang berasal dari keluarga nelayan, Zulham mengaku memahami betul kondisi yang dihadapi masyarakat pesisir. Ia pun berharap, peringatan Hari Nelayan Nasional tahun ini mampu meningkatkan perhatian semua pihak terhadap nasib nelayan.

“Nelayan adalah pahlawan pangan dari laut. Sudah seharusnya mereka mendapatkan perhatian lebih agar bisa hidup lebih layak dan sejahtera,” pungkasnya. (map/ila)

Peringatan Hari Nelayan Nasional 6 April 2026 menjadi momentum refleksi atas berbagai persoalan yang masih membelit kehidupan nelayan, khususnya di kawasan Belawan. Anggota DPRD Kota Medan, Zulham Efendi, menyoroti sejumlah isu krusial mulai dari kelangkaan solar, pencemaran lingkungan, hingga rendahnya tingkat kesejahteraan nelayan.

Politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut menilai, hingga saat ini kehidupan nelayan masih jauh dari kata sejahtera. Tingginya biaya melaut, terutama akibat sulitnya mendapatkan bahan bakar solar, menjadi salah satu kendala utama yang terus dihadapi para nelayan di Belawan.

“Hari Nelayan ini seharusnya menjadi momentum evaluasi bagi pemerintah untuk melihat langsung kondisi nelayan kita, khususnya di Belawan. Banyak nelayan yang masih membutuhkan perhatian dari sisi kesejahteraan,” ujarnya, Senin (6/4/2026).

Selain persoalan bahan bakar, Zulham juga menyoroti menurunnya hasil tangkapan nelayan yang dipicu oleh pencemaran lingkungan laut. Kondisi ini berdampak langsung terhadap pendapatan nelayan yang semakin tidak menentu.

Tak hanya itu, keterbatasan alat tangkap yang memadai juga menjadi hambatan bagi nelayan untuk meningkatkan produktivitas. Menurutnya, tanpa dukungan peralatan yang cukup, nelayan akan sulit bersaing dan meningkatkan hasil tangkapan mereka.

Zulham menegaskan, nelayan tidak hanya membutuhkan bantuan sesaat, tetapi program pemberdayaan yang berkelanjutan. Beberapa hal yang dinilai penting antara lain ketersediaan bahan bakar solar, bantuan alat tangkap, akses permodalan usaha, pelatihan peningkatan keterampilan, hingga jaminan asuransi bagi nelayan.

Ia juga menilai bahwa program bantuan bagi nelayan di Kota Medan perlu ditingkatkan, baik dari segi jumlah maupun kualitas, agar benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat pesisir.

“Kita berharap program bantuan untuk nelayan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi tepat sasaran dan berkelanjutan. Nelayan harus didukung agar mampu meningkatkan hasil tangkapan dan taraf hidup keluarganya,” katanya.

Lebih lanjut, Zulham mendorong adanya sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, serta pihak swasta dalam memperkuat sektor perikanan. Hal ini termasuk pengembangan tempat pelelangan ikan yang lebih modern serta upaya menjaga stabilitas harga hasil tangkapan di pasaran.

Menurutnya, jika dikelola dengan baik, sektor perikanan dapat menjadi salah satu kekuatan ekonomi daerah sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.

“Kedepan kita berharap nelayan bisa menjadi bagian penting dalam pembangunan bangsa. Pangan biru dan nelayan kuat, Indonesia berdaulat,” tegasnya.

Sebagai putra daerah yang berasal dari keluarga nelayan, Zulham mengaku memahami betul kondisi yang dihadapi masyarakat pesisir. Ia pun berharap, peringatan Hari Nelayan Nasional tahun ini mampu meningkatkan perhatian semua pihak terhadap nasib nelayan.

“Nelayan adalah pahlawan pangan dari laut. Sudah seharusnya mereka mendapatkan perhatian lebih agar bisa hidup lebih layak dan sejahtera,” pungkasnya. (map/ila)

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|