LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Wakil Ketua DPRD Deliserdang Kuzu Serasi Wilson Tarigan membawa persoalan ratusan tenaga honorer belum gajian di Sekretariatan DPRD Deliserdang ke pemerintah pusat.
“Saya membawa permasalahan ini ke Mendagri, Menteri Tenaga Kerja dan Ombudsman RI di Jakarta, ini adalah masalah serius, bayangkan enam bulan berjalan adik-adik kita, saudara-saudara kita sebagai tenaga honorer di sekretariat DPRD belum di beri gajinya selama enam bulan,” sebut Kuzu Serasi Wilson Tarigan kepada wartawan, Rabu (30/7)
Kuzu menjelaskan, minimnya pemahaman dan keperdulian para Pejabat Sekretariat DPRD Deliserdang sebagai penyebabnya. Ditambah lagi Bupati Deliserdang belum ada memberikan solusi masalah tersebut.
Kuzu yang merupakan politisi Partai Nasdem, mengkritik keras persoalan yang dialami ratusan tenaga honorer. Persoalan serius ini akan di bawa ke pemerintah pusat.
Ia juga menyesalkan sikap Bupati Deliserdang dan pejabat sekretariat DPRD Deliserdang yang baru ini tidak tegas menjalankan aturan terkait tenaga honorer, padahal aturan sudah jelas terkait tenaga honorer.
“Pelaksana harian Sekwan harus tegas, jalankan aturan terkait tenaga honorer ini , jangan memperlama dan tolak tolakan, jangan jadi korban tenaga honorer yang sudah lama mengabdi bekerja ini, harus di bayar gajinya,” pinta Kuzu Serasi Wilson Tarigan
Ia juga menyebutkan hal ini sangat miris dan sedih , betapa tidak ratusan tenaga honorer ini sangat berharap sekali gaji mereka ini adalah penyambung hidup keluarga.
“Apa tidak miris kita dan sedih melihat ini semua , mendengar berbagai keluhan tenaga honorer di sekretariat DPRD ini, ada yg utang ke sana kemari, ada yang menjual emas, bahkan ada yang mau beli beras pun utang di warung dan lain lain untuk memenuhi kebutuhan keluarga nya, nah untuk itu saya akan segera membawa persolan ini ke Jakarta,” tegas Kuzu Serasi Wilson Tarigan.
Pantauan di Gedung DPRD Deliserdang para pekerja tenaga honorer saat di singgung apakah mereka sudah terima gaji, mereka menjawab hingga kini belum ada keluar gaji.
“Belum ada keluar bang, peninglah kami bang, suda banyak utang kami bang untuk makan anak bini, katanya minggu ini keluar bang, kita tunggulah bang semoga tak meleset,” sedih para pekerja tenaga honorer yang tak mau disebutkan namanya itu.
Mereka menambahkan dan menyesalkan tingkah laku kedua mantan pejabat sekretariat DPRD yang sudah dicopot dan tidak mau menandatangani berkas dari sekretariat DPRD padahal saat itu mereka masih menjabat.
Sementara beberapa staf di fraksi-fraksi juga membenarkan uang operasional berupa uang makan minum belum keluar atau belum cair selama hampir tujuh bulan.(btr/azw)
LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Wakil Ketua DPRD Deliserdang Kuzu Serasi Wilson Tarigan membawa persoalan ratusan tenaga honorer belum gajian di Sekretariatan DPRD Deliserdang ke pemerintah pusat.
“Saya membawa permasalahan ini ke Mendagri, Menteri Tenaga Kerja dan Ombudsman RI di Jakarta, ini adalah masalah serius, bayangkan enam bulan berjalan adik-adik kita, saudara-saudara kita sebagai tenaga honorer di sekretariat DPRD belum di beri gajinya selama enam bulan,” sebut Kuzu Serasi Wilson Tarigan kepada wartawan, Rabu (30/7)
Kuzu menjelaskan, minimnya pemahaman dan keperdulian para Pejabat Sekretariat DPRD Deliserdang sebagai penyebabnya. Ditambah lagi Bupati Deliserdang belum ada memberikan solusi masalah tersebut.
Kuzu yang merupakan politisi Partai Nasdem, mengkritik keras persoalan yang dialami ratusan tenaga honorer. Persoalan serius ini akan di bawa ke pemerintah pusat.
Ia juga menyesalkan sikap Bupati Deliserdang dan pejabat sekretariat DPRD Deliserdang yang baru ini tidak tegas menjalankan aturan terkait tenaga honorer, padahal aturan sudah jelas terkait tenaga honorer.
“Pelaksana harian Sekwan harus tegas, jalankan aturan terkait tenaga honorer ini , jangan memperlama dan tolak tolakan, jangan jadi korban tenaga honorer yang sudah lama mengabdi bekerja ini, harus di bayar gajinya,” pinta Kuzu Serasi Wilson Tarigan
Ia juga menyebutkan hal ini sangat miris dan sedih , betapa tidak ratusan tenaga honorer ini sangat berharap sekali gaji mereka ini adalah penyambung hidup keluarga.
“Apa tidak miris kita dan sedih melihat ini semua , mendengar berbagai keluhan tenaga honorer di sekretariat DPRD ini, ada yg utang ke sana kemari, ada yang menjual emas, bahkan ada yang mau beli beras pun utang di warung dan lain lain untuk memenuhi kebutuhan keluarga nya, nah untuk itu saya akan segera membawa persolan ini ke Jakarta,” tegas Kuzu Serasi Wilson Tarigan.
Pantauan di Gedung DPRD Deliserdang para pekerja tenaga honorer saat di singgung apakah mereka sudah terima gaji, mereka menjawab hingga kini belum ada keluar gaji.
“Belum ada keluar bang, peninglah kami bang, suda banyak utang kami bang untuk makan anak bini, katanya minggu ini keluar bang, kita tunggulah bang semoga tak meleset,” sedih para pekerja tenaga honorer yang tak mau disebutkan namanya itu.
Mereka menambahkan dan menyesalkan tingkah laku kedua mantan pejabat sekretariat DPRD yang sudah dicopot dan tidak mau menandatangani berkas dari sekretariat DPRD padahal saat itu mereka masih menjabat.
Sementara beberapa staf di fraksi-fraksi juga membenarkan uang operasional berupa uang makan minum belum keluar atau belum cair selama hampir tujuh bulan.(btr/azw)