Hujan Ekstrem, Banjir, Pohon Tumbang hingga Listrik Padam, 170 Warga Mengungsi

13 hours ago 10

Cuaca ekstrem yang melanda Kota Medan dalam beberapa hari terakhir mencapai puncaknya pada Kamis (4/6/2026) petang hingga malam. Hujan deras disertai angin kencang menyebabkan banjir di sejumlah kawasan, pohon tumbang di berbagai titik, serta gangguan pasokan listrik yang sempat membuat beberapa wilayah gelap gulita.

Dampak paling serius dirasakan warga di sejumlah kecamatan, seperti Medan Johor, Medan Selayang, Medan Maimun, Medan Baru, Medan Sunggal, hingga kawasan Medan Utara. Ratusan rumah terendam dan sejumlah ruas jalan utama sempat lumpuh akibat genangan air yang cukup tinggi.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Medan Yunita Sari, mengatakan pihaknya langsung turun melakukan penanganan sejak banjir mulai menggenangi permukiman warga.

“Hujan deras tadi malam memang membuat banyak rumah dan ruas jalan di Kota Medan tergenang. Pohon-pohon juga banyak yang tumbang, listrik juga padam dalam beberapa jam,” ujarnya, Jumat (5/6/2026).

Menurut Yunita, kondisi terparah terjadi di Kelurahan Kwala Bekala, Kecamatan Medan Johor dan Kelurahan Beringin, Kecamatan Medan Selayang. Akibat tingginya genangan air, warga terpaksa meninggalkan rumah mereka untuk mencari tempat yang lebih aman.

Di Kwala Bekala, sebanyak 159 jiwa mengungsi dari kawasan Jalan AH Nasution Gang Permai II, Gang Permai IV, serta Jalan Luku. Sementara itu, di Kelurahan Beringin tercatat 11 warga mengungsi. Dengan demikian, total pengungsi akibat banjir mencapai 170 jiwa.

BPBD Kota Medan bersama instansi terkait langsung menyalurkan bantuan darurat kepada para korban terdampak. Bantuan yang diberikan meliputi popok dewasa dan anak-anak, selimut, air mineral, tikar, serta obat-obatan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga selama berada di lokasi pengungsian.

Selain merendam rumah warga, banjir juga sempat melumpuhkan aktivitas lalu lintas di sejumlah ruas jalan. Namun, kondisi berangsur membaik pada Jumat pagi setelah genangan mulai surut.

“Pagi ini sebagian besar ruas jalan yang sebelumnya tergenang sudah kembali normal. Kalau pun masih ada genangan, kendaraan masih dapat melintas dengan lancar,” katanya.

Tak hanya banjir, hujan berintensitas tinggi juga menyebabkan peningkatan signifikan debit air di sejumlah sungai yang melintasi Kota Medan. Berdasarkan pemantauan BPBD pada pukul 00.38 hingga 02.15 WIB, ketinggian muka air di Daerah Aliran Sungai (DAS) Denai naik sekitar 30 sentimeter. Sementara DAS Sei Belawan naik hingga 70 sentimeter, DAS Deli meningkat 80 sentimeter, dan DAS Sei Sikambing mengalami kenaikan paling tinggi mencapai satu meter.

Kondisi tersebut memicu kewaspadaan pemerintah terhadap potensi banjir susulan apabila hujan kembali turun dengan intensitas tinggi. Angin kencang yang menyertai hujan juga menyebabkan banyak pohon tumbang di berbagai lokasi. Hingga Jumat siang, petugas dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan masih melakukan pembersihan dan evakuasi pohon tumbang agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat maupun lalu lintas.

Gangguan cuaca ekstrem turut berdampak pada jaringan listrik. Sejumlah wilayah sempat mengalami pemadaman akibat gangguan pada sistem kelistrikan. Namun, kondisi tersebut telah berhasil dipulihkan dan seluruh wilayah Kota Medan kini kembali menikmati pasokan listrik normal.

BPBD Kota Medan memastikan akan terus memantau perkembangan cuaca dan kondisi sungai mengingat potensi hujan lebat masih diperkirakan terjadi hingga 6 Juni 2026. Pemerintah juga telah menyiapkan peralatan evakuasi dan logistik untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana lanjutan.

Masyarakat diimbau tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama warga yang tinggal di bantaran sungai dan kawasan rawan banjir. “Tetap siaga apabila terjadi kenaikan debit air secara tiba-tiba,” pesan Yunita. (map/ila)

Cuaca ekstrem yang melanda Kota Medan dalam beberapa hari terakhir mencapai puncaknya pada Kamis (4/6/2026) petang hingga malam. Hujan deras disertai angin kencang menyebabkan banjir di sejumlah kawasan, pohon tumbang di berbagai titik, serta gangguan pasokan listrik yang sempat membuat beberapa wilayah gelap gulita.

Dampak paling serius dirasakan warga di sejumlah kecamatan, seperti Medan Johor, Medan Selayang, Medan Maimun, Medan Baru, Medan Sunggal, hingga kawasan Medan Utara. Ratusan rumah terendam dan sejumlah ruas jalan utama sempat lumpuh akibat genangan air yang cukup tinggi.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Medan Yunita Sari, mengatakan pihaknya langsung turun melakukan penanganan sejak banjir mulai menggenangi permukiman warga.

“Hujan deras tadi malam memang membuat banyak rumah dan ruas jalan di Kota Medan tergenang. Pohon-pohon juga banyak yang tumbang, listrik juga padam dalam beberapa jam,” ujarnya, Jumat (5/6/2026).

Menurut Yunita, kondisi terparah terjadi di Kelurahan Kwala Bekala, Kecamatan Medan Johor dan Kelurahan Beringin, Kecamatan Medan Selayang. Akibat tingginya genangan air, warga terpaksa meninggalkan rumah mereka untuk mencari tempat yang lebih aman.

Di Kwala Bekala, sebanyak 159 jiwa mengungsi dari kawasan Jalan AH Nasution Gang Permai II, Gang Permai IV, serta Jalan Luku. Sementara itu, di Kelurahan Beringin tercatat 11 warga mengungsi. Dengan demikian, total pengungsi akibat banjir mencapai 170 jiwa.

BPBD Kota Medan bersama instansi terkait langsung menyalurkan bantuan darurat kepada para korban terdampak. Bantuan yang diberikan meliputi popok dewasa dan anak-anak, selimut, air mineral, tikar, serta obat-obatan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga selama berada di lokasi pengungsian.

Selain merendam rumah warga, banjir juga sempat melumpuhkan aktivitas lalu lintas di sejumlah ruas jalan. Namun, kondisi berangsur membaik pada Jumat pagi setelah genangan mulai surut.

“Pagi ini sebagian besar ruas jalan yang sebelumnya tergenang sudah kembali normal. Kalau pun masih ada genangan, kendaraan masih dapat melintas dengan lancar,” katanya.

Tak hanya banjir, hujan berintensitas tinggi juga menyebabkan peningkatan signifikan debit air di sejumlah sungai yang melintasi Kota Medan. Berdasarkan pemantauan BPBD pada pukul 00.38 hingga 02.15 WIB, ketinggian muka air di Daerah Aliran Sungai (DAS) Denai naik sekitar 30 sentimeter. Sementara DAS Sei Belawan naik hingga 70 sentimeter, DAS Deli meningkat 80 sentimeter, dan DAS Sei Sikambing mengalami kenaikan paling tinggi mencapai satu meter.

Kondisi tersebut memicu kewaspadaan pemerintah terhadap potensi banjir susulan apabila hujan kembali turun dengan intensitas tinggi. Angin kencang yang menyertai hujan juga menyebabkan banyak pohon tumbang di berbagai lokasi. Hingga Jumat siang, petugas dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan masih melakukan pembersihan dan evakuasi pohon tumbang agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat maupun lalu lintas.

Gangguan cuaca ekstrem turut berdampak pada jaringan listrik. Sejumlah wilayah sempat mengalami pemadaman akibat gangguan pada sistem kelistrikan. Namun, kondisi tersebut telah berhasil dipulihkan dan seluruh wilayah Kota Medan kini kembali menikmati pasokan listrik normal.

BPBD Kota Medan memastikan akan terus memantau perkembangan cuaca dan kondisi sungai mengingat potensi hujan lebat masih diperkirakan terjadi hingga 6 Juni 2026. Pemerintah juga telah menyiapkan peralatan evakuasi dan logistik untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana lanjutan.

Masyarakat diimbau tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama warga yang tinggal di bantaran sungai dan kawasan rawan banjir. “Tetap siaga apabila terjadi kenaikan debit air secara tiba-tiba,” pesan Yunita. (map/ila)

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|